BerandaDaerahGubernur Bali Dorong Peran Strategis WHDI dalam Mewariskan Nilai Adat dan Budaya

Gubernur Bali Dorong Peran Strategis WHDI dalam Mewariskan Nilai Adat dan Budaya

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (9/2/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (9/2/2026). Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan organisasi perempuan Hindu dalam menjaga keajegan adat, tradisi, serta kearifan lokal Bali.

Ketua WHDI Provinsi Bali, Tjok Istri Sri Rasmawati Yudhara, melaporkan bahwa WHDI Bali telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub). Melalui forum tersebut, organisasi berhasil memilih ketua baru secara sah dan demokratis. Hasil musyawarah itu disampaikan langsung kepada Gubernur Bali sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban organisasi.

Dalam audiensi tersebut, WHDI Bali juga menyampaikan harapan agar Gubernur Wayan Koster berkenan menjadi pelindung WHDI Provinsi Bali. Dukungan ini dinilai penting untuk memperkuat peran strategis WHDI dalam mendukung pembangunan Bali yang berlandaskan budaya, adat, dan nilai-nilai Hindu.

Selain agenda organisasi, WHDI Bali memaparkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun WHDI yang tahun ini difokuskan pada upaya pelestarian budaya Bali. Berbagai lomba digelar sebagai sarana edukasi sekaligus regenerasi budaya, di antaranya lomba wirama, kidung, dharma wacana, gebogan, serta jejaitan (pejati). Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi erat dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sebagai wujud komitmen bersama dalam mengajegkan budaya Bali.

Pada kesempatan yang sama, WHDI Bali secara resmi mengundang Gubernur Bali untuk hadir dalam perayaan ulang tahun tersebut, sebagai simbol dukungan moral sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan Hindu.

Menanggapi hal itu, Gubernur Wayan Koster menegaskan pentingnya menjaga kemurnian adat, tradisi, dan tata cara keagamaan Hindu Bali. Ia mengingatkan agar umat Hindu Bali menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar sesuai kearifan lokal, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajaran dari luar yang tidak sejalan dengan nilai budaya dan tradisi Bali.

“Peran WHDI sangat strategis dan semakin penting, terutama dalam keluarga dan masyarakat. WHDI berperan besar dalam menjaga, menanamkan, dan mewariskan nilai adat, tradisi, serta budaya Bali kepada generasi berikutnya,” tegas Koster.

Menurutnya, kiprah WHDI memiliki dampak yang luas karena menyentuh langsung aspek pendidikan keluarga, sosial, dan keagamaan di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, keberadaan dan penguatan peran WHDI menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya Bali.

Audiensi ini menegaskan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Bali dan WHDI untuk terus memperkuat pembangunan Bali yang berlandaskan filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dengan menempatkan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya sebagai roh utama pembangunan daerah. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini