Foto: Ketua Kadin Bali periode 2025–2030, Made Ariandi.
Badung, KabarBaliSatu
Terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Kadin Bali periode 2025–2030, Made Ariandi menegaskan komitmennya menjadikan organisasi pengusaha ini sebagai motor penggerak ekonomi Bali, terutama melalui penguatan sektor UMKM. Penegasan itu ia sampaikan usai Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kadin Bali yang digelar di Hotel Aryaduta Kuta, Jumat (12/12/2025).
Ariandi menegaskan bahwa Kadin Bali ke depan akan memperkuat sinergi dengan Kadin Indonesia agar seluruh program di daerah selaras dengan kebijakan nasional. Ia menjelaskan bahwa komunikasi antara dua level organisasi tersebut menjadi kunci untuk memastikan arah kerja yang sejalan, terutama dalam memanfaatkan program pemerintah senilai Rp200 triliun yang disiapkan Kementerian Keuangan.
Dari total sekitar 440 ribu pelaku UMKM di Bali, dana tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menghidupkan kembali sektor usaha mikro kecil yang saat ini berada dalam kondisi paling berat.
“Kita berkomunikasi dengan KADIN Indonesia, sehingga harus kita selaraskan dengan program-program KADIN. Terkait program pemerintah sebesar Rp200 triliun, dari total 440 ribuan UMKM yang kemarin dibahas, potensi dari dana Rp200 triliun yang disiapkan Menteri Keuangan itu bisa dipakai untuk menghidupkan kembali teman-teman UMKM yang kondisinya paling berat,” ujarnya.
Menurut Ariandi, Kadin Bali harus memiliki perspektif baru dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah. Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir adaptif di kalangan anggota, dengan menempatkan tantangan sebagai bagian wajar dari aktivitas usaha sehari-hari. Menurutnya, organisasi tidak boleh memposisikan tantangan sebagai hambatan, melainkan sebagai dorongan untuk terus bergerak. Ia menegaskan bahwa orientasi Kadin Bali kini harus berangkat dari kepentingan besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita tanamkan bahwa KADIN ke depan tidak boleh melihat tantangan sebagai hambatan. Setiap pagi pasti ada tantangan, itu hal biasa. Yang penting, kita yakini bahwa kini kita harus berangkat untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Untuk memperkuat dukungan terhadap UMKM, Ariandi menuturkan bahwa Kadin Bali telah menyiapkan pendekatan yang lebih sistematis dan konkret. Ia mengungkapkan bahwa Kadin telah menjalin komitmen dengan sejumlah bank BUMN untuk memastikan pembiayaan UMKM berjalan lebih efektif.
“Untuk program penguatan UMKM, KADIN memang menyiapkan langkah khusus supaya benar-benar bisa menjadi rumah bersama bagi UMKM. Saya sudah ada janji dengan BRI, Mandiri, dan BNI. Itu dalam rangka menjalankan mandatori 30% dari Rp200 triliun, bukan angka yang harus disalurkan, tetapi memastikan bahwa porsi pembiayaan untuk UMKM benar-benar berjalan,” pungkasnya.
Dengan terpilihnya kembali Made Ariandi, Kadin Bali memasuki periode baru dengan agenda yang lebih terstruktur dan fokus pada pemulihan serta penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui sinergi nasional, percepatan akses pembiayaan, dan dorongan terhadap pola pikir adaptif di kalangan pelaku usaha, Kadin Bali menargetkan hadir sebagai institusi yang bukan hanya menaungi, tetapi juga menggerakkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Harapannya, langkah-langkah strategis yang dipersiapkan Ariandi mampu menjadi mesin baru yang mendorong kebangkitan ekonomi Bali dalam lima tahun mendatang. (kbs)

