BerandaDaerahDenpasar Kembali Raih Predikat Kinerja Tinggi, Bukti Tata Kelola Makin Solid

Denpasar Kembali Raih Predikat Kinerja Tinggi, Bukti Tata Kelola Makin Solid

Foto: Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menerima penghargaan dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto di Plaza Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Jakarta, KabarBaliSatu

Pemerintah Kota Denpasar kembali mencatatkan capaian membanggakan di level nasional. Dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026, Pemkot Denpasar diganjar penghargaan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan skor 3,6539 dan predikat Kinerja Tinggi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam apel peringatan yang digelar di Plaza Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026). Momentum ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang menegaskan pentingnya peran daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Apel dipimpin oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Turut hadir jajaran pejabat kementerian, lembaga, serta kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Penghargaan secara langsung diterima oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Ketua TP PKK Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara serta jajaran perangkat daerah. Denpasar tercatat sebagai salah satu kota dengan kinerja terbaik bersama sejumlah daerah lain seperti Bandung, Makassar, hingga Surabaya.

Dalam amanatnya, Bima Arya menegaskan bahwa otonomi daerah bukan sekadar distribusi kewenangan, melainkan amanah besar untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Ia mengingatkan, tanpa integritas dan keadilan, otonomi justru berpotensi melahirkan ketimpangan.

“Otonomi daerah adalah proses dinamis. Kuncinya ada pada sinergi pusat dan daerah untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, penguatan kemandirian fiskal, serta kesiapan menghadapi tantangan global. Reformasi birokrasi, efisiensi anggaran, dan transformasi budaya kerja disebut menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih. Ia menilai capaian ini bukan sekadar prestasi, melainkan refleksi sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan publik harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Pemkot Denpasar menegaskan komitmennya untuk memperkuat implementasi otonomi daerah melalui inovasi layanan, peningkatan kinerja aparatur, serta kolaborasi dengan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Menutup pernyataannya, Jaya Negara turut mengucapkan selamat Hari Otonomi Daerah ke-30, seraya menegaskan bahwa semangat otonomi harus tetap menjadi pijakan dalam menghadirkan pemerintahan yang efektif, adaptif, dan berpihak pada kepentingan publik. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini