BerandaDaerahDigempur Narasi Negatif, Pariwisata Bali Tetap Kokoh: Cetak Rekor Wisatawan Tertinggi Sepanjang...

Digempur Narasi Negatif, Pariwisata Bali Tetap Kokoh: Cetak Rekor Wisatawan Tertinggi Sepanjang Sejarah hingga Tetap Jadi Destinasi Wisata Terbaik Nomor Satu di Dunia

Dengan Teknologi Ini, 2028 Pariwisata Bali Bebas Sampah!

Foto: Ilustrasi pariwisata Bali dan Bali destinasi wisata terbaik nomor satu di dunia.

Denpasar, KabarBaliSatu

Di tengah gempuran isu sampah, kemacetan, dan berbagai narasi negatif yang mengemuka menjelang akhir 2025—termasuk yang dihembuskan oleh kompetitor Bali sebagai destinasi wisata dunia—pariwisata Bali tetap berdiri kokoh. Sejumlah indikator dan fakta menunjukkan ketangguhan Pulau Dewata sebagai magnet wisata global.

Salah satu capaian paling menonjol adalah rekor kunjungan wisatawan mancanegara. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Bali mencatat kedatangan sekitar 7,05 juta wisatawan asing.

Angka ini meningkat sekitar 750 ribu orang dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 6,3 juta wisatawan. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.

“Astungkara, pariwisata Bali tetap kokoh. Kami terus melakukan peningkatan agar pariwisata Bali semakin nyaman, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Tak hanya mencetak rekor kunjungan, Bali juga kembali menegaskan posisinya di panggung pariwisata dunia. Pulau Dewata dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik nomor satu di dunia versi Tripadvisor, mengungguli berbagai destinasi populer internasional lainnya.

Namun demikian, Gubernur Koster menegaskan bahwa status prestisius tersebut tidak boleh membuat Bali lengah. Persoalan sampah disebut sebagai tantangan serius yang harus segera dituntaskan demi menjaga kualitas lingkungan dan citra pariwisata Bali ke depan.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota se-Bali berkomitmen mempercepat penanganan sampah melalui berbagai pendekatan.

Langkah-langkah yang dilakukan antara lain pengelolaan sampah berbasis sumber, pembangunan teba modern, pengadaan komposter, pembangunan TPS3R, hingga penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Selain itu, Bali juga tengah memproses pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui Danantara. Proyek ini direncanakan mulai dengan peletakan batu pertama pada Maret 2026 dan ditargetkan rampung dalam waktu 8 hingga 12 bulan, sehingga dapat beroperasi pada 2027.

Fasilitas PSEL tersebut diproyeksikan mampu mengolah sedikitnya 1.000 ton sampah per hari yang berasal dari wilayah Denpasar dan Badung.

“Jika fasilitas ini sudah beroperasi, maka masalah sampah di Bali bisa diselesaikan pada akhir 2027 atau awal 2028,” tegas Gubernur Koster.

Di sisi lain, Gubernur Koster juga merespons cepat arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penanganan sampah di kawasan Pantai Kuta. Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota se-Bali menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden yang dinilai menjadi pemicu semangat untuk bekerja lebih keras dan bergotong royong.

Menurut Koster, peringatan Presiden Prabowo terkait persoalan sampah harus dimaknai secara positif sebagai bentuk komitmen dan kecintaan Presiden terhadap Bali. Arahan tersebut menjadi dorongan moral agar seluruh pemangku kepentingan bergerak lebih cepat dan lebih serius dalam mengatasi persoalan sampah.

“Atas kepedulian Bapak Presiden, kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih. Ini menjadi semangat dan motivasi bagi saya sebagai gubernur, serta bagi seluruh pihak, untuk menyelesaikan persoalan sampah di Bali,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini