BerandaDaerahAkselerasi Posyandu Era Baru, TP Posyandu Denpasar Komit Terapkan 6 Standar Pelayanan...

Akselerasi Posyandu Era Baru, TP Posyandu Denpasar Komit Terapkan 6 Standar Pelayanan Minimal

Sinergi Provinsi dan Kota Perkuat Peran 6.274 Kader di 459 Kelompok Melalui Aksi Sosial "Membina dan Berbagi"

Foto: Ketua TP Posyandu Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menghadiri kegiatan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” TP Posyandu Provinsi Bali di Balai Banjar Bun, Kecamatan Denpasar Timur dan Balai Banjar Kelod, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan, Senin (7/9/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Denpasar menyatakan komitmennya untuk mendukung akselerasi transformasi Posyandu menuju Posyandu Era Baru berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Sinergi ini diperkuat melalui kehadiran Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dalam mendorong implementasi 6 SPM di tingkat tapak.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dalam kegiatan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” TP Posyandu Provinsi Bali yang digelar di dua lokasi, yakni Balai Banjar Bun, Kecamatan Denpasar Timur, dan Balai Banjar Kelod, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan, pada Senin (7/9/2026).

Dalam laporannya, Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang didampingi Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan bahwa kegiatan ini menyasar 105 kader Posyandu 6 SPM. Jumlah tersebut terdiri dari 30 kader asal Kelurahan Dangin Puri dan 75 kader asal Kelurahan Renon.

Pada kesempatan tersebut, bantuan diserahkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kepada para kader posyandu. Bagi 30 kader yang berasal dari 7 Lingkungan (7 Posyandu) di Kelurahan Dangin Puri, tiap orang menerima paket bantuan mencakup 30 kg beras, 2 krat (60 butir) telur, dan 2 kotak susu. Secara keseluruhan, total bantuan untuk Kelurahan Dangin Puri berjumlah 3.150 kg beras, 210 krat (6.300 butir) telur, dan 210 kotak susu.

Sementara di Kelurahan Renon, bantuan diserahkan kepada 75 orang kader posyandu dari 5 Lingkungan (5 Posyandu). Rincian bantuan per kader serupa, yakni 30 kg beras, 2 krat (60 butir) telur, dan 2 kotak susu. Secara keseluruhan, total bantuan yang diserahkan di Kelurahan Renon mencakup 2.250 kg beras, 150 krat (4.500 butir) telur, serta 150 kotak susu.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan, perhatian, dan bimbingan dari Ketua TP Posyandu Provinsi Bali. Pembinaan ini penting agar kader semakin memahami tugas dan fungsinya dalam menjalankan layanan Posyandu 6 SPM secara optimal di tengah masyarakat,” kata Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Ia menambahkan, Kota Denpasar saat ini telah memiliki 459 kelompok Posyandu 6 SPM yang tersebar di 27 desa dan 16 kelurahan, di mana seluruh kelompok telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Perbekel dan Lurah.

Guna melayani masyarakat pada 6 bidang SPM—yang mencakup kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat—Kota Denpasar didukung oleh 6.274 kader aktif.

Penguatan Posyandu Era Baru di Denpasar ini turut disokong oleh struktur pendampingan yang terdiri dari 4 Tim Pembina Posyandu Kecamatan, 27 Tim Pembina Desa, dan 16 Tim Pembina Kelurahan. Seluruh tim berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melaksanakan sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Denpasar berharap sinergi antara TP Posyandu Provinsi Bali dengan kabupaten/kota dapat terus menginspirasi dan memberi dampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menegaskan bahwa peran Posyandu saat ini telah meluas dan tidak lagi terbatas pada bidang kesehatan semata. Agar memudahkan kader dalam mengingatnya, enam bidang SPM tersebut dirangkum dalam akronim P3K ST, yaitu Pendidikan, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kesehatan, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Ny. Putri Koster turut mendorong para kader untuk memosisikan diri sebagai penghubung antara persoalan yang dihadapi warga dengan kebijakan pemerintah.

“Para kader harus lebih peka dan proaktif melihat kondisi di lapangan, lalu menyampaikannya melalui jalur yang tepat agar bisa ditindaklanjuti,” ucap Ny. Putri Koster. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini