Foto: Kegiatan KPU Goes to School yang digelar bersamaan dengan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pendidikan demokrasi mulai didekatkan ke ruang-ruang kelas di Bali. Sepanjang Juli 2026, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota se-Bali berhasil menjangkau 45.399 pelajar melalui program KPU Goes to School.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan pemilih dan literasi demokrasi bagi pemilih pemula. Sasaran utamanya adalah pelajar SMA, SMK, dan SLB yang sebentar lagi akan memasuki fase pertama mereka sebagai pemilih dalam pesta demokrasi.
Kegiatan KPU Goes to School banyak digelar bersamaan dengan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan demokrasi dan kepemiluan kepada generasi muda sejak dini, sekaligus membangun kesadaran bahwa suara mereka kelak memiliki peran penting dalam menentukan arah bangsa.
Antusiasme pelajar terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Generasi Z menunjukkan rasa ingin tahu yang besar terhadap berbagai hal terkait demokrasi, mulai dari proses pemilu, tugas penyelenggara, hingga posisi mereka sebagai pemilih pemula.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, para siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga didorong untuk berani menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan. Ruang dialog tersebut menjadi kesempatan bagi KPU untuk memperkenalkan demokrasi dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.
Melalui program ini, KPU berharap para pelajar memiliki bekal yang cukup ketika nantinya telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Pendidikan pemilih tidak hanya diarahkan agar mereka memahami teknis pemilu, tetapi juga membangun sikap kritis, peduli terhadap lingkungan sosial, serta berani mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi.
Pesan yang dibawa pun sederhana, tetapi penting: demokrasi bukan sesuatu yang jauh dan hanya berlangsung di bilik suara. Demokrasi dimulai dari diri sendiri, dari keberanian menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, dan ikut peduli terhadap persoalan di lingkungan sekitar.
Berdasarkan rekapitulasi pelaksanaan KPU Goes to School sepanjang Juli 2026, KPU Kota Denpasar menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni mencapai 8.841 pelajar.
Selanjutnya, KPU Kabupaten Tabanan menjangkau 9.045 pelajar, Badung 2.711 pelajar, Jembrana 3.628 pelajar, Buleleng 3.824 pelajar, Bangli 3.301 pelajar, Karangasem 5.250 pelajar, Klungkung 3.768 pelajar, dan Gianyar sebanyak 5.031 pelajar.
Secara keseluruhan, program KPU Goes to School pada Juli 2026 telah menjangkau 45.399 siswa. Angka tersebut setara dengan 23,93 persen dari total 189.682 siswa SMA/SMK negeri dan swasta di Provinsi Bali.
Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa pendidikan pemilih bagi pemilih pemula terus diperluas. KPU Kabupaten/Kota se-Bali berkomitmen melanjutkan program tersebut secara bertahap dengan menyasar lebih banyak sekolah dan pelajar di seluruh wilayah Bali.
Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menyambut positif capaian program tersebut. Menurutnya, tingginya jumlah pelajar yang berhasil dijangkau menunjukkan komitmen jajaran KPU Kabupaten/Kota dalam memberikan pendidikan pemilih kepada generasi muda.
Hal tersebut dinilai semakin penting karena program KPU Goes to School dilaksanakan tanpa dukungan anggaran khusus. Meski demikian, jajaran KPU tetap berupaya hadir di tengah pelajar untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini.
Lidartawan berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi investasi jangka panjang bagi kehidupan demokrasi di Bali. Dengan pendidikan pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, rasional, dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, pendidikan demokrasi bukan hanya tentang mengajarkan generasi muda cara memilih. Lebih jauh, program ini menjadi upaya menyiapkan generasi yang memahami bahwa setiap suara memiliki arti dan setiap warga memiliki tanggung jawab untuk menjaga demokrasi tetap hidup. (kbs)

