BerandaDaerahDinas Pertanian Bali Perkuat Gerakan Penyelamatan Pangan, Bapanas Salurkan Mobil Operasional untuk...

Dinas Pertanian Bali Perkuat Gerakan Penyelamatan Pangan, Bapanas Salurkan Mobil Operasional untuk Kurangi Food Waste

Foto: Ilustrasi upaya Bapanas dalam memperkuat gerakan penyelamatan pangan di Bali.

Denpasar, KabarBaliSatu

Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi pemborosan makanan di Bali mendapat dukungan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali kini memiliki satu unit mobil penyelamatan pangan yang akan dimanfaatkan untuk menghimpun serta menyalurkan pangan layak konsumsi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kendaraan operasional tersebut tiba di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali pada Senin (3/8/2026) dan diterima langsung oleh Kepala Distanpangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, didampingi Kepala Bidang Ketahanan Pangan.

Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Bapanas dalam memperkuat implementasi program penyelamatan pangan di berbagai daerah sekaligus mendukung upaya pengurangan kehilangan dan pemborosan pangan (food loss and food waste).

Dengan adanya kendaraan khusus tersebut, proses pengumpulan, pengangkutan, hingga pendistribusian pangan yang masih layak konsumsi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Kepala Distanpangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menyampaikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat sistem pangan yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional atas bantuan mobil penyelamatan pangan ini. Bantuan ini menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun sistem pangan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan. Kendaraan ini akan kami manfaatkan secara optimal agar semakin banyak pangan layak konsumsi dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sunada, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, mobil penyelamatan pangan akan digunakan untuk menjemput pangan surplus yang masih layak konsumsi dari berbagai sumber, mulai dari pelaku usaha pangan, hotel, restoran, pusat perbelanjaan, pasar modern, distributor, UMKM pangan, hingga berbagai kegiatan pemerintah yang menghasilkan makanan berlebih.

Sebelum disalurkan kepada masyarakat, seluruh pangan yang terkumpul akan melalui proses penyortiran dan pemeriksaan sesuai standar keamanan pangan guna memastikan kualitasnya tetap terjaga.

Menurut Sunada, gerakan penyelamatan pangan bukan sekadar upaya mengurangi jumlah makanan yang terbuang, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial dan memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.

“Melalui kendaraan ini kami ingin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai mitra agar pangan yang masih layak tidak berakhir menjadi limbah, melainkan memberi manfaat bagi masyarakat. Inilah wujud nyata ketahanan pangan yang berkeadilan,” katanya.

Untuk memaksimalkan program tersebut, Distanpangan Provinsi Bali akan memperluas sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, Bank Pangan, Bank Makanan, organisasi sosial, panti asuhan, panti sosial, lembaga keagamaan, perguruan tinggi, komunitas peduli pangan, pelaku usaha, hingga berbagai mitra lainnya.

Kolaborasi lintas sektor itu diharapkan mampu memperluas jangkauan distribusi pangan layak konsumsi kepada kelompok masyarakat rentan sekaligus meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya mengurangi pemborosan pangan.

Program ini juga sejalan dengan Gerakan Stop Boros Pangan yang terus dikampanyekan Badan Pangan Nasional. Selain menekan food waste, inisiatif tersebut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya target Zero Hunger atau Tanpa Kelaparan melalui pengurangan kehilangan dan pemborosan pangan di sepanjang rantai pasok hingga tingkat konsumsi.

Dengan dukungan sarana operasional yang lebih memadai serta kolaborasi berbagai pihak, Distanpangan Provinsi Bali optimistis gerakan penyelamatan pangan di Pulau Dewata akan semakin efektif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di sisi lain, langkah ini juga diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan Bali menuju daerah yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini