Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (1949–2026) yang digelar di Bali Beach Convention Center, Sanur, Selasa (29/9/2026).
Denpasar, KabarBaliSatuÂ
Hubungan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terus menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai bidang strategis. Momen kehangatan kemitraan tersebut mengemuka saat Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (1949–2026) yang digelar di Bali Beach Convention Center, Sanur, Selasa (29/9/2026).
Dalam sambutannya di hadapan Konsul Jenderal RRT di Denpasar, Mr. Zhang Zhisheng, Gubernur Koster secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Bali.
“Semoga Republik Rakyat Tiongkok semakin maju dan hubungan Pemerintah Republik Indonesia dengan Tiongkok, serta Pemerintah Provinsi Bali dengan Tiongkok yang telah baik ini terus ditingkatkan,” ujar Koster sembari menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin harmonis selama ini.
Koster mengungkapkan, hubungan Bali dan Tiongkok tidak hanya berpijak pada ikatan historis yang kuat, melainkan telah berkembang luas ke sektor budaya, ekonomi, perdagangan, hingga pariwisata dan pendidikan. Di sektor perdagangan, Bali rutin mengekspor buah-buahan dan hasil industri kerajinan rakyat. Sementara di sektor pariwisata, arus kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali terus melonjak hingga menembus angka lebih dari 400 ribu orang per 31 Agustus 2026.
Sektor pengelolaan lingkungan dan energi bersih menjadi bukti nyata kemitraan terbaru kedua pihak. Salah satunya ditandai dengan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali yang digarap oleh Weiming Environment Protection Co., Ltd. Proyek bernilai strategis ini telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 8 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada Oktober 2027, serta mulai beroperasi penuh pada November atau Desember 2027. Fasilitas PSEL ini dirancang mampu mengolah sampah hingga 1.500 ton per hari, khususnya dari wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Tak berhenti di situ, Koster turut membuka peluang investasi baru di sektor energi terbarukan guna mendukung terwujudnya “Bali Mandiri Energi”.
“Kami berharap kerja sama Bali dan Tiongkok terus meningkat, jika memungkinkan adanya investasi energi bersih, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sedang diproses oleh PT PLN berkapasitas 1.000 sampai 1.500 MWp,” ungkap Koster.
Ia menambahkan, Tiongkok memiliki keunggulan teknologi dan dukungan dana yang memadai. “Sehingga investasi dari China ke Bali untuk mewujudkan energi bersih sangat kami harapkan guna mendukung Bali Mandiri Energi. Ini kami perlukan agar Bali berkualitas, berdaya saing secara berkelanjutan, dan Bali betul-betul bisa survive guna terciptanya kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Konsul Jenderal RRT di Denpasar, Mr. Zhang Zhisheng, menegaskan bahwa hubungan Tiongkok dan Indonesia saat ini berada pada masa terbaik dalam sejarah. Ia menyatakan bahwa Tiongkok tidak hanya berfokus pada pembangunan dalam negeri, tetapi juga senantiasa memperhatikan kepentingan dunia.
“Sejak memasuki era baru, Presiden Xi Jinping telah mengajukan gagasan besar membangun Komunitas Senasib Sepenanggungan Umat Manusia, serta mengajukan inisiatif pembangunan global, keamanan global, peradaban global, dan inisiatif tata kelola global yang mendorong pembangunan sebagai prioritas,” kata Zhang Zhisheng.
Zhang memastikan pihak Konsulat Jenderal RRT di Denpasar akan terus berperan aktif sebagai jembatan penghubung guna memperdalam kerja sama antarwilayah. Kedepan, Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memajukan proyek-proyek berkualitas tinggi di bawah koridor Belt and Road Initiative.
Dalam kurun setahun terakhir, kerja sama bilateral Tiongkok–Indonesia telah membuahkan berbagai capaian konkret di berbagai lini.
Di bidang Politik & Hubungan Diplomatik, Pemerintah Tiongkok secara resmi telah mengundang Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Tiongkok pada November tahun ini.
Sebagai Mitra Ekonomi & Perdagangan, Tiongkok bertahan sebagai mitra dagang terbesar sekaligus sumber investasi asing utama bagi Indonesia. Khusus untuk pasar Bali, produk komoditas lokal seperti buah salak Bali kini berhasil menembus pasar Tiongkok, didukung perkembangan ekspor produk laut melalui rantai pendingin (cold chain).
Sementara itu, untuk Konektivitas & Pariwisata, Penerbangan langsung rute Beijing–Denpasar telah resmi beroperasi kembali. Di samping itu, Provinsi Yunnan sebagai provinsi sahabat Bali sedang menjalankan tahap ketiga proyek kerja sama pariwisata pertanian lestari di Kabupaten Tabanan.
Untuk Ketahanan Energi & Lingkungan, PT General Energy Bali (China Huadian Corporation) terus memegang peran kunci dalam menjaga kestabilan pasokan listrik Bali. Sementara proyek PSEL yang didanai Weiming Environment Protection Co., Ltd hadir menyumbangkan teknologi maju Tiongkok untuk pengelolaan lingkungan hidup Bali.
Selain itu, Program Kemitraan Tanggap Darurat Berbasis Masyarakat diluncurkan melalui Tim Penyelamat Kesejahteraan Masyarakat Shenzhen, yang menyelenggarakan pelatihan pengurangan risiko bencana dan layanan publik di Kota Denpasar serta Kabupaten Buleleng.
Untuk Pertukaran seni terus bergulir dinamis. Pematung asal Bali rutin berpartisipasi dalam Festival Internasional Salju dan Es Harbin, sementara para musisi Bali sukses menggelar pertunjukan di berbagai kota besar Tiongkok seperti Shanghai dan Guangzhou. (kbs)

