Foto: Advokat muda kelahiran Griya Pemedilan Pemecutan Denpasar Ida Bagus Martha Teja Agastya, S.H., M.H., dipercaya menjadi Ketua DPC PSI Denpasar Barat.
Denpasar, KabarBaliSatu
Langkah pengabdian Ida Bagus Martha Teja Agastya, S.H., M.H. kini memasuki babak baru. Advokat muda yang selama ini dikenal konsisten membela hak-hak masyarakat marjinal itu resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Denpasar Barat. Penunjukan ini menandai pertemuan antara idealisme hukum dan keberanian politik dalam satu garis perjuangan yang sama.
Lebih akrab disapa Gus Martha, sosok kelahiran Griya Pemedilan Pemecutan ini bukan nama asing dalam dunia advokasi hukum. Rekam jejaknya dipenuhi pendampingan kasus-kasus yang menyentuh lapisan masyarakat paling rentan—mulai dari bantuan hukum gratis bagi perempuan dan anak, hingga pembelaan hak masyarakat kecil yang kerap terpinggirkan dalam proses hukum. Dedikasinya menjadikan Gus Martha dikenal sebagai advokat yang tak sekadar paham pasal, tetapi juga peka pada rasa keadilan.
Kini, jalur pengabdian itu diperluas melalui dunia politik. Bergabung dengan PSI—partai yang identik dengan anak muda, gagasan segar, serta semangat progresif—Gus Martha membawa misi yang konsisten: menghadirkan keadilan sosial melalui kebijakan publik. Bagi dia, politik bukan tujuan, melainkan alat untuk memperluas dampak perjuangan.
“Saya berkomitmen dan ingin memberi contoh kepada generasi-generasi muda untuk tidak takut menyuarakan aspirasinya melalui dunia politik meskipun terdapat perbedaan-perbedaan pilihan politik. Hanya dengan masuk ke dalam sistem perpolitikan, kita dapat turut serta mengubah sesuatu yang tidak baik dan berulang menjadi lebih baik,” tegas Gus Martha.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan kuat bagi generasi muda agar tidak apatis terhadap politik. Di tengah stigma negatif dan kejenuhan publik, Gus Martha memilih berdiri di garis depan, menunjukkan bahwa politik bisa menjadi ruang pengabdian yang bermartabat jika dijalani dengan integritas dan keberanian.
Sebagai Ketua DPC PSI Denpasar Barat, Gus Martha telah menetapkan sejumlah fokus perjuangan. Di antaranya, advokasi kebijakan publik terkait fasilitas umum yang inklusif, perlindungan hukum terhadap masyarakat adat, peningkatan literasi hukum bagi generasi muda, serta peran aktif menjembatani aspirasi warga dengan para wakil rakyat di lembaga legislatif. Agenda ini dirancang agar PSI tidak sekadar hadir sebagai partai elektoral, tetapi sebagai mitra nyata masyarakat dalam memperjuangkan hak-haknya.
PSI sendiri dinilai Gus Martha sebagai rumah perjuangan yang sejalan dengan nilai-nilai yang ia yakini. Partai ini memberi ruang bagi anak-anak muda yang visioner, kritis, dan berani menawarkan pembaruan. Dengan latar belakang hukum yang kuat, ia optimistis mampu memperkaya warna perjuangan PSI di tingkat lokal, khususnya di Denpasar Barat.
Penunjukan Gus Martha juga dibaca sebagai sinyal penguatan PSI di basis perkotaan yang dinamis. Kehadirannya diharapkan mampu menjembatani dunia advokasi dan politik praktis, sekaligus membangun kepercayaan publik bahwa partai politik dapat diisi oleh figur-figur muda yang bekerja dengan nurani.
Di tengah tantangan demokrasi dan kebutuhan akan kepemimpinan yang bersih serta berpihak pada rakyat, langkah Gus Martha menjadi penanda penting: bahwa keberanian untuk masuk ke sistem adalah bagian dari perjuangan. Dari ruang sidang ke arena politik, ia membawa satu keyakinan sederhana namun kuat—keadilan harus diperjuangkan, di mana pun jalurnya berada. (kbs)

