Foto: Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, I Gusti Ngurah Kesuma Alit Kelakan, bergerak cepat membantu korban banjir bandang yang melanda Kota Denpasar.
Denpasar, KabarBaliSatu
Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, I Gusti Ngurah Kesuma Alit Kelakan, bergerak cepat membantu korban banjir bandang yang melanda Kota Denpasar. Begitu mendapat kabar bencana, Alit Kelakan langsung terbang dari Jakarta menuju Bali untuk meninjau lokasi terdampak dan turun langsung memimpin aksi pembersihan.
Setibanya di Denpasar, Alit Kelakan langsung menuju kawasan Jalan Pulau Biak II dan Jalan Bukit Barisan, dua titik yang mengalami kerusakan paling parah. Dengan mengerahkan alat berat berupa bego dan bantuan dari dinas pemadam kebakaran, ia memimpin pembersihan jalan-jalan yang tertutup lumpur dan sampah agar warga bisa kembali beraktivitas.
“Langkah pertama yang saya lakukan adalah menata kembali jalan-jalan dan lingkungan terdampak. Banjir kemarin cukup parah, air bahkan sempat mencapai ketinggian 1,5 hingga 2 meter di beberapa titik, membawa lumpur dan sampah ke permukiman. Kami melakukan pembersihan besar-besaran dengan bantuan alat berat (bego) dan pemadam kebakaran agar akses jalan segera pulih. Saya langsung ke lapangan bersama masyarakat, gotong royong, untuk membantu,” ujar Alit Kelakan.
Tak hanya memimpin pembersihan, Alit Kelakan juga menyerahkan bantuan darurat berupa sembako, kasur, perlengkapan tidur, dan kebutuhan memasak kepada warga yang rumahnya rusak atau perabotannya hanyut. “Banyak warga yang rumahnya rusak, pakaian dan perabotan hanyut, bahkan tidak bisa memasak. Saya membantu sebisanya, seperti menyediakan kasur, sembako, dan kebutuhan pokok lainnya agar mereka bisa kembali beraktivitas sehari-hari. Nanti saya akan terus pantau beberapa titik yang memang harus kita atensi terus menerus,” katanya.
Pembersihan dilakukan secara bertahap, terutama di sepanjang aliran Sungai Tukad Badung dan Jalan Pulau Biak yang sempat terendam hingga setinggi dua meter. Alit Kelakan menegaskan bahwa kesehatan lingkungan menjadi prioritas berikutnya pascabanjir. “Setelah banjir surut, potensi penyakit rawan muncul akibat air kotor dan sampah yang terbawa ke rumah-rumah. Saya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar tim medis segera turun melakukan pengecekan kesehatan masyarakat serta melakukan penyemprotan dan pembersihan lanjutan,” jelasnya.
Politisi senior PDI Perjuangan ini juga mengapresiasi respon pemerintah daerah yang dinilainya cukup sigap meski harus menghadapi banyak titik genangan. “Pemerintah saya lihat sudah sigap. Karena banyaknya titik yang harus ditanggulangi, tentu membutuhkan waktu. Kita tidak bisa hanya menunggu pemerintah, harus ada inisiatif kita juga,” tegasnya.
Gerak cepat Alit Kelakan bersama masyarakat menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga. Dengan gotong royong dan dukungan peralatan yang memadai, akses jalan mulai terbuka dan aktivitas warga perlahan kembali normal. (kbs)

