Foto: Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Partai Gerindra, Ketut Ngurah Aryawan mengawal pendistribusian perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 8 Padangsambian, Senin, 19 Januari 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
Di halaman dan ruang-ruang kelas SD Negeri 8 Padangsambian, pagi itu terasa berbeda. Senin, 19 Januari 2026, bukan sekadar awal pekan bagi ratusan siswa di Denpasar Barat, Kota Denpasar. Di sana, aroma makanan hangat menyatu dengan tawa anak-anak, menghadirkan harapan tentang masa depan yang sedang ditumbuhkan pelan-pelan—melalui sepiring Makan Bergizi Gratis.

Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Partai Gerindra, Ketut Ngurah Aryawan, kembali menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Ia turun langsung menyaksikan pendistribusian dan pelaksanaan perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, di SDN 8 Padangsambian.

Kehadiran Ngurah Aryawan disambut hangat oleh pihak sekolah dan siswa. Pembagian MBG turut disaksikan Plt Kepala SDN 8 Padangsambian Ni Made Suniarsih, S.Pd, serta Kepala SPPG Kota Denpasar Barat Padangsambian I Made Pradnyarinata Seputra. Suasana penuh antusiasme terlihat jelas ketika anak-anak menerima menu makanan yang variatif, menggugah selera, dan disusun dengan standar gizi seimbang. Dalam hitungan menit, piring-piring itu bersih—tanda rasa lapar dan bahagia bertemu di saat yang sama.

Sebelum menyantap hidangan, para siswa didampingi para guru kompak menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo. Sebuah ungkapan tulus atas program yang bukan hanya memberi makanan, tetapi juga harapan: mencetak generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.
Bagi Ngurah Aryawan, kehadirannya bukan seremoni. Ia menegaskan bahwa pengawalan langsung ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan politik.
“Program Makan Bergizi Gratis harus kita perjuangkan, kita dorong, dan kita awasi sampai ke titik penerima manfaat. Ini adalah harapan besar Bapak Presiden Prabowo. Sebagai kader Partai Gerindra, kami wajib menjadi pelopor pengawalan program ini agar benar-benar terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap, dalam sepuluh tahun ke depan, dampak program ini akan terlihat nyata pada kecerdasan dan ketangguhan generasi muda Indonesia. Targetnya jelas: pada 2026, pelaksanaan MBG di Kota Denpasar dapat mencapai 100 persen.
Lebih dari itu, Ngurah Aryawan mengaku merasakan kebanggaan tersendiri melihat antusiasme anak-anak.
“Di tengah krisis kepercayaan hari ini, ternyata MBG bukan sekadar wacana. Program ini nyata, hadir di depan mata adik-adik kita. Di Padangsambian Kaja, sekolah-sekolah sudah 100 persen mendapatkan MBG. Ini harus terus kita dorong,” kata Anggota Komisi I DPRD Denpasar itu.

Namun, ia juga menegaskan pentingnya pengawasan ketat, terutama soal kualitas makanan. Menurutnya, urusan pangan tidak boleh main-main. Jika terjadi pelanggaran, ia menegaskan siap mendorong penindakan hukum terhadap pengelola yang lalai.

Sementara itu, Kepala SPPG Kota Denpasar Barat Padangsambian, I Made Pradnyarinata Seputra, menjelaskan bahwa pihaknya mendistribusikan 575 porsi MBG di SDN 8 Padangsambian. Seluruh proses, katanya, telah mengikuti SOP dari Badan Gizi Nasional.
“Semua berjalan lancar. Menu setiap hari akan berbeda. Kami pastikan standar keamanan dan kebersihan terjaga,” ujarnya.

Plt Kepala SDN 8 Padangsambian, Ni Made Suniarsih, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Hari pertama MBG berjalan lancar dan disambut antusias oleh 542 siswa dari 17 rombongan belajar, baik shift pagi maupun siang.
“Anak-anak jadi belajar makan sehat, belajar makan sayur. Datangnya juga lebih awal dari jadwal. Bersih, rapi, dan tertata,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Ngurah Aryawan yang dinilainya responsif dan merakyat. “Beliau selalu hadir, mendengar keluh kesah kami, dan membantu sesuai prosedur. Harapan kami, beliau terus mengawal pendidikan di SD 8 agar semakin maju,” ujarnya.

Di antara suara sendok dan piring yang beradu, hari itu terselip pesan sederhana namun mendalam: negara hadir melalui sepiring makanan bergizi.
Dan di Padangsambian, harapan itu dijaga—oleh anak-anak yang tersenyum, guru yang mengabdi, dan wakil rakyat yang memilih untuk turun langsung, memastikan janji tak berhenti sebagai kata.(kbs)

