Foto: Suasana Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi dan Fraksi Golkar DPRD Kabupaten/Kota se-Bali di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Denpasar pada Minggu 6 September 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
DPD Partai Golkar Provinsi Bali menggelar Upgrading/Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi dan Fraksi Golkar DPRD Kabupaten/Kota se-Bali Tahun 2026 di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Denpasar pada Minggu 7 September 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Pelayanan Menuju Kebermanfaatan yang Berkelanjutan” tersebut menjadi momentum Partai Golkar Bali untuk meningkatkan sumber daya, kapasitas, kompetensi, serta kinerja para anggota fraksi yang duduk di lembaga legislatif.
Acara resmi dibuka pada Minggu, 6 September 2026, oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer. Pembukaan juga dihadiri Ketua Panitia yang sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Partai Golkar Bali, Putu Yuda Suparsana.
Dalam laporannya, Putu Yuda Suparsana mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan DPD Partai Golkar Provinsi Bali bekerja sama dengan Pusat Studi Pengembangan Kompetensi (PUSPEKOM).
Menurut Yuda, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan anggota Fraksi Partai Golkar agar semakin profesional dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, sekaligus menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, kita dituntut tidak hanya memahami fungsi dan tugas kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan kebijakan, pelayanan, komunikasi politik, serta pengelolaan aspirasi masyarakat yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” ujar Yuda.
Dari keseluruhan 67 anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, sebanyak 66 orang hadir dan mengikuti kegiatan tersebut. Satu anggota lainnya, yakni almarhum I Wayan Gede Sudarta, yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Gianyar, telah meninggal dunia.
Dengan demikian, tingkat kehadiran anggota fraksi aktif mencapai 100 persen. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan keseriusan kader Partai Golkar dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaksanaan tugas sebagai anggota legislatif.
Empat Materi Strategis
Upgrading/Bimtek tersebut tidak hanya diisi dengan agenda internal partai, tetapi juga menghadirkan sejumlah narasumber dengan materi yang berkaitan langsung dengan tugas legislatif, komunikasi politik, pengelolaan anggaran, hingga strategi politik elektoral.
Materi pertama membahas “Pemetaan Perilaku Pemilih pada Pemilu Legislatif dan Strategi Kampanye Berbasis Data (Data-Driven Campaign)”.
Materi ini disampaikan oleh Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai perilaku pemilih serta pentingnya pemanfaatan data dalam menyusun strategi komunikasi dan kampanye politik.
Selanjutnya, materi kedua mengangkat tema “Pertanggungjawaban Dana Reses dan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD” dengan narasumber Kepala BPK Perwakilan Bali.
Materi tersebut menjadi penting bagi anggota DPRD karena berkaitan dengan pelaksanaan, pengelolaan, serta pertanggungjawaban kegiatan reses dan pokok-pokok pikiran DPRD agar berjalan sesuai ketentuan dan prinsip akuntabilitas.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi ketiga mengenai “Public Speaking dan Retorika Politik yang Efektif untuk Pimpinan dan Anggota DPRD”.
Materi ini disampaikan I Gede Benny Subawa, Tenaga Ahli Deputi Otorita Ibu Kota Nusantara, Chief Executive Officer/Leading Director, sekaligus Dewan Penasehat IKN Youth Forum 2024.
Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan komunikasi anggota DPRD, khususnya dalam menyampaikan gagasan, menjelaskan kebijakan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta membangun komunikasi politik yang efektif.
Sementara materi keempat mengangkat tema “Pemanfaatan Ruang Digital untuk Kepentingan Politik Elektoral” dengan narasumber Yus Priyanata Sudibya, Founder Info Denpasar.
Materi ini menyoroti semakin pentingnya ruang digital dalam komunikasi politik. Anggota DPRD dituntut mampu memanfaatkan media digital secara strategis untuk menyampaikan informasi, membangun komunikasi dengan konstituen, sekaligus memperkuat kehadiran politik di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat.
Rangkaian materi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan kapasitas kader legislatif Partai Golkar Bali tidak hanya diarahkan pada pemahaman kelembagaan, tetapi juga mencakup kemampuan membaca perilaku pemilih, tata kelola anggaran dan aspirasi, komunikasi publik, serta pemanfaatan teknologi digital.
Demer Tekankan Soliditas Partai
Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer juga menyinggung dinamika politik ke depan, termasuk kemungkinan adanya perubahan aturan terkait parliamentary threshold hingga tingkat kabupaten/kota.
Demer menilai jika wacana tersebut benar-benar terealisasi, hal itu dapat menjadi peluang bagi Partai Golkar untuk semakin memperkuat basis politiknya di Bali.
“Kira-kira parliamentary threshold juga akan sampai kepada kabupaten/kota. Ini angin segar bagi Partai Golkar kalau rancangan tersebut sampai ke kabupaten/kota,” kata Demer yang juga Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI itu.
Ia meyakini Partai Golkar memiliki kekuatan elektoral yang cukup signifikan di masing-masing kabupaten/kota di Bali.
“Karena saya meyakini di Partai Golkar tidak ada yang kurang dari 5 persen di masing-masing kabupaten/kota,” ujar Demer yang juga Anggota Komisi VI DPR RI itu.
Menurut Demer, kondisi tersebut sekaligus membuka ruang bagi kader untuk memperluas basis dukungan dengan menjalin komunikasi kepada kelompok maupun individu yang merasa aspirasi politiknya belum terakomodasi.
“Ini juga kesempatan untuk teman-teman nantinya mencari atau mendekati orang-orang tertentu yang kiranya saluran aspirasi politiknya kurang terakomodasi,” katanya.
Ia mendorong kader untuk menyampaikan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang terbuka dan menjadi rumah bersama bagi masyarakat.
“Partai Golkar ini adalah partai yang milik bersama,” tegasnya.
Namun, di tengah upaya memperbesar kekuatan partai, Demer mengingatkan seluruh kader agar tidak justru melemahkan organisasi dari dalam.
“Jangan ada lagi yang mendayung ke belakang. Kita sama-sama mau membesarkan Partai Golkar, tapi ada juga yang mendayung ke belakang. Ini jangan lagi,” ujar Demer.
Ia menekankan bahwa soliditas dan solidaritas menjadi modal penting bagi Partai Golkar dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
“Saya berharap solidaritas kita ini penting untuk ke depan. Tanpa solidaritas, pasti kita akan menurun terus,” katanya.
Demer pun mengajak seluruh kader untuk mengutamakan kebersamaan dan kepentingan membesarkan Partai Golkar.
Pesan tersebut ditutup dengan semangat yang menjadi yel-yel kader Partai Golkar, “Golkar Solid, Indonesia Jaya!” (kbs)

