BerandaDaerahGelora Sinergi Pengusaha Bali: DPD HIPPI Bali Perkuat Konsolidasi Daerah Menuju Tuan...

Gelora Sinergi Pengusaha Bali: DPD HIPPI Bali Perkuat Konsolidasi Daerah Menuju Tuan Rumah Rakernas 2027

Foto: Kegiatan Roadshow HIPPI Bali yang dipusatkan di STIE Satya Dharma Singaraja, Kabupaten Buleleng.

Buleleng, KabarBaliSatu

Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI) Bali tengah berada di puncak momentum keemasannya. Membawa semangat konsolidasi dan deretan prestasi membanggakan di tingkat nasional, jajaran pengurus DPD HIPPI Bali menggelar rangkaian roadshow strategis ke DPC HIPPI kabupaten/kota se-Bali.

Langkah maraton ini tidak sekadar mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi organisasi, memperkuat database anggota, hingga mematangkan persiapan besar HIPPI Bali sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HIPPI IV Tahun 2027.

Roadshow yang digelar Jumat (30/10/2026) ini dipusatkan di STIE Satya Dharma Singaraja, Kabupaten Buleleng, dengan melibatkan jajaran DPC HIPPI Kabupaten Jembrana dan DPC HIPPI Kabupaten Buleleng.

Selain menjadi ajang konsolidasi internal, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui inovasi pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Dalam kesempatan itu, HIPPI Bali turut meluncurkan dua produk hasil inovasi Eco Campus STIE Satya Dharma Singaraja, yakni Eco Charm dan Eco Wash. Kedua produk tersebut merupakan hasil pengolahan sampah yang dikembangkan menjadi barang bernilai guna sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Eco Charm merupakan aksesori gelang yang dibuat dari limbah tutup botol plastik melalui proses pemilahan, pencacahan, pembentukan, dan pemanasan. Untuk menambah daya tarik, produk ini dikembangkan dengan berbagai variasi desain, mulai dari kombinasi manik-manik, mutiara, inisial nama hingga ornamen penyu.

Sementara itu, Eco Wash merupakan sabun pencuci piring yang memanfaatkan ekstrak kulit jeruk peras dan kulit jeruk nipis. Inovasi ini berangkat dari pemanfaatan limbah kulit jeruk dari stan penjualan minuman yang selama ini kerap dibuang begitu saja. Melalui kedua produk tersebut, mahasiswa ingin membuktikan bahwa limbah plastik maupun organik dapat diolah menjadi produk bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Ketua DPD HIPPI Provinsi Bali, Gung Tini Gorda, mengatakan roadshow tersebut merupakan bagian dari program kerja Organisasi, Keanggotaan, dan Kemitraan (OKK) HIPPI Bali. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II dan Rakernas III HIPPI yang belum lama ini dilaksanakan di Jakarta.

Menurutnya, terpilihnya Bali sebagai tuan rumah Rakernas HIPPI ke-IV Tahun 2027 membuat konsolidasi organisasi menjadi agenda penting. Melalui roadshow, DPD HIPPI Bali ingin menyampaikan hasil-hasil keputusan Rakerda dan Rakernas sekaligus menyatukan langkah seluruh jajaran organisasi dalam menyambut agenda nasional tersebut.

“Roadshow ini merupakan bagian dari program kerja OKK. Setelah mengikuti Rakernas III di Jakarta dan melaksanakan Rakerda II, kami merasa perlu turun langsung ke DPC untuk menyampaikan hasil-hasil pertemuan tersebut. Apalagi, Bali dipercaya menjadi tuan rumah Rakernas ke-IV tahun 2027. Karena itu, konsolidasi internal menjadi bagian penting dari persiapan menuju Rakernas,” ungkap Gung Tini.

Memasuki tahun keempat kepemimpinannya di HIPPI Bali, Gung Tini menilai penguatan organisasi perlu terus dilakukan, terutama untuk memastikan seluruh pengurus memahami visi, misi, serta landasan organisasi.

Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), mekanisme keanggotaan, tugas dan tanggung jawab pengurus, hingga penyesuaian struktur organisasi berdasarkan nomenklatur yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HIPPI.

Menurutnya, pemahaman tersebut harus dimiliki hingga tingkat DPC agar organisasi dapat bergerak dengan arah yang sama dan keberadaan HIPPI semakin dikenal masyarakat di seluruh Bali.

“Kami ingin memperkuat kembali komitmen awal bagaimana HIPPI Bali dibentuk dan seperti apa visi organisasinya. Termasuk bagaimana menjalankan organisasi sesuai AD/ART, memahami hak dan kewajiban anggota, serta tugas masing-masing pengurus. Hal-hal ini perlu kami jelaskan kepada DPC agar mereka semakin memahami organisasi dan mampu menyosialisasikan keberadaan HIPPI di daerah masing-masing,” jelasnya.

Saat ini, kepengurusan DPC HIPPI telah terbentuk di sembilan kabupaten/kota di Bali. Untuk sementara, struktur kepengurusan di tingkat DPC difokuskan pada Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB), serta bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kemitraan (OKK).

Gung Tini menyebutkan, komposisi tersebut telah dikomunikasikan dengan pengurus pusat agar dapat menjadi format sementara bagi DPC di Bali. Meski struktur DPC dibuat lebih sederhana, DPD HIPPI Bali tetap memiliki 11 nomenklatur kepengurusan untuk menjalankan fungsi organisasi secara lebih luas.

Ia optimistis pengurus DPC tetap mampu menjalankan visi dan misi HIPPI, termasuk mendukung visi DPP dalam membangun ekosistem UMKM serta visi DPD HIPPI Bali menjadikan Pulau Dewata sebagai pusat ekonomi hijau.

“Yang terpenting, para ketua DPC memahami visi HIPPI, AD/ART, serta hak dan kewajiban sebagai anggota maupun pengurus. Dengan pemahaman itu, mereka bisa menyosialisasikan HIPPI dan mengembangkan organisasi di wilayah masing-masing,” katanya.

Selain membahas konsolidasi organisasi, roadshow di Buleleng juga diisi dengan sosialisasi hasil Rakernas III, termasuk memperkenalkan Mars dan Hymne HIPPI. Menurut Gung Tini, kedua lagu tersebut bukan sekadar identitas organisasi, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan memperkuat ikatan antarpengurus serta anggota.

Menariknya, pertemuan tersebut turut membuka peluang kerja sama bisnis atau business matching, khususnya pada sektor pertanian dan rempah-rempah.

Salah satu potensi yang mencuat adalah cabai Jawa atau dikenal masyarakat Bali dengan sebutan tabia bun. Komoditas ini dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah, terutama di Kabupaten Jembrana dan Buleleng.

Gung Tini melihat sektor agro dan rempah-rempah sebagai kekuatan ekonomi yang dapat dikembangkan oleh kedua daerah tersebut. Potensi ini juga sejalan dengan upaya HIPPI Bali mendorong pertumbuhan ekonomi hijau berbasis sumber daya dan keunggulan lokal.

“Kami memilih STIE Satya Dharma sebagai tempat konsolidasi. Selain menyampaikan hasil Rakernas, kami juga menyosialisasikan Mars dan Hymne HIPPI untuk memperkuat bonding dan semangat bergerak bersama. Dari pertemuan itu juga muncul peluang business matching, salah satunya terkait cabai Jawa atau tabia bun. Ini menjadi potensi Jembrana dan Buleleng, terutama dari sektor agro dan rempah-rempah, yang bisa dikembangkan untuk mempercepat terwujudnya ekonomi hijau,” pungkasnya.

Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPD HIPPI Bali, Tiwi Tjandra, menjelaskan bahwa agenda roadshow ini dirancang komprehensif untuk mendekatkan program pusat dan daerah, sekaligus memperkenalkan identitas baru organisasi kepada para kader di akar rumput.

“Roadshow ini adalah langkah awal kita untuk berkenalan, memberikan informasi detail mengenai keanggotaan, struktur kepengurusan, nomenklatur, hingga capaian gemilang kita pada Rakernas di Jakarta,” ujar Tiwi Tjandra.

Rangkaian acara yang sarat kebersamaan ini diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris Umum (Sekum), dilanjutkan doa bersama, serta arahan penuh motivasi dari Ketua Umum DPD HIPPI Bali. Sesi inti diisi dengan pemaparan mendalam dari bidang OKK yang meliputi iuran keanggotaan, pemutakhiran database anggota, hingga pemutaran Hymne dan Mars HIPPI yang membakar semangat nasionalisme para pengusaha pribumi.

Momentum semakin terasa khidmat tatkala Sekum menyerahkan Surat Keputusan (SK) dan bendera pataka kepada pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) setempat, disertai penyerahan AD/ART oleh OKK, serta penyematan PIN HIPPI secara simbolis oleh Ketum DPD HIPPI Bali.

Kiprah cemerlang DPD HIPPI Bali di kancah nasional memang patut diacungi jempol. Pada ajang Rakernas sebelumnya, DPD HIPPI Bali sukses memboyong dua penghargaan bergengsi tingkat nasional sekaligus, yakni DPD dengan Inovasi Program Unggulan dan DPD Teraktif Nasional.

Tidak hanya itu, apresiasi tinggi juga disematkan kepada figur-figur penggerak ekonomi daerah yang dinilai sukses menginspirasi. Ibu Dewa Ayu Supartini (Ketua Umum DPC HIPPI Bangli) dinobatkan sebagai Tokoh Perempuan Tangguh, dan Anak Agung Gede Agung Wedhatama (Petani Muda Keren) diganjar penghargaan sebagai Tokoh Muda Inspiratif.

“Mereka sangat antusias, menghargai, dan bangga menjadi bagian dari HIPPI karena melihat prestasi kita yang diakui secara nasional,” ungkap Tiwi, menggambarkan sambutan hangat para anggota di daerah.

Penetapan DPD HIPPI Bali sebagai tuan rumah Rakernas IV Tahun 2027 menjadi magnet utama dalam setiap kunjungan konsolidasi ini. Agenda nasional tersebut dipandang sebagai momentum emas untuk memperkuat koordinasi, merajut sinergi lintas daerah, dan menunjukkan kesiapan total Bali di mata pengusaha nasional.

“Ini momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi. Dari jauh hari kita roadshow supaya kita bergandengan tangan menyukseskan Rakernas keempat nanti,” tegasnya.

Ketua Umum DPC HIPPI Buleleng, Alfrieds Agustinus, menjelaskan bahwa kegiatan roadshow ini menjadi ruang penting bagi kepengurusan tingkat provinsi untuk turun langsung mendengarkan aspirasi serta tantangan riil yang dihadapi para pelaku usaha di daerah.

“DPD turun bukan saja sekadar untuk mengecek dan berkoordinasi, tetapi juga langsung mendengar dan menerima masukan, baik program maupun perkembangan organisasi ke depan,” ujar Alfrieds.

Menyelaraskan visi HIPPI Bali sebagai pusat ekonomi hijau (green economy center), DPC HIPPI Buleleng mengambil langkah konkret dengan mengawal isu strategis terkait alih fungsi lahan sawah yang masif. Alfrieds memaparkan, berdasarkan data riset, penurunan luas lahan sawah dalam beberapa tahun terakhir turut berdampak signifikan terhadap peningkatan suhu mikro di Bali.

Sebagai solusi nyata, HIPPI Buleleng secara konsisten mendampingi para petani lokal dalam pengembangan sistem pertanian sawah organik ramah lingkungan. Langkah ini dinilai krusial untuk memulihkan kesuburan tanah yang selama puluhan tahun bergantung pada pupuk kimia.

Kendati demikian, pengembangan beras sehat berlabel lokal ini masih menghadapi tantangan klasik di tingkat konsumen. Dengan selisih harga sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram dibanding beras konvensional bersubsidi kimia, produk hasil jerih payah petani Bali kerap dinilai lebih mahal oleh sebagian masyarakat.

“Selisih Rp2.000 itu kembali kepada petaninya untuk membeli pupuk dan merawat tanah Bali. Mari dukung produk lokal yang diproduksi dan diolah oleh tenaga kerja Bali sendiri,” tegas Alfrieds.

Senada dengan Buleleng, Ketua Umum DPC HIPPI Jembrana, I Kade Rondi Ginawan, mengungkapkan bahwa pihaknya berfokus mengangkat potensi unggulan daerah, khususnya sektor pertanian dan pariwisata, melalui semangat sinergi “Pang Pade Payu”.

Di sektor pertanian, DPC HIPPI Jembrana berupaya memangkas rantai pasok yang selama ini dikuasai tengkulak dengan membuka jalur distribusi yang lebih adil serta memfasilitasi akses permodalan lunak bagi para petani mitra.

“Harapan kami, HIPPI bisa menjadi wadah bagi pengusaha pribumi untuk berkembang, berkarya, dan mewujudkan perekonomian yang lebih baik ke depannya,” kata Rondi.

Setelah sukses menyapa para pengurus dan anggota di wilayah Buleleng dan Jembrana, rangkaian roadshow DPD HIPPI Bali dipastikan akan terus berlanjut ke seluruh kabupaten/kota di Pulau Dewata. Sesuai jadwal, berikutnya akan mengarah ke Kabupaten Bangli pada 13 November mendatang. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini