Foto: Ketua TP Posyandu Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara Ikuti Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026 di Bapelkesmas Bali.
Denpasar, KabarBaliSatu
Upaya memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat terus digencarkan di Bali. Kali ini, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, bersama Sekretaris I Tim Pembina Posyandu, Ayu Kristi Arya Wibawa, mengikuti kegiatan Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026 yang digelar oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 5–7 Mei 2026, ini dipusatkan di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan dibuka langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster.
Dalam arahannya, Putri Koster menegaskan bahwa pembinaan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan pemahaman seluruh jajaran terkait arah baru Posyandu. Ia menyoroti transformasi besar yang kini terjadi, di mana Posyandu tidak lagi semata berfokus pada layanan kesehatan.
Mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini mengemban peran dalam enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Transformasi ini sekaligus menegaskan posisi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD).
“Kader adalah ujung tombak di masyarakat. Jika bergerak cepat dan terkoordinasi, kebutuhan warga juga bisa ditangani lebih cepat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran kader dalam menyerap aspirasi di tingkat banjar dan desa, untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah setempat agar dapat ditindaklanjuti secara tepat sasaran.
Sementara itu, Sagung Antari Jaya Negara menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi ruang penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam memahami arah kebijakan baru Posyandu.
“Melalui kegiatan ini, kami semakin memahami pentingnya penguatan kelembagaan, koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, optimalisasi peran Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan menjadi kunci dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat. Dalam kegiatan ini, Kota Denpasar mengirimkan 44 peserta dari berbagai tingkatan.
Ketua panitia, Ni Komang Sriani, menjelaskan total peserta mencapai 112 orang yang berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng.
Pembinaan ini menghadirkan narasumber dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, hingga sosial dan perlindungan masyarakat. Turut hadir pula Putu Anom Agustina sebagai pengarah kegiatan.
Materi yang disampaikan mencakup transformasi Posyandu berbasis enam bidang SPM, isu strategis, percepatan implementasi program, hingga pembekalan teknis di masing-masing sektor. Kegiatan juga dilengkapi dengan penyusunan Rencana Kerja dan Tindak Lanjut (RKTL) sebagai pijakan implementasi di daerah masing-masing.
Melalui pembinaan ini, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga motor penggerak pembangunan berbasis masyarakat yang lebih terintegrasi, responsif, dan menyentuh langsung kebutuhan warga. (kbs)

