BerandaDaerahDemokrat Bali Tutup Rangkaian "Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI" di Kawasan Spiritual...

Demokrat Bali Tutup Rangkaian “Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI” di Kawasan Spiritual dengan “Dewa Terbanyak”

Usung filosofi Nyegara Gunung dan Tradisi Megibung, Kader Demokrat Pererat Kebersamaan

Foto: Partai Demokrat menggelar aksi kebersihan lingkungan di kawasan Pantai Jasri, Kabupaten Karangasem, pada Jumat (28/8/2026). 

Karangasem, KabarBaliSatu

DPD Partai Demokrat Provinsi Bali bersama DPC Partai Demokrat Kabupaten Karangasem menggelar aksi kebersihan lingkungan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di kawasan Pantai Jasri, Kabupaten Karangasem, pada Jumat (28/8/2026).

Kegiatan aksi sosial dan pembersihan sampah plastik di kawasan pesisir ini menjadi penutup rangkaian aksi lingkungan se-Bali sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang puncaknya diperingati pada 9 September 2026 mendatang.

Selain pembersihan pesisir pantai, acara yang dihadiri oleh seluruh elemen partai tersebut juga diramaikan dengan berbagai lomba kerakyatan. Turut hadir memimpin kegiatan Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Demokrat Dapil Bali Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, Sekretaris DPC Partai Demokrat Karangasem I Wayan Suparta, serta jajaran Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Karangasem.

Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta mengungkapkan bahwa Karangasem secara khusus dipilih sebagai lokasi penutup rangkaian gerakan lingkungan ini karena posisi spiritualnya yang sangat vital di Bali.

“Karangasem kami pilih sebagai tempat terakhir gerakan Langit Biru Indonesia Asri mengingat daerah ini merupakan pusat spiritual dengan gunung tertinggi di Bali, yakni Gunung Agung, serta keberadaan pura terbesar yakni Besakih,” ujar Mudarta.

Ia menjelaskan, dari tatanan filosofi Padma Buana dan Dewa Nawasanga, wilayah Karangasem memuat empat stana dewa dari total sembilan dewa penjaga mata angin di Bali. Keempatnya meliputi Dewa Iswara di Pura Lempuyang, Dewa Brahma di Pura Andakasa, serta Dewa Sambu dan Dewa Siwa di Pura Besakih. Keberadaan Bukit Lempuyang juga dipandang sebagai simbol ‘lampu’ atau sinar suci Sang Hyang Widhi Wasa yang menerangi kehidupan.

“Sebelum aksi ini, kami juga melestarikan tradisi Megibung atau makan bersama di kediaman Pak Sulendra. Tradisi yang berakar sejak abad ke-16, tepatnya tahun 1692 saat peperangan Raja Anak Agung Karangasem ini mengajarkan kebersamaan tanpa sekat antara raja dan rakyat. Nilai persamaan dan kebersamaan inilah yang diinstruksikan oleh Ketua Umum AHY agar kader Demokrat seluruh Indonesia, khususnya Bali dan Karangasem, tetap kompak dan solid,” tegas Mudarta.

Gerakan kelestarian lingkungan oleh Demokrat Bali ini sebelumnya telah dilaksanakan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota se-Bali, mulai dari Badung, Bangli, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Gianyar, Denpasar, hingga Klungkung melalui aksi penanaman pohon dan aksi kebersihan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini