Foto: Bupati Klungkung I Made Satria saat mneghadiri upacara Bhuta Yadnya Caru Lebur Gangsa Nawa Gempang di kawasan Pasar Galiran, Rabu (8/4/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Bertepatan dengan hari suci Buda Kliwon Sinta atau Hari Raya Pagerwesi, Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar upacara Bhuta Yadnya Caru Lebur Gangsa Nawa Gempang di kawasan Pasar Galiran, Rabu (8/4/2026). Momentum sakral ini dihadiri langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria serta Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra.
Upacara tersebut menjadi bagian penting dari upaya penyucian secara niskala (spiritual) guna menjaga harmoni dan keselamatan di pusat aktivitas ekonomi terbesar di Klungkung itu. Pasar Galiran, yang setiap hari menjadi titik temu ribuan pedagang dan pembeli, dinilai tidak hanya membutuhkan penataan fisik, tetapi juga keseimbangan energi secara spiritual.
Bupati I Made Satria menegaskan, pasar bukan sekadar ruang transaksi ekonomi, melainkan ruang interaksi berbagai energi yang harus dijaga keseimbangannya. Menurutnya, pelaksanaan upacara Lebur Gangsa Nawa Gempang merupakan langkah untuk menetralisir pengaruh negatif sekaligus memohon kerahayuan.
“Dengan upacara ini, kita berharap aktivitas jual beli di Pasar Galiran dapat berlangsung lancar, aman, dan harmonis,” ujarnya.
Lebih jauh, Satria optimistis bahwa keseimbangan antara kebersihan lahir dan batin akan berdampak langsung pada penguatan ekonomi daerah. Lingkungan yang tertata secara sekala dan niskala diyakini mampu mendorong stabilitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, I Komang Dharma Suyasa, menjelaskan bahwa rangkaian upacara ini telah berlangsung sejak 23 Maret 2026 dan mencapai puncaknya pada hari ini.
Menurutnya, pelaksanaan Bhuta Yadnya ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesucian dan kenyamanan Pasar Umum Galiran sebagai urat nadi perekonomian masyarakat Klungkung. (kbs)

