Foto: Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster saat mengikuti Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” di Desa Sumita dan Desa Babakan, Kecamatan Gianyar, Selasa (7/4/2026).
Gianyar, KabarBaliSatu
Transformasi Posyandu memasuki babak baru. Seiring implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, peran Posyandu kini meluas dan kian strategis dalam menentukan arah pembangunan desa.
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa hingga 85 persen keberhasilan pembangunan di desa sangat bergantung pada efektivitas program Posyandu. Karena itu, ia mendorong para kader untuk memperkuat pemahaman terhadap enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini menjadi fondasi kerja mereka.
Pesan tersebut disampaikannya dalam Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” di Desa Sumita dan Desa Babakan, Kecamatan Gianyar, Selasa (7/4/2026). Menurutnya, keberhasilan Posyandu di tingkat desa akan menciptakan efek berantai yang signifikan hingga ke level kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi.
“Jika Posyandu berhasil, dampaknya sangat luas terhadap pembangunan secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menekankan, Posyandu kini mengusung pendekatan bottom-up, di mana kader tidak lagi sekadar menunggu, tetapi aktif mendata persoalan warga, lalu menghubungkannya dengan intervensi pemerintah secara berjenjang. Dalam skema ini, kader menjadi ujung tombak sekaligus harapan besar pembangunan berbasis masyarakat.
Selain penguatan kapasitas kader, isu pengelolaan sampah berbasis sumber juga menjadi sorotan. Putri Koster mengingatkan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan, dimulai dari pemilahan hingga pengolahan sebelum masuk ke fasilitas seperti TPS3R dan TPST.
“Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi kita,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat, TP Posyandu Provinsi Bali menyalurkan bantuan kepada 126 kader di dua desa tersebut, berupa 3.780 kilogram beras, 7.560 butir telur, dan 250 kotak susu.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, memaparkan bahwa Posyandu kini tidak lagi terbatas pada layanan kesehatan. Transformasi menuju Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) memperluas cakupan ke sektor pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga ketertiban dan perlindungan masyarakat.
Model ILP ini menitikberatkan pelayanan sepanjang siklus hidup—mulai dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa, hingga lansia—sebagai pendekatan holistik dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Di tingkat daerah, Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, menyatakan komitmennya untuk memperkuat kapasitas kader dan kelembagaan Posyandu. Saat ini, Gianyar memiliki 4.300 kader aktif yang seluruhnya telah terdata, serta didukung sistem informasi digital yang terintegrasi hingga tingkat kabupaten.
Transformasi ini menandai perubahan besar: dari Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat, menjadi pilar utama pembangunan desa yang terintegrasi dan berkelanjutan. (kbs)

