BerandaDaerahHadapi Gejolak Dunia, Demer Tekankan Empat Pilar Kebangsaan sebagai Benteng Persatuan Bangsa

Hadapi Gejolak Dunia, Demer Tekankan Empat Pilar Kebangsaan sebagai Benteng Persatuan Bangsa

Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Karangasem

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dirangkaikan dengan kegiatan edukasi bertajuk “Edukasi Awal Kehidupan: Persiapan Ibu, Persalinan dengan Hypnobirthing, hingga Nutrisi Anak” di Karangasem, Minggu (15/3/2026).

Karangasem, KabarBaliSatu

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah meningkatnya konflik global yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Hal tersebut disampaikan Demer—sapaan akrabnya—saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dirangkaikan dengan kegiatan edukasi bertajuk “Edukasi Awal Kehidupan: Persiapan Ibu, Persalinan dengan Hypnobirthing, hingga Nutrisi Anak” di Karangasem, Minggu (15/3/2026).

Dalam pemaparannya, Demer menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara. Keempat pilar tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, situasi dunia yang tengah diwarnai konflik—seperti perang di Timur Tengah dan ketegangan antara Rusia dan Ukraina—menjadi pengingat bahwa stabilitas sebuah negara tidak bisa dianggap remeh.

“Banyak negara di dunia terpecah, bahkan yang memiliki kesamaan bahasa dan budaya. Indonesia patut bersyukur karena dengan keberagaman suku, agama, dan budaya, kita tetap bisa bersatu,” ujar Demer.

Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, ia juga menyoroti pentingnya menumbuhkan sikap toleransi di tengah perbedaan. Menurutnya, konflik di berbagai negara kerap dipicu oleh kegagalan menjaga harmoni dalam keberagaman.

Demer menegaskan, persatuan menjadi kunci agar Indonesia tidak mudah terpecah dan tidak menjadi sasaran kepentingan negara-negara besar. Ia mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia Indonesia harus dijaga melalui soliditas nasional.

“Kita ini negara yang sangat kaya, baik dari sisi alam maupun manusianya. Kalau tidak bersatu, kita bisa terpecah dan dimanfaatkan oleh kekuatan luar,” tegasnya.

Ia juga menilai Bali sebagai contoh daerah dengan tingkat toleransi yang baik, yang harus terus dijaga sebagai modal sosial dalam membangun bangsa.

Lebih jauh, Demer optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju di masa depan. Sejumlah proyeksi global bahkan menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau tata kelola kita semakin baik dan persatuan tetap terjaga, Indonesia punya potensi besar menjadi negara maju. Kita harus bersiap dari sekarang,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Demer berharap masyarakat semakin memahami pentingnya Empat Pilar Kebangsaan serta terus memperkuat semangat persatuan dan toleransi sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini