BerandaDaerahGubernur Koster Dampingi Menteri LH Pimpin Aksi Bersih Pantai Jimbaran, Percepat Penanganan...

Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Pimpin Aksi Bersih Pantai Jimbaran, Percepat Penanganan Sampah di Bali

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam aksi korve bersih sampah di Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, Kamis (5/3/2026). 

Badung, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam aksi korve bersih sampah di Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, Kamis (5/3/2026) pagi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah percepatan penanganan persoalan sampah di Bali yang belakangan mendapat sorotan luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam sambutannya, Menteri Hanif Faisol bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas intensitas kunjungan pemerintah pusat yang dinilai cukup sering dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya Bali bagi Indonesia, khususnya sebagai wajah pariwisata di mata dunia.

Ia mengungkapkan, sejumlah keluhan dari masyarakat internasional terkait persoalan sampah di Bali bahkan telah sampai langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Demikian pentingnya Bali bagi pemerintah pusat. Banyak keluhan dari masyarakat internasional yang langsung disampaikan kepada Presiden,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan sampah di Bali kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota diminta segera mengambil langkah konkret dan substansial untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah.

Hanif menegaskan bahwa pola lama pengelolaan sampah dengan sistem “pungut–angkut–buang” ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung sudah tidak bisa lagi dipertahankan. TPA tersebut disebut telah mengalami kelebihan kapasitas dan memicu persoalan lingkungan yang serius.

Bahkan, TPA Suwung kini tengah dalam proses penyidikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Pemerintah pusat pun telah memberikan sanksi berat sebagai bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus pembenahan tata kelola sampah.

“Kita tidak bisa lagi menunda. Mulai sekarang wajib pilah sampah dari sumber,” tegasnya.

Target Pilah Sampah dalam Satu Bulan

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, sekitar 60 persen sampah di Bali merupakan sampah organik yang sebenarnya dapat diselesaikan langsung di tingkat sumber, baik di rumah tangga maupun fasilitas publik.

Karena itu, Menteri LH meminta Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung menuntaskan penerapan sistem pemilahan sampah organik dari sumber paling lambat satu bulan ke depan. Ia menekankan bahwa kepala daerah harus memimpin langsung gerakan pilah sampah hingga ke level rumah tangga.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang dinilai konsisten mengawal dan mengawasi pelaksanaan program penanganan sampah dari pemerintah pusat di daerah.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali yang terus mengawal program ini dengan serius,” katanya.

Selain itu, pemerintah pusat juga tengah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy. Namun proyek tersebut diperkirakan baru dapat beroperasi penuh dalam waktu sekitar 2,5 hingga 3 tahun.

“Kalau tidak mulai pilah dari sekarang, sampah akan terus menumpuk hingga tiga tahun ke depan,” ujarnya.

Bantuan Mesin Pemotong Kayu

Pada kesempatan yang sama, Menteri Hanif Faisol menyerahkan secara simbolis dua unit mesin pemotong kayu kepada Pemerintah Kabupaten Badung. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Peralatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan sampah kiriman berupa kayu dan bambu yang kerap terbawa arus laut dan menumpuk di kawasan pantai.

Ia mengakui bahwa persoalan sampah kiriman dari laut memang menjadi tanggung jawab kementeriannya, meskipun hingga kini penanganannya belum sepenuhnya optimal.

Bantuan tersebut juga menjadi simbol penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam mengatasi persoalan sampah di Bali.

Bali Bersih untuk Pariwisata Berkelanjutan

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung penuh langkah percepatan penanganan sampah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Aksi bersih pantai di Pantai Jimbaran juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, organisasi masyarakat, organisasi perempuan, hingga para pelajar.

Menutup sambutannya, Menteri Hanif Faisol mengajak seluruh pihak untuk bergerak cepat dan bekerja keras menjaga kebersihan Bali.

“Bali sebagai daerah wisata tanpa sampah tentu akan semakin cantik dan semakin menawan bagi wisatawan mancanegara. Mari kita hadirkan yang terbaik untuk bangsa melalui Bali yang bersih,” ujarnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini