BerandaDaerahICD ke-5 Denpasar Jadi Ruang Ekspresi dan Kemandirian Sahabat Disabilitas, Tak Hanya...

ICD ke-5 Denpasar Jadi Ruang Ekspresi dan Kemandirian Sahabat Disabilitas, Tak Hanya Rayakan Karya, tapi Juga Kepedulian

Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat meninjau pelaksanaan ICD, Kamis (20/8/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan Indonesia Cinta Disabilitas (ICD) untuk kelima kalinya. Mengusung semangat inklusivitas, ICD ke-5 Tahun 2026 digelar selama dua hari, 20-21 Agustus, di Gedung Graha Nawasena, Jalan Kamboja, Denpasar.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk berekspresi, berkarya, sekaligus menunjukkan potensi dan kemampuan mereka tanpa dibatasi sekat perbedaan.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut meninjau pelaksanaan ICD, Kamis (20/8/2026). Ia mengatakan, Pemkot Denpasar secara konsisten mendorong peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Upaya tersebut, kata Jaya Negara, sejalan dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam yang menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang inklusif dan saling mendukung.

Menurutnya, pelaksanaan ICD setiap tahun menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemkot Denpasar untuk mewujudkan kota yang ramah dan memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas.

“ICD ini menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Denpasar kepada sahabat disabilitas. Kita memberikan ruang agar mereka dapat menunjukkan kemampuan, berkarya, dan berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Tak hanya menampilkan pertunjukan seni, ICD juga menjadi etalase bagi berbagai karya penyandang disabilitas. Produk yang dipamerkan cukup beragam, mulai dari kuliner, kerajinan tangan hingga lukisan.

Jaya Negara mengapresiasi kreativitas tersebut. Terlebih, hasil penjualan dalam kegiatan ICD tidak sepenuhnya untuk kepentingan penyelenggara maupun pelaku usaha. Sebagian hasilnya akan didonasikan kepada masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Yang sangat membanggakan sekali adalah hasil penjualan dari kegiatan ICD ini sebagian akan didonasikan juga ke saudara-saudara kita yang korban gempa NTT. Ini tentunya patut diapresiasi, karena meski dengan kondisi terbatas, tapi tidak menutup keinginan untuk membantu sesama,” katanya.

Dorong Kemandirian Ekonomi

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty mengatakan, ICD 2026 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni dan hiburan.

Selain panggung seni dan musik, kegiatan tersebut juga menghadirkan stan UMKM yang dikelola langsung oleh penyandang disabilitas. Pengunjung dapat menemukan berbagai produk, mulai dari makanan, minuman hingga suvenir.

Menurut Laxmy, kehadiran stan UMKM menjadi bagian penting dari ICD karena memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

Masyarakat yang ingin turut mendukung dapat berbelanja menggunakan kupon ICD senilai Rp15.000. Dukungan melalui pembelian produk diharapkan dapat membantu memperluas pasar UMKM penyandang disabilitas.

“Jadi mereka tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dalam berusaha. Kami berharap masyarakat ikut mendukung dengan membeli produk-produk UMKM mereka,” ujar Laxmy.

Melalui ICD ke-5, Pemkot Denpasar tidak hanya memberikan panggung bagi penyandang disabilitas untuk berkarya, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi mereka untuk mandiri, produktif, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Semangat inklusivitas pun diharapkan tidak berhenti selama dua hari pelaksanaan ICD, tetapi terus tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Kota Denpasar. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini