BerandaDaerahBali Jadi Tuan Rumah Kejurnas Gateball Piala Gubernur 2026, Dorong Lahirnya Atlet...

Bali Jadi Tuan Rumah Kejurnas Gateball Piala Gubernur 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi dan Sport Tourism

Foto: Gubernur Koster saat menerima audiensi Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Gateball Piala Gubernur 2026, Dr. I Ketut Ariantana, ST, M.Si.

Denpasar, KabarBaliSatu

Bali kembali menegaskan posisinya sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga bergengsi tingkat nasional. Kali ini, Pulau Dewata dipercaya menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Open Gateball Tournament Piala Gubernur Bali 2026 yang akan berlangsung di Lapangan Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, pada 6–8 Agustus 2026.

Kejuaraan yang diselenggarakan Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Bali tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Bali ke-68. Turnamen ini tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga wadah pembinaan atlet, peningkatan kualitas kompetisi, sekaligus penguatan jejaring olahraga gateball di Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. I Ketut Ariantana, ST, M.Si, didampingi Bidang Pertandingan I Gusti Ngurah Arsana, mengatakan penyelenggaraan turnamen merupakan bentuk komitmen Pergatsi Bali dalam membangun pembinaan olahraga secara berkelanjutan.

Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membentuk karakter generasi muda.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan olahraga bagi generasi muda maupun masyarakat umum, khususnya para pegiat gateball di Indonesia,” ujarnya.

Selain melahirkan atlet berprestasi, turnamen ini juga diharapkan mampu membangun mental kompetitif para pemain, mempererat hubungan antardaerah, serta memperkenalkan Bali kepada peserta yang datang dari berbagai provinsi.

Tujuh Provinsi Ramaikan Persaingan

Animo mengikuti kejuaraan sebenarnya cukup tinggi. Panitia sempat menerima 48 pendaftaran dari berbagai daerah. Namun tingginya biaya transportasi menuju Bali membuat sejumlah kontingen terpaksa membatalkan keikutsertaan.

Hingga penutupan pendaftaran, sebanyak tujuh provinsi memastikan ambil bagian, yakni Bali, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, serta satu kontingen lainnya.

Persaingan dipastikan berlangsung ketat dengan keikutsertaan 27 tim pada nomor Triple Mix, 17 tim Double Mix, dan 26 tim Beregu Mix.

Salah satu kekuatan yang diprediksi menjadi pesaing utama adalah kontingen Sulawesi Tengah yang datang dengan status juara umum Piala Menteri PUPR tahun sebelumnya.

Sebagai tuan rumah, Pergatsi Bali juga memberikan kesempatan kepada atlet-atlet binaan dari seluruh kabupaten/kota serta klub-klub gateball di Bali untuk mengukur kemampuan dengan menghadapi para pemain terbaik dari berbagai daerah.

Koster: Kompetisi Adalah Kunci Melahirkan Juara

Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini datang dari Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Piala Gubernur Bali Gateball merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pembinaan olahraga sekaligus mencetak lebih banyak atlet berprestasi dari Pulau Dewata.

Menurut Koster, kompetisi merupakan elemen penting dalam proses pembinaan karena memberikan ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan, menguji strategi, meningkatkan mental bertanding, dan memperkaya pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah.

“Pemerintah Provinsi Bali tentu mendukung penyelenggaraan Piala Gubernur Bali Gateball. Kita ingin melalui kompetisi yang berkelanjutan seperti ini akan lahir semakin banyak atlet-atlet gateball Bali yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Bali, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Koster.

Ia menegaskan pembinaan atlet tidak cukup hanya melalui latihan. Kompetisi yang rutin digelar menjadi tolok ukur perkembangan kemampuan sekaligus membentuk karakter juara.

“Pembinaan itu harus berkelanjutan. Atlet tidak bisa hanya berlatih tanpa mendapatkan ruang untuk bertanding. Karena itu, kompetisi seperti ini sangat penting untuk mengukur sejauh mana perkembangan atlet sekaligus membangun mental juara,” tegasnya.

Gateball Jadi Bagian Pengembangan Sport Tourism

Bagi Koster, penyelenggaraan Piala Gubernur Bali Gateball memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda olahraga. Ia melihat gateball memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari strategi sport tourism yang terus didorong Pemerintah Provinsi Bali.

Menurutnya, kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan pendukung dari berbagai daerah akan memberikan efek berganda bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Bali memiliki kekuatan pariwisata yang sangat besar. Karena itu, olahraga harus kita manfaatkan sebagai bagian dari pengembangan sport tourism. Gateball juga memiliki potensi untuk menjadi daya tarik baru. Dengan penyelenggaraan turnamen yang rutin dan semakin luas, kita berharap ke depan tidak hanya peserta dari dalam negeri, tetapi juga tim-tim dari luar negeri dapat datang bertanding di Bali,” ujarnya.

Ia menilai penyelenggaraan event olahraga secara konsisten akan memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata olahraga, sekaligus membuka peluang promosi daerah dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

“Kalau olahraga dan pariwisata bisa kita sinergikan dengan baik, manfaatnya akan semakin besar. Atlet kita berkembang, prestasi meningkat, wisatawan datang, dan ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Inilah yang kita harapkan dari pengembangan sport tourism di Bali,” tegas Koster.

Dihadiri Wakil Menteri PU

Sebelum pertandingan dimulai, panitia akan menggelar technical meeting pada Rabu (5/8) di Ruang Rapat Utama Kantor Dinas PUPRKIM Provinsi Bali, Jalan Beliton, Denpasar.

Sementara itu, pembukaan Kejurnas Open Gateball Tournament Piala Gubernur Bali 2026 dijadwalkan dihadiri Ketua Umum PB Pergatsi yang juga Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Diana Kusumastuti, bersama Gubernur Bali Wayan Koster.

Penyelenggaraan Piala Gubernur Bali 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga gateball nasional sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai daerah yang konsisten menggelar event olahraga berskala nasional.

Dari lapangan gateball, Bali tidak hanya memburu prestasi. Lebih dari itu, turnamen ini diharapkan melahirkan atlet-atlet baru, memperluas jejaring kompetisi, menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara, serta memperkenalkan Pulau Dewata melalui sinergi antara olahraga dan pariwisata. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini