BerandaDaerahMuskot PMI Denpasar VI Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Organisasi Lima Tahun...

Muskot PMI Denpasar VI Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Organisasi Lima Tahun ke Depan

Foto: Wakil Wali Kota Denpasar sekaligus Ketua PMI Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Musyawarah Kota (Muskot) PMI ke-VI di Markas PMI Kota Denpasar, Rabu (23/9/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar memasuki babak baru kepengurusan melalui Musyawarah Kota (Muskot) PMI ke-VI yang digelar di Markas PMI Kota Denpasar, Rabu (23/9/2026).

Musyawarah tersebut dibuka Wakil Wali Kota Denpasar sekaligus Ketua PMI Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Selain menjadi forum evaluasi kepengurusan periode 2021–2026, Muskot juga menjadi momentum menyusun arah organisasi serta membentuk kepengurusan PMI Kota Denpasar masa bakti 2026–2031.

Ketua Panitia Muskot PMI ke-VI, IGA Rai Anom Suradi, mengatakan sejumlah agenda strategis dibahas dalam musyawarah tersebut. Di antaranya penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2026, penyusunan kerangka kerja organisasi, serta proses pemilihan dan pembentukan kepengurusan baru.

Menurutnya, Muskot menjadi ruang bersama untuk melihat kembali berbagai program yang telah dijalankan sekaligus merumuskan langkah organisasi agar pelayanan kemanusiaan PMI semakin optimal.

“Kami memohon bimbingan dan arahan dari seluruh pihak agar pelaksanaan musyawarah berjalan dengan baik serta menghasilkan kepengurusan yang mampu melanjutkan berbagai program kemanusiaan PMI di Kota Denpasar,” ujarnya.

Sementara itu, I Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi pelaksanaan Muskot sebagai bagian penting dari proses regenerasi dan penguatan organisasi PMI Kota Denpasar.

Menurutnya, PMI memiliki posisi strategis dalam memberikan pelayanan kemanusiaan dan sosial kepada masyarakat. Karena itu, proses penyusunan kepengurusan maupun program kerja lima tahun ke depan harus dilakukan dengan semangat kebersamaan.

Arya Wibawa menekankan agar seluruh rangkaian Muskot, termasuk proses pemilihan kepengurusan, mengedepankan semangat kekeluargaan, persatuan, dan kebersamaan.

Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga soliditas internal organisasi sehingga PMI tetap mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara optimal.

“Siapa pun yang terpilih nantinya, kami berharap dapat terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. PMI memiliki peran penting dalam bidang kemanusiaan dan pelayanan sosial, sehingga semangat pengabdian harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, Muskot tidak semata-mata menjadi forum untuk memilih pengurus baru. Lebih dari itu, musyawarah menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program selama periode sebelumnya sekaligus menyusun strategi menghadapi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Karena itu, hasil Muskot diharapkan mampu memperkuat kelembagaan PMI Kota Denpasar sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan di berbagai bidang.

Mulai dari pelayanan sosial, penanganan kebencanaan, donor darah, hingga berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana musyawarah ini dapat menghasilkan kepengurusan dan kerangka kerja yang semakin memperkuat pelayanan PMI kepada masyarakat. Mari kita kedepankan semangat kekeluargaan dan kebersamaan,” imbuhnya.

Melalui Muskot PMI Kota Denpasar ke-VI, kepengurusan masa bakti 2026–2031 diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

Dengan fondasi organisasi yang kuat, PMI Kota Denpasar diharapkan dapat terus memperluas kontribusinya dalam pelayanan kemanusiaan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai kebutuhan sosial dan kebencanaan di Kota Denpasar. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini