Foto: Bupati Klungkung, I Made Satria saat menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di Aula BPD Bali Cabang Klungkung, Senin (4/5/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai mengakselerasi pembangunan di wilayah kepulauan. Langkah ini ditandai dengan diperolehnya fasilitas kredit dari PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dengan total plafon mencapai Rp114,1 miliar.
Pada tahap awal, dana sebesar Rp66,28 miliar resmi dicairkan. Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Direktur Kredit BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, di Aula BPD Bali Cabang Klungkung, Senin (4/5/2026).
Bupati Satria menegaskan, suntikan dana ini akan difokuskan untuk membiayai sejumlah proyek strategis yang selama ini dinantikan masyarakat, terutama di kawasan Nusa Penida.
Proyek utama yang menjadi prioritas adalah peningkatan ruas Jalan Sampalan–Toya Pakeh dengan nilai Rp51,92 miliar. Jalan ini merupakan jalur vital yang menopang mobilitas warga sekaligus arus wisatawan. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp9,5 miliar untuk peningkatan Jalan Lingkar Ceningan guna memperkuat konektivitas antarwilayah kepulauan.
Di sektor kesehatan, pembangunan Gedung Central Sterile Supply Department (CSSD) RS Gema Santi Nusa Penida senilai Rp4,86 miliar juga menjadi bagian dari paket pembiayaan. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan standar layanan medis di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Pembangunan infrastruktur adalah urat nadi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Untuk mengejar ketertinggalan di wilayah kepulauan, dibutuhkan inovasi pembiayaan yang terukur, transparan, dan akuntabel,” tegas Satria.
Sementara itu, sisa plafon kredit sebesar Rp47,83 miliar diarahkan untuk pembangunan Pasar Mentigi Nusa Penida tahap pertama. Proyek ini masih dalam proses pemenuhan persyaratan administratif dan teknis sebelum masuk tahap eksekusi.
Pemerintah daerah memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi, mengingat pasar tersebut diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Di sisi lain, Bupati Satria mengingatkan perangkat daerah untuk bergerak cepat dalam realisasi proyek. Ia menekankan pentingnya efisiensi waktu, peningkatan pendapatan daerah, serta partisipasi masyarakat melalui kepatuhan pajak.
“Jaga kualitas pekerjaan, pastikan transparansi, dan setiap rupiah dari pinjaman ini harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Satria juga menyampaikan apresiasi kepada BPD Bali atas dukungan yang diberikan. Ia menilai, sebagai bank milik daerah, BPD Bali memiliki peran strategis dalam memperkuat kemandirian fiskal sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Klungkung. (kbs)

