BerandaDaerahCetak Generasi Tangguh Lewat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Gde Sumarjaya Linggih Dorong...

Cetak Generasi Tangguh Lewat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Gde Sumarjaya Linggih Dorong UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing

Foto: Suasana Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan digelar di Banjar Tunjung Sari, Peguyangan, Kota Denpasar, pada Minggu, 14 Desember 2025.

Denpasar, KabarBaliSatu

Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Bali, Gde Sumarjaya Linggih (GSL) yang akrab disapa Demer, terus menunjukkan konsistensinya dalam membumikan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Demer menegaskan komitmennya mencetak generasi bangsa yang tangguh, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman.

Kali ini, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan digelar di Banjar Tunjung Sari, Peguyangan, Kota Denpasar, pada Minggu, 14 Desember 2025. Kegiatan tersebut mengusung tema “Melalui Penguatan UMKM untuk Memperkokoh Empat Pilar Kebangsaan”, yang mengintegrasikan penguatan ideologi kebangsaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tidak hanya menyampaikan materi kebangsaan, Demer yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali turut membekali masyarakat dengan pemahaman pemasaran digital. Ia menggandeng praktisi digital marketing, Leo Agung Puri Bowo Laksono, sebagai narasumber untuk memberikan wawasan praktis kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Langkah ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen atau penonton di tengah derasnya tren perdagangan online melalui marketplace dan berbagai platform media sosial.

Dalam paparannya, Demer menjelaskan Empat Pilar Kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara beserta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Demer menekankan bahwa penerapan Empat Pilar Kebangsaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan perilaku sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.
“Salah satu cara untuk menerapkan 4 pilar kebangsaan di kehidupan sehari-hari adalah dengan menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab,” ujar Demer.

Ia kemudian merinci sejumlah langkah konkret, mulai dari menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan menaati aturan, membayar pajak, menjaga lingkungan, hingga mempromosikan produk lokal. Selain itu, Demer menekankan pentingnya menghormati perbedaan sebagai wujud pengamalan Bhinneka Tunggal Ika, menjunjung tinggi hukum sebagaimana diamanatkan UUD 1945, serta mengembangkan sikap nasionalisme dengan memahami sejarah, budaya, dan menghormati simbol-simbol kebangsaan.

“Dengan menerapkan 4 pilar kebangsaan di kehidupan sehari-hari, kita dapat membantu membangun negara yang kuat, maju, dan sejahtera. Oleh karena itu, sudah saatnya bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab bagi kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya.

Terkait penguatan sektor UMKM, Demer menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai jantung ekonomi rakyat.
“UMKM Indonesia bukan hanya sekadar unit usaha kecil. Mereka adalah bagian dari jantung ekonomi rakyat. Melibatkan banyak orang dari berbagai latar belakang, sektor ini tumbuh karena semangat, kreativitas, dan ketekunan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana, seperti membeli produk lokal, memberikan ulasan positif, serta berbagi pengetahuan kepada pelaku usaha. Demer juga menyoroti peran strategis generasi muda dalam mendorong UMKM naik kelas melalui kreativitas, literasi teknologi, dan kemampuan beradaptasi.

Namun demikian, Demer mengakui masih banyak pelaku UMKM yang ragu beralih ke digital karena takut salah langkah, kurang memahami teknologi, atau menganggap digitalisasi mahal dan rumit. Menurutnya, digitalisasi tidak harus dimulai dengan teknologi canggih.
“Padahal, digitalisasi bukan berarti harus langsung menggunakan teknologi canggih. Bisa dimulai dari hal sederhana, misalnya berjualan di Facebook, Instagram dan platform lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sesi penguatan UMKM, praktisi digital marketing Leo Agung Puri Bowo Laksono memaparkan strategi sukses digitalisasi bagi UMKM. Ia menjelaskan bahwa platform digital membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.
“Melalui platform digital, UMKM bisa memperluas jangkauan mereka ke pasar yang lebih besar. Misalnya, sebuah bisnis makanan bisa menjual produknya melalui aplikasi e-commerce atau media sosial seperti Instagram, menjangkau pelanggan di luar kota atau bahkan negara,” ungkapnya.

Leo juga menekankan bahwa digitalisasi mampu menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi usaha. Dengan memanfaatkan aplikasi digital, UMKM dapat mengelola laporan keuangan dan operasional secara lebih mudah dan otomatis. Selain itu, digitalisasi memungkinkan pelaku usaha untuk lebih cepat beradaptasi dengan perubahan pasar.

Melalui kegiatan ini, Demer berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya memperkuat kesadaran ideologis masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya UMKM yang tangguh, adaptif, dan mampu bersaing di era ekonomi digital, sekaligus memperkokoh fondasi kebangsaan Indonesia. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini