Foto: Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali I Made Mudarta dan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Denpasar Anak Agung Ketut Asmara Putra alias Gus Cilik menanam pohon di Sekretariat DPD Kantor Partai Demokrat Provinsi Bali, Denpasar, Minggu, 23 Agustus 2026.
Denpasar , KabarBaliSatu
DPD Partai Demokrat Provinsi Bali menggelar aksi lingkungan bertajuk “Gerakan Langit Biru Indonesia Asri” yang dirangkaikan dengan lomba kerakyatan di Sekretariat DPD Partai Demokrat Bali, Denpasar, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dan menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat yang puncak perayaannya jatuh pada 9 September 2026 mendatang.
Dalam aksi tersebut, Demokrat Bali menanam pohon yang serba berjumlah 25, mencakup 25 pohon kenanga, 25 pohon cempaka, dan 25 pohon kembang sepatu. Angka tersebut dipilih secara khusus untuk menyimbolkan usia seperempat abad Partai Demokrat.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali Tutik Kusuma Wardhani, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali I Komang Nova Sewi Putra, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Denpasar Anak Agung Ketut Asmara Putra (Gus Cilik), Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng Luh Gede Herryani, serta Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tabanan I Wayan Adnyana beserta jajaran pengurus dan kader se-Bali.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi kegiatan di Sekretariat DPD yang berhadapan langsung dengan kawasan Civic Center, pusat pemerintahan sekaligus ibu kota Provinsi Bali, memiliki alasan strategis.
“Sampah yang menumpuk di ibukota akan merusak pemandangan di mata wisatawan mancanegara, mengotori udara, dan menimbulkan bau menyengat. Mencintai Bali itu adalah menjaga kebersihannya, tidak hanya membersihkan sampah, tapi juga jangan membuang sampah sembarangan,” ujar Made Mudarta.
Selain aksi penanaman pohon, Demokrat Bali menyoroti persoalan penanganan sampah di Pulau Dewata. Mudarta mengemukakan visi besar partai untuk mendorong pengelolaan sampah mandiri berbasis desa agar sampah tidak berpindah wilayah dan mencemari ruang publik atau kawasan wisata.
“Sampah itu hendaknya dikelola berbasis desa sehingga tidak ada sampah yang bergerak dari satu desa ke desa yang lain. Sampah harus diselesaikan mulai dari rumah tangga melalui pemilahan organik dan anorganik,” tegasnya.
Untuk mendukung konsep tersebut, Demokrat Bali mendorong adanya peningkatan alokasi Dana Desa guna membangun fasilitas pengolahan sampah seperti Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R). Langkah ini diyakini tidak hanya menjaga kelestarian alam sesuai konsep Tri Hita Karana, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja lokal dan menggerakkan ekonomi desa.
Selain persoalan sampah, Demokrat Bali juga menyoroti pentingnya penghijauan. Penanaman pohon dinilai sebagai langkah nyata untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus mencegah kawasan menjadi gundul.
Gerakan tersebut, kata Mudarta, merupakan bentuk komitmen Demokrat dalam merawat bumi sekaligus menjalankan nilai Tri Hita Karana, khususnya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam.
Made Mudarta berharap jumlah pohon yang ditanam semakin banyak sehingga lingkungan menjadi lebih sejuk dan kualitas udara tetap terjaga dengan baik.
“Kalau buminya dirawat dengan menanam pohon dan merawat pohon, langitnya akan tetap biru. Ketika ada langit biru, kita bisa hidup di bawahnya dengan nyaman, tenang, dan damai,” ucapnya.
Selain itu, DPD Partai Demokrat Provinsi Bali mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk segera memanfaatkan momentum musim kemarau guna melakukan pengerukan lumpur dan normalisasi aliran sungai, salah satunya di Tukad Badung, Denpasar.
Mudarta menyampaikan bahwa pendangkalan dan penyempitan sungai akibat luapan sampah serta alih fungsi lahan menjadi penyebab utama banjir besar pada musim hujan sebelumnya.
“Langkah antisipasi ini penting dilakukan agar saat musim hujan tiba, bencana banjir besar tidak terulang kembali dan sampah tidak terbawa hingga mengotori wilayah lautan,” pungkasnya. (kbs)

