BerandaDaerahBerkat Tangan Dingin Gubernur Koster Arak Bali Jadi Ikon Ekonomi Rakyat Yang...

Berkat Tangan Dingin Gubernur Koster Arak Bali Jadi Ikon Ekonomi Rakyat Yang Mendunia: 65 Brand Legal Lahir Siap Diekspor, Segera Masuk Pasar Tiongkok

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali hadir pada ajang Final Lomba Mixology Arak Bali di Buleleng pada Jumat 20 Juni 2025.

Buleleng, KabarBaliSatu

Arak Bali kini tidak hanya menjadi minuman tradisional warisan leluhur, tetapi juga telah menjelma sebagai ikon ekonomi rakyat yang mendunia. Hal ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dalam pidatonya yang membakar semangat pada ajang Final Lomba Mixology Arak Bali di Buleleng pada Jumat 20 Juni 2025.

Dalam pidatonya, Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu menyoroti keberhasilan monumental pasca diberlakukannya Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 yang diundangkan pada 29 Januari 2020. Sejak regulasi ini diterbitkan, dunia perarakkan Bali mengalami lonjakan luar biasa.

“Sejak diundangkan Peraturan Gubernur ini, dua tahun lamanya para pengrajin arak melakukan riset. Sekarang sudah keluar 65 brand produk arak dengan kemasan sangat bagus, keren, bahkan ada yang harganya Rp700 ribu. Lolos BPOM dan sudah berpita cukai,” ungkap Koster penuh bangga.

Tak hanya di dalam negeri, Arak Bali kini merambah pasar internasional. Koster mengungkap, 14 brand Arak Bali kini telah masuk dalam etalase duty free Angkasa Pura di terminal keberangkatan internasional. Saat melakukan kunjungan ke Polandia pada 13 Juni lalu, ia menyempatkan diri mengecek langsung penjualan produk arak Bali di sana.

“Saya tanya pedagangnya, gimana lakunya? Katanya, asal datang 100 botol langsung habis. Laku keras. Karena kemasannya bagus dan rasanya juga enak,” ceritanya disambut tepuk tangan.

Salah satu pelaku usaha yang disebutkan adalah PT Lovina Industri di Banyuning, Buleleng, yang dimiliki oleh Pak Yuli. Perusahaan ini telah memproduksi arak Bali berkualitas tinggi dan saat ini sedang dalam proses ekspor ke Tiongkok.

“China memilih arak Bali setelah menguji sekian minuman beralkohol di berbagai negara. Yang dipilih itu adalah Arak Bali. Kan keren!” kata Koster, menegaskan kebanggaan Bali di mata dunia.

Bukan Hanya Ekonomi, Tapi Juga Ideologi: Arak Bali dan Marhaenisme

Koster menekankan, perjuangan mengangkat derajat Arak Bali bukan perkara mudah. Dulu arak sering dipandang sebelah mata, bahkan dikejar-kejar oleh aparat karena dianggap ilegal.

“Dulu arak diuber-uber, ditahan, diminta bayar ini-itu. Saya berjuang langsung ke Kementerian Dalam Negeri untuk memperjuangkan Pergub ini. Tidak mudah, karena arak masuk dalam daftar negatif investasi,” ujarnya.

Kini, perjuangan tersebut membuahkan hasil. Arak Bali diakui sebagai produk budaya dan kekuatan ekonomi rakyat. Koster bahkan menyebut Mixology Arak Bali sebagai praktik nyata dari ideologi Marhaenisme, yang berpihak pada rakyat kecil.

Bulan Bung Karno: Bali Satu-satunya Provinsi yang Berani

Dalam bagian lain pidatonya, Koster juga menyentil komitmen Bali terhadap nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, hanya Provinsi Bali yang dengan tegas dan berani mengatur peringatan Bulan Bung Karno dalam bentuk Peraturan Gubernur.
“Provinsi lain jujur aja gak punya. Baru Bali yang berani tegas dan jelas mengangkat Bulan Bung Karno,” tegasnya.

Koster menekankan bahwa penghormatan kepada Bung Karno bukanlah urusan partai, melainkan bagian dari penghargaan terhadap sejarah bangsa.
“Bung Karno bukan milik PDI Perjuangan. Bung Karno adalah milik bangsa Indonesia. Sepantasnya dimuliakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan Taman Bung Karno di berbagai daerah di Bali bukan atas instruksi partai atau ketua umum, melainkan dorongan moral dan ideologis sebagai rakyat Indonesia.

Kebijakan Kultural, Ekonomi Kerakyatan, dan Perjuangan Politik

Pidato Gubernur Bali Wayan Koster pada momen ini menggambarkan sinergi kuat antara kebijakan kultural, penguatan ekonomi lokal, dan keberanian politik. Melalui Arak Bali dan Bulan Bung Karno, Bali menegaskan posisinya sebagai provinsi yang berdiri kokoh di atas pondasi budaya, ideologi, dan rakyat.

“Itulah cara kita memuliakan peran dan jasa penting dari Bung Karno,” tutup Koster, menyiratkan bahwa Bali akan terus menjadi garda depan dalam menjaga warisan dan martabat bangsa. (kbs)

 

Berita Lainnya

Berita Terkini