BerandaPolitikKetum Golkar Bahlil Lantik Pengurus Golkar se-Bali, Gong Perdamaian Dunia Jadi Saksi...

Ketum Golkar Bahlil Lantik Pengurus Golkar se-Bali, Gong Perdamaian Dunia Jadi Saksi Soliditas Partai Beringin di Pulau Dewata

Dipimpim Demer, Golkar Bali Lebih Fresh! Pengurus Didominasi Gen Z dan Perempuan

Foto: Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia secara resmi melantik jajaran pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali sekaligus pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali di onumen Gong Perdamaian Dunia di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Senja belum sepenuhnya turun ketika Monumen Gong Perdamaian Dunia di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, menjadi saksi sebuah peristiwa penting bagi keluarga besar Partai Golkar di Bali, Sabtu (3/10/2026).

Di tempat yang menyimpan pesan universal tentang perdamaian itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia secara resmi melantik jajaran pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali sekaligus pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali.

Ribuan kader Partai Beringin datang dari berbagai penjuru Pulau Dewata. Mereka memenuhi kawasan pelantikan dengan warna kebesaran Golkar. Ada semangat, ada tawa, ada tepuk tangan yang pecah berkali-kali. Namun di balik kemeriahan itu, terselip satu pesan yang terasa kuat: Golkar Bali ingin menatap masa depan dengan langkah yang lebih rapat dan barisan yang lebih solid.

Pelantikan tersebut dihadiri langsung Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer bersama jajaran pengurus. Para Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali juga hadir kompak bersama jajaran masing-masing.

Ketua Panitia Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali dan DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau Gung Cok, menyampaikan rasa syukurnya karena agenda yang telah beberapa kali tertunda akhirnya dapat terlaksana.

Dengan gaya khasnya, Gung Cok bahkan berseloroh bahwa kepanitiaan pelantikan ini mungkin menjadi salah satu kepanitiaan terlama.

“Ini panitia terlama. Dibentuk bersamaan dengan Panitia HUT Partai Golkar pada Oktober tahun lalu,” ujarnya.

Tawa pun mengiringi cerita tersebut. Tetapi di balik kelakar itu ada perjalanan panjang yang akhirnya menemukan titik akhirnya pada sebuah sore di Gong Perdamaian Dunia.

Gong Perdamaian dan pesan Golkar Bali

Pemilihan lokasi pelantikan bukan sekadar perkara tempat. Monumen Gong Perdamaian Dunia dipilih karena menyimpan simbol yang dianggap sejalan dengan semangat Golkar Bali: perdamaian.

Bagi Gung Cok, perdamaian bukan hanya pesan yang dipajang pada sebuah monumen, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam perjalanan politik.

“Kenapa lokasi pelantikan di Monumen Gong Perdamaian Dunia? Maknanya Golkar Bali menjunjung tinggi perdamaian dan terdepan mewujudkan perdamaian itu,” kata Gung Cok yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali.

Dari tempat itu, Golkar Bali menegaskan komitmennya untuk ikut menjaga suasana damai dari Pulau Dewata.

Sebuah gong yang diam menjadi simbol. Namun sore itu, pesan yang dibawanya terasa hidup: bahwa politik tidak selalu harus tentang pertarungan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga ruang bersama agar tetap teduh.

1.400 Kader Memadati Gong Perdamaian Dunia

Pelantikan juga menjadi panggung yang memperlihatkan wajah Golkar Bali dari berbagai lapisan.

Sebanyak 1.400 orang hadir, mulai dari pengurus tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

“Yang hadir 1.400 orang dari pengurus desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi,” kata Demer.

Antusiasme kader terlihat sejak rangkaian acara dimulai hingga berakhir. Mereka datang bukan hanya sebagai pengurus, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar partai yang ingin menyaksikan langsung momentum konsolidasi organisasi tersebut.

Kepadatan itu sekaligus memperlihatkan bahwa pelantikan tidak hanya menjadi seremoni administratif. Ia berubah menjadi ruang perjumpaan kader dari berbagai tingkatan.

Di sela-sela kegiatan, sejumlah pelaku UMKM juga mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk mereka. Stand-stand UMKM tampak ramai didatangi peserta.

Bagi para pelaku usaha, keramaian ribuan kader menjadi berkah tersendiri. Produk lokal mendapat panggung, sementara kegiatan politik memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk ikut bergerak.

“Hari yang terang, hati juga terang”

Demer yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali itu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya melihat pelantikan akhirnya terlaksana dan dihadiri langsung Bahlil Lahadalia bersama Sekretaris DPP Partai Golkar Sarmuji.

Kehadiran jajaran elite partai itu menjadi energi tersendiri bagi Golkar Bali.

Secara tidak langsung, momentum tersebut juga turut dihadiri enam menteri Kabinet Presiden Prabowo yang merupakan kader Golkar.

Bagi Demer, kehadiran tokoh-tokoh tersebut membuat hari pelantikan terasa semakin istimewa.

“Rasa gembira di hari yang terang, hati juga terang,” kata Demer yang juga Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.

Kalimat itu seperti menjadi simpul dari seluruh suasana yang tercipta sore tersebut.

Ada rasa lega setelah perjalanan panjang. Ada kebanggaan melihat kader berkumpul. Dan ada harapan agar struktur baru yang telah dilantik mampu membawa organisasi melangkah ke depan.

47 milenial dan Gen Z dalam kepengurusan

Di hadapan Bahlil, Demer juga menegaskan bahwa Golkar Bali memiliki kepengurusan yang solid dengan keterlibatan generasi muda yang cukup besar.

Dalam komposisi Kepengurusan DPD Partai Golkar Provinsi Bali Periode 2025–2030 hasil perubahan, terdapat 108 pengurus.

Dari jumlah tersebut, 47 orang atau 43,52 persen berasal dari kalangan milenial dan Gen Z. Sementara keterwakilan perempuan mencapai 37 orang atau 34,26 persen.

Komposisi itu menunjukkan adanya penyegaran organisasi melalui masuknya lebih banyak generasi muda dan perempuan ke dalam struktur kepengurusan.

Bagi Golkar Bali, komposisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus menjawab kebutuhan zaman yang bergerak semakin cepat.

“Golkar Bali solid, Tum. Ada 108 pengurus. Ada 47 Gen Z, 37 persen perempuan,” tegas Demer di hadapan Bahlil.

Namun Demer menyadari, jumlah kader yang besar juga berarti tidak seluruhnya dapat masuk dalam struktur kepengurusan.

“Karena lebih dari 100, ada kader tidak bisa masuk perahu lagi. Perahu Golkar ini harus melaju ke depan. Tidak boleh ada yang mendayung ke belakang,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan pesan tentang arah perjalanan organisasi: menjaga kekompakan tanpa kehilangan keberanian untuk bergerak.

Empat kekuatan: orang, jaringan, digital dan logistik

Demer kemudian menyampaikan bahwa Golkar Bali berupaya mengikuti arahan DPP dalam memperkuat organisasi.

Ia menyebut sejumlah hal yang menjadi perhatian, mulai dari sumber daya manusia, jaringan, pembenahan manajemen berbasis digital hingga logistik.

“Ikuti arahan DPP, ada orang, ada jaringan, manajemen perbaiki berbasis digital, ada logistik,” kata Demer.

Menurutnya, logistik merupakan salah satu unsur penting dalam kerja organisasi dan kegiatan politik.

“Logistik ini kadang-kadang jadi penentu kemenangan. Logistik di Bali kurang, mohon dukungan DPP,” ungkapnya.

Permintaan itu disampaikan terbuka di hadapan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Pelantikan pun akhirnya bukan sekadar prosesi pengukuhan nama-nama dalam struktur organisasi.

Ia menjadi titik temu antara masa lalu dan masa depan. Antara kader senior dan generasi muda. Antara struktur partai dan masyarakat yang menjadi ruang pengabdian.

Di Gong Perdamaian Dunia, Golkar Bali memulai babak baru itu dengan pesan yang sederhana: bergerak ke depan, tetap bersama, dan menjaga perdamaian dari Pulau Dewata.

Sore semakin beranjak. Gong tetap berdiri dalam diam.

Tetapi ribuan kader yang pulang dari Kertalangu membawa satu suara yang sama: perahu Golkar harus terus melaju. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini