BerandaDaerahPutri Koster Bagikan Kunci Sukses Kerajinan Bali Tembus Pasar Global

Putri Koster Bagikan Kunci Sukses Kerajinan Bali Tembus Pasar Global

Dari Endek ke Pasar Internasional, Bali Inspirasi Pengembangan UMKM Daerah

Foto: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menerima kunjungan kaji tiru Komisi II DPRD Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, di Gedung Ksirarnawa, Denpasar, Selasa (24/2/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menerima kunjungan kaji tiru Komisi II DPRD Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, di Gedung Ksirarnawa, Denpasar, Selasa (24/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang berbagi strategi penguatan industri kerajinan dan UMKM berbasis kearifan lokal.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Putri Koster memaparkan perkembangan kerajinan Bali yang kini mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Ia menegaskan, sektor UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi Bali saat pandemi Covid-19 melumpuhkan sektor pariwisata.

“Kami terus mendorong perajin Bali menghasilkan karya berkualitas berbasis bahan baku lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujarnya.

Salah satu strategi yang dikedepankan adalah pemanfaatan kain tenun tradisional endek sebagai identitas sekaligus peningkat nilai tambah produk. Integrasi unsur budaya dalam desain kerajinan dinilai mampu memperkuat daya saing sekaligus menjaga warisan lokal.

Kunjungan berlangsung di kawasan Taman Budaya Art Center Denpasar, pusat kegiatan seni dan pameran kerajinan yang selama ini menjadi etalase kreativitas perajin Bali. Di lokasi ini pula rutin digelar pameran IKM Bali Bangkit sebagai wadah promosi produk UMKM. Pada periode kedua kepemimpinan Gubernur Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta, fasilitas tersebut terus dioptimalkan untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gunung Mas, Herbert Y. Asin, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan mempelajari pola pembinaan perajin serta strategi pemasaran yang diterapkan di Bali. Ia berharap pengalaman tersebut dapat diadaptasi untuk mengembangkan potensi kerajinan berbahan kayu khas Kalimantan Tengah agar memiliki daya saing lebih luas, baik di pasar nasional maupun internasional. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini