Foto: Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menandatangani MoU secara hybrid dengan perwakilan Pemerintah Kota Piraeus, Yunani di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (13/7/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Penandatanganan MoU berlangsung secara hybrid di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (13/7/2026). Dokumen kerja sama ditandatangani langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama perwakilan Pemerintah Kota Piraeus, Yunani.
Prosesi penandatanganan turut disaksikan Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri Ahmad Fajri, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan Sister City menjadi bentuk komitmen bersama untuk membangun hubungan yang lebih erat sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program kolaboratif.
“Kami mengucapkan terima kasih atas terjalinnya kerja sama dengan Pemerintah Kota Piraeus, Yunani,” ujar Jaya Negara.
Ia menjelaskan, penandatanganan MoU ini bertujuan memperluas ruang kolaborasi sekaligus memperkuat hubungan persahabatan yang saling menguntungkan antara kedua kota. Melalui kemitraan tersebut, Denpasar dan Piraeus diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, pengetahuan, serta inovasi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Meski proses penandatanganan dilakukan secara hybrid, kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang, baik di bidang sosial, pembangunan, pemerintahan, pariwisata, maupun kebudayaan, sehingga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat kedua kota,” kata Jaya Negara.
Sementara itu, Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri, Ahmad Fajri, menyambut baik terjalinnya kemitraan tersebut. Ia berharap seluruh program yang telah disepakati dapat diimplementasikan secara optimal sehingga mampu memperkuat hubungan antarpemerintah daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Menurutnya, kerja sama Sister City tidak hanya menjadi simbol hubungan diplomatik di tingkat daerah, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan saling pengertian, berbagi pengalaman, dan mendorong pembangunan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan antarpemerintah daerah, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman bersama, memperluas kolaborasi, serta mendorong terwujudnya pembangunan yang saling menguntungkan bagi kedua kota,” ujar Ahmad Fajri. (kbs)

