BerandaDaerahBukan Sekadar Proses, Pengadaan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Pembangunan

Bukan Sekadar Proses, Pengadaan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Pembangunan

Sekda Bali: Pengadaan Harus Cepat, Transparan, dan Berbasis Teknologi

Foto: Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra saat menghadiri forum temu insan Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia di The Meru Hotel, Selasa (5/5/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, memberikan apresiasi terhadap forum temu insan Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia yang digelar di The Meru Hotel, Selasa (5/5/2026). Pertemuan ini menjadi ruang strategis bagi para profesional pengadaan untuk bertukar pengalaman, gagasan, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan menuju standar kerja yang lebih kompeten dan profesional.

Menurutnya, forum semacam ini penting untuk membangun kepercayaan diri para pelaku pengadaan barang dan jasa, sekaligus mendorong pengakuan terhadap profesi yang kian krusial dalam tata kelola pemerintahan modern.

Mengusung tema “Strategi Berbasis Efisiensi dan Resiliensi pada Pengadaan Barang dan Jasa 2026”, kegiatan ini menyoroti percepatan efisiensi melalui transformasi digital. Dewa Made Indra menegaskan bahwa era digital telah mengubah lanskap kerja secara fundamental.

“Kita hidup di zaman serba digital. Hampir semua pekerjaan kini berbasis sistem digital. Karena itu, kita wajib beradaptasi agar pekerjaan lebih cepat, akurat, akuntabel, dan transparan,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai instrumen digital seperti e-katalog telah menjadi tulang punggung dalam proses pengadaan modern. Transformasi dari sistem manual ke digital dinilai tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memperkecil risiko, meningkatkan transparansi, serta memperkuat akuntabilitas.

“Pekerjaan menjadi lebih fleksibel, tidak terikat ruang dan waktu. Efisiensi meningkat, dan pengawasan pun lebih mudah dilakukan,” imbuhnya.

Tak hanya menyoal efisiensi, forum yang juga dirangkai dalam talkshow Baliyoni Group Solution Day 2026 ini mengangkat aspek resiliensi—kemampuan bertahan dan beradaptasi di tengah dinamika dan tekanan. Resiliensi dinilai menjadi kunci dalam memastikan sistem pengadaan tetap tangguh menghadapi perubahan.

Melalui kegiatan ini, IAPI diharapkan semakin mengukuhkan diri sebagai organisasi profesi yang kredibel. Lebih dari sekadar proses administratif, pengadaan barang dan jasa kini diposisikan sebagai instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kualitas layanan publik.

Ke depan, paradigma pengadaan diharapkan bergeser. Bukan lagi identik dengan proses yang rumit dan lambat, melainkan menjadi sistem yang luwes, transparan, dan pasti—tanpa meninggalkan koridor regulasi yang berlaku. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini