BerandaDaerahWagub Bali Giri Prasta Hadiri Pemelaspas Pura Mas Pidada, Tegaskan Komitmen Jaga...

Wagub Bali Giri Prasta Hadiri Pemelaspas Pura Mas Pidada, Tegaskan Komitmen Jaga Spiritualitas dan Budaya

Foto: Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menghadiri sekaligus mengikuti persembahyangan serangkaian Upacara Pemelaspas Wangunan lan Pelinggih Pura Mas Pidada di Pura Mas Pidada, Jalan Pidada, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Buleleng, Rabu (28/1/2026).

Buleleng, KabarBaliSatu

Suasana khidmat dan sarat makna spiritual menyelimuti Pura Mas Pidada, Jalan Pidada, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Buleleng, Rabu (28/1/2026). Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, hadir sekaligus mengikuti persembahyangan serangkaian Upacara Pemelaspas Wangunan lan Pelinggih Pura Mas Pidada bersama krama pengempon dan umat sedharma.

Kehadiran Wakil Gubernur Bali dalam yadnya tersebut menjadi penegasan dukungan pemerintah terhadap penguatan spiritual, pelestarian budaya, serta kearifan lokal Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Persembahyangan berlangsung penuh taksu, diiringi semangat ngayah lan ngaturang bhakti sebagai wujud rasa syukur dan bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Dalam sambutannya, Giri Prasta menyoroti besarnya pengorbanan krama Bali dalam melaksanakan yadnya. Ia menyebut krama telah mencurahkan waktu, tenaga, dan biaya, mulai dari upacara di tingkat keluarga, desa adat, hingga rahina jagat. Pengorbanan tersebut juga tercermin dalam pembangunan fisik pura, penyediaan sarana prasarana, hingga kelengkapan upacara seperti gong sakral.

Rampungnya pembangunan Pura Mas Pidada, menurutnya, merupakan bentuk “membangun jembatan emas” bagi generasi mendatang. Dengan selesainya pembangunan fisik saat ini, anak cucu diharapkan tidak lagi terbebani persoalan infrastruktur dan dapat lebih fokus menjaga serta melestarikan nilai-nilai spiritual dan budaya.

“Ke depan, saat pelaksanaan pujawali, kalau bisa akan didukung oleh pemerintah, sehingga krama cukup hadir untuk ngayah dan menghaturkan bhakti,” ujar Giri Prasta.

Ia juga mengingatkan agar kemajuan zaman tidak menggerus akar budaya Bali. Singaraja, kata dia, merupakan salah satu pusat lahirnya maestro-maestro seni topeng yang harus terus dijaga keberlanjutannya. Pelestarian budaya, tegasnya, harus berjalan seiring dengan pembangunan.

Secara khusus, Giri Prasta menekankan pentingnya menjaga gong sakral yang ada di Pura Mas Pidada. Gong tersebut tidak semestinya diganti, melainkan dirawat dan direstorasi jika mengalami kerusakan, mengingat nilai sejarah dan spiritual yang dikandungnya.

Dalam doa yang dipanjatkan, Wakil Gubernur Bali mendoakan agar masyarakat senantiasa hidup rukun sagilik saguluk sabayan taka, serta mencapai kehidupan yang gemah ripah loh jinawi. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan pribadi sebagai wujud bhakti kepada krama masyarakat dan Ida Sesuhunan yang berstana di Pura Mas Pidada.

Sementara itu, Kelian Banjar Adat Banjar Tegal, Made Kastika, menjelaskan bahwa Pura Mas Pidada merupakan pura sungsungan jagat sekaligus sungsungan keturunan Gusti Ngurah Batu Lepang yang diempon oleh Banjar Adat Tegal. Dengan sekitar 100 orang pengempon, pura ini menjadi salah satu pura pemaksan di wilayah tersebut.

Ia mengungkapkan, Pura Mas Pidada memiliki keunikan spiritual dan budaya yang kuat, dengan jejak peninggalan leluhur yang identik dengan tradisi asal Jawa. Di antaranya kekidungan Dalem Solo yang dilantunkan saat mendak ke segara, keberadaan gamelan Kedencong yang kesamaannya hanya ditemukan di Solo, paduraksa, serta Ida Sesuhunan yang melinggih meparab Ida Bhatara Mas Makober.

Seluruh proses perbaikan dan pembangunan Pura Mas Pidada, lanjutnya, bersumber dari hibah Program Angelus Bhuana yang disalurkan saat Nyoman Giri Prasta menjabat sebagai Bupati Badung. Atas dukungan tersebut, prajuru adat, prajuru dinas, dan krama pengempon menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam.

“Bantuan ini tidak hanya bermakna secara fisik, tetapi juga menjadi penguat semangat krama dalam menjaga warisan leluhur dan kesucian pura,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, jajaran adat dan dinas, serta masyarakat setempat, menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan krama dalam merawat spiritualitas, budaya, dan jati diri Bali. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini