BerandaDaerahTidak Ada Antrean di SPBU, Distribusi BBM Bali Normal dan Lancar, Demer...

Tidak Ada Antrean di SPBU, Distribusi BBM Bali Normal dan Lancar, Demer Tegaskan Kendala Teknis Distribusi Tak Boleh Terulang

Apresiasi Langkah Cepat Menteri ESDM dan Pertamina Tambah Armada Kapal Logistik dan Perpanjang Cadangan BBM Bersubsidi Bali Jadi 18 Hari

Foto: Ilustrasi suasana SPBU di Bali yang kembali normal tanpa antrean kendaraan. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, mengapresiasi langkah cepat Menteri ESDM dan Pertamina dalam menambah armada kapal logistik serta memperpanjang cadangan BBM bersubsidi di Bali menjadi 18 hari. Demer menegaskan, kendala teknis distribusi BBM tidak boleh terulang.

Denpasar, KabarBaliSatu

Kondisi antrean kendaraan di sejumah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali kini mulai terurai dan berangsur normal. Pulihnya pasokan BBM di Pulau Dewata mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Gde Sumarjaya Linggih, yang akrab disapa Demer.

Demer yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bali itu mengapresiasi penanganan cepat dari PT Pertamina (Persero), Kementerian ESDM, serta Pemerintah Daerah yang bergerak sigap mengurai kelangkaan BBM di lapangan.

Wakil rakyat yang berlatar belakang pengusaha sukses dan mantan Ketua Umum Kadin Bali ini menekankan bahwa gangguan pasokan energi di Bali tidak boleh terulang kembali. Menurutnya, stabilitas pasokan BBM merupakan aspek vital bagi kelangsungan ekonomi dan citra Bali di mata internasional.

“Kondisi tersebut jangan sampai terulang kembali mengingat Bali merupakan tempat kunjungan wisata dunia. Ini adalah ujung tombak daripada pariwisata Bali. Kalau nanti orang tidak mau kembali, bagaimana dengan daerah-daerah lain lagi yang sangat tergantung dengan keberadaan turis di Bali,” ujar politisi yang kini menjabat Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI tersebut ditemui Jumat 23 Oktober 2026.

Sebelumnya, penurunan cadangan BBM sempat memicu antrean panjang kendaraan di SPBU sejak Senin (12/10/2026). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau langsung operasional PT Pertamina Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, pada Senin (19/10/2026) guna memastikan penanganan hambatan distribusi berjalan cepat.

Bahlil mengungkapkan, secara nasional ketahanan BBM berada pada posisi aman, di mana cadangan Pertalite (RON 90) berkisar 16–18 hari dan BBM jenis lain di atas 20 hari. Namun, kendala teknis rantai pasok sempat menekan stok di Bali hingga tersisa 3 sampai 4 hari akibat keterlambatan armada kapal dari Jawa.

Menanggapi kendala teknis tersebut, Demer yang telah berpengalaman lima periode duduk di DPR RI menjelaskan bahwa krisis BBM kemarin murni disebabkan oleh persoalan teknis distribusi, bukan karena kelangkaan stok nasional.

“Ini kesalahan teknis sebenarnya. Makanya kemarin waktu rapat dengan Pak Menteri, dicek semuanya kesalahannya ada di mana sebenarnya ini. Karena stok secara nasional itu ada 16 hari. Kalau seperti di Kalbar kejadiannya karena air sungai turun sehingga kapal tidak bisa lewat.Kalau di Bali ya itu katanya ada kendala jangkar kapal,” ungkap politisi senior Partai Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng tersebut.

Guna mengatasi persoalan ini secara permanen, Kementerian ESDM bersama Pertamina mengambil langkah intervensi cepat. Armada logistik laut ditambah dari 3 menjadi 7 kapal untuk mempercepat pengiriman. Selain itu, target cadangan minimum BBM Bali ditingkatkan dari yang sebelumnya 11–12 hari menjadi 15 hari.

Langkah strategis ini disokong oleh dua fasilitas storage utama di Bali, yaitu Integrated Terminal (IT) Manggis di Karangasem dan Fuel Terminal Sanggaran di Denpasar.

Seiring berjalannya intervensi tersebut, Demer optimistis krisis BBM di Bali telah teratasi secara menyeluruh dan tidak akan menjadi ancaman bagi masyarakat maupun wisatawan di masa mendatang.

“Pak Menteri sudah mengkoordinasikan dan meminta untuk Bali ditambah lagi stoknya. Saya rasa tidak ada lagi krisis BBM di Bali karena sudah ditambah stoknya dari 11 menjadi 15 hari. Dengan penambahan hari stok dan perbaikan distribusi, tidak ada lagi cerita krisis BBM di Bali,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini