BerandaDaerahDBFW Sesi 2 Day 4: Ny. Putri Koster Apresiasi 121 Karya Wastra...

DBFW Sesi 2 Day 4: Ny. Putri Koster Apresiasi 121 Karya Wastra Bali yang Tampilkan Kreativitas dan Dampak Ekonomi

Foto: Ny. Putri Koster saat hadir langsung menyaksikan pergelaran Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) Sesi 2 Day 4 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Jumat (5/12).

Denpasar, KabarBaliSatu

Suasana sore di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Jumat (5/12), dipenuhi energi kreatif dan kebanggaan budaya. Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, hadir langsung menyaksikan pergelaran Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) Sesi 2 Day 4, yang kembali menampilkan karya wastra Bali dari para desainer hingga perajin muda.

Acara ini juga dihadiri sejumlah tamu penting, termasuk Ibu Nuning Wahyuniati, istri Dubes RI untuk Jepang, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, serta para rektor perguruan tinggi se-Bali.

Dalam sambutannya, Ketua Harian Dekranasda Bali sekaligus Kepala Disperindag Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, mengungkapkan bahwa DBFW bukan sekadar pagelaran fashion, melainkan ruang nyata untuk menggerakkan ekonomi lokal.

Menurutnya, pelaksanaan DBFW Sesi 1 pada 1–7 November 2025 lalu mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Dampak ekonomi terlihat signifikan—para penenun, desainer, hingga tukang jarit mengalami lonjakan permintaan hingga kewalahan memenuhi kebutuhan pasar.

“Wastra Bali bukan hanya indah, tetapi memiliki manfaat ekonomis besar bagi para desainer dan perajin,” tegasnya.

Wiryanata juga mengenang masa pandemi Covid-19 ketika para perajin sempat terpukul hebat. Melalui program IKM Bali Bangkit yang dikawal Ibu Putri Koster, sektor kerajinan perlahan bangkit dan kini kembali menunjukkan geliat optimistis.

Dekranasda, lanjutnya, berkomitmen melanjutkan penyelenggaraan Pameran IKM Bali Bangkit hingga 2030, sebagai ruang one stop shopping untuk kriya, kerajinan, dan busana berkualitas yang tetap terjangkau.

Di hadapan tamu undangan, ia mengajak masyarakat datang secara langsung menikmati pameran hingga 8 Desember, sekaligus berkesempatan mendapatkan doorprize Rp5 juta yang dapat ditukarkan dengan busana atau perhiasan dari area pameran.

Sore itu, panggung DBFW diramaikan oleh 121 karya busana yang dipresentasikan oleh 15 perguruan tinggi dan 9 instansi vertikal, sebagai representasi kolaborasi ide, teknik, tradisi, dan inovasi.

Para mahasiswa tampil total, membawa wastra Bali bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi sebagai bahasa visual masa depan industri kreatif Nusantara.

DBFW kembali membuktikan bahwa wastra Bali bukan sekadar kain—melainkan identitas, peluang ekonomi, dan kebanggaan yang terus hidup melalui kreativitas generasi baru. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini