Foto: Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Sekretaris I TP PKK, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat menghadiri acara pembukaan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM di dua lokasi berbeda, yakni Banjar Tek Tek Peguyangan, dan Banjar Tangun Titi, Tonja, Rabu (18/2/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Tim Penggerak PKK Kota Denpasar kembali memperkuat layanan kesehatan masyarakat dengan membuka Posyandu Paripurna sekaligus Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di dua lokasi berbeda, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini digelar di Banjar Tek Tek, Kelurahan Peguyangan, serta Banjar Tangun Titi, Kelurahan Tonja.
Tak sekadar layanan kesehatan dasar, Posyandu Paripurna ini dirancang sebagai layanan terpadu lintas sektor. Berbagai intervensi terintegrasi turut dihadirkan, mencakup bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga layanan sosial, sebagai upaya menyeluruh meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam arahannya di Banjar Tek Tek, Peguyangan, Ketua TP PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Posyandu saat ini tidak lagi hanya melayani bayi dan balita. Pola layanannya terus berkembang, terintegrasi, dan menjangkau seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, anak, hingga lansia,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Posyandu secara optimal. Selain sebagai sarana pelayanan kesehatan, Posyandu juga menjadi ruang sosial yang memperkuat interaksi dan kebersamaan warga. “Mari manfaatkan Posyandu ini sebaik-baiknya, tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga sebagai wadah bersilaturahmi dan berbagi,” pesannya.
Sementara itu, di Banjar Tangun Titi, Kelurahan Tonja, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa menekankan pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil, balita, dan lansia. Hal tersebut diwujudkan melalui pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Posyandu Paripurna.
“PMT bagi balita, ibu hamil, dan warga lansia merupakan salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelaksanaannya kami rangkai dengan Posyandu Paripurna agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, I Wayan Budha, menyampaikan bahwa pelaksanaan Posyandu kali ini turut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Keterlibatan lintas OPD ini bertujuan mensosialisasikan program Posyandu 6 SPM secara lebih luas kepada masyarakat.
“Masing-masing OPD memberikan edukasi dan informasi sesuai bidangnya. Dalam hal ini, peran kader Posyandu sangat penting sebagai ujung tombak sekaligus edukator bagi peserta Posyandu,” ungkapnya.
Melalui penguatan Posyandu Paripurna dan 6 SPM ini, Pemerintah Kota Denpasar bersama TP PKK berharap layanan publik berbasis masyarakat dapat semakin terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat Denpasar yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (kbs)

