Foto: Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia bersama Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih (Demer). Golkar Bali menegaskan soliditas partai dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mengapresiasi penugasan Bahlil sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM.
Denpasar, KabarBaliSatu
DPD Partai Golkar Provinsi Bali menegaskan komposisi partai di jajaran pemerintahan tetap solid dan tidak mengalami pengurangan usai reshuffle kabinet terbaru. Golkar berkomitmen penuh mendukung serta memperbaiki implementasi program kerja Presiden Prabowo Subianto dari dalam pemerintahan.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, menyatakan bahwa dalam perombakan kabinet (reshuffle) lalu, keterwakilan Golkar tetap terjaga. Bahkan, posisi strategis berhasil diraih oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Golkar sendiri merasa bahwa kemarin itu reshuffle tidak ada yang berubah karena kami kehilangan satu tapi masuk satu. Bahkan Menteri kami, Pak Bahlil, mendapat Menko. Tentu ini sebuah kepercayaan yang harus dijaga dan dikerjakan dengan baik,” kata Demer saat ditemui usai membuka Rakerda DPD Partai Golkar Provinsi Bali dan DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Bali, Sabtu (3/10/2026).
Demer menyoroti kapasitas Bahlil Lahadalia yang kini mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Selain Bahlil, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji juga dipercaya menjabat sebagai Menteri Perindustrian.
“Ketua umum kami sangat cerdas. Perlu dibedakan antara pintar dan cerdas. Kalau pintar itu biasanya arahnya ke teori, tapi kalau kecerdasan itu inovatif, kreatif, mampu memotong hal-hal yang menghambat, dan mengambil jalan pintas untuk mencapai tujuan,” puji Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.
Terkait dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Demer menilai program kerja yang dicanangkan sudah sangat baik karena berfokus pada human development (pengembangan manusia), partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan (sustainability). Golkar siap membantu memperbaiki kekurangan dalam implementasi teknis di lapangan.
“Apapun yang baru pasti ada celah kekurangannya, nanti kita perbaiki bersama-sama. Partai Golkar akan ikut memperbaikinya dari dalam, tidak hanya cuap-cuap di luar,” tegas anggota Komisi VI DPR RI tersebut.
Sebelumnya Bahlil resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto dalam upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026) Bersamaan dengan tetap menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari perombakan susunan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Pelantikan Bahlil ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024–2029. Keputusan tersebut ditetapkan Presiden Prabowo pada 30 September 2026.
Dalam prosesi pelantikan, Bahlil terlebih dahulu mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian sumpah jabatan yang diucapkan Bahlil di hadapan Presiden.
Setelah pengambilan sumpah, Bahlil menandatangani berita acara pelantikan. Dokumen tersebut kemudian turut ditandatangani oleh Presiden Prabowo sebagai bagian dari rangkaian resmi pelantikan.
Usai dilantik, Bahlil mengatakan jabatan baru tersebut merupakan amanah dan tanggung jawab negara yang harus dijalankan dengan baik.
“Alhamdulillah hari ini saya dilantik sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri ESDM. Ini adalah amanah dan tanggung jawab negara yang harus saya emban,” kata Bahlil.
Ia menegaskan akan menjalankan tugasnya dengan baik, baik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Menurut Bahlil, penugasan tersebut berkaitan erat dengan agenda utama Presiden Prabowo, khususnya dalam mempercepat program hilirisasi dan transisi energi.
“Kita tahu Bapak Presiden mempunyai program yang salah satunya sangat dicita-citakan, yaitu hilirisasi dan transisi energi. Ini harus kita konsolidasikan melalui Kemenko untuk melakukan percepatan eksekusi ke depan,” ujarnya.
Bahlil menyebut sebagian besar investasi hilirisasi berada di sektor yang berkaitan dengan energi dan sumber daya mineral. Karena itu, ia menilai penempatan kantor koordinasi tetap di lingkungan Kementerian ESDM untuk sementara waktu dapat mendukung pelaksanaan tugasnya.
“Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat perkembangan. Fokus kita kan hilirisasi, dan sekitar 90 persen dari total investasi ada di sektor ESDM,” katanya.
Dengan penugasan baru tersebut, Bahlil akan menjalankan dua peran sekaligus, yakni sebagai Menteri ESDM dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Bahlil menegaskan dirinya akan mengikuti arahan Presiden Prabowo sebagaimana tertuang dalam Keppres pengangkatan tersebut.
“Sebagai pembantu Presiden yang baik, saya akan taat dan tunduk pada apa yang diperintahkan serta apa yang ada dalam Keppres tersebut,” ujar Bahlil.
Momentum penguatan struktur partai ini ditandai dengan hadirnya Bahlil Lahadalia bersama jajaran DPP Partai Golkar dalam Rakerda dan Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali serta Kabupaten/Kota se-Bali di Kesiman Kertalangu, Denpasar, Jumat (3/10/2026). Agenda ini menjadi pijakan penting untuk menyusun program kerja 2025–2030 sekaligus memperkuat jaringan kader hingga ke tingkat tapak. (kbs)

