Foto: Suasana pelantikan dan pengukuhan Pengurus Provinsi PERGATSI Bali Masa Bakti 2025–2029 di Auditorium Dwi Tunggal Undiknas Denpasar, Minggu (25/1/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) sekaligus Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Diana Kusumastuti, resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Provinsi PERGATSI Bali Masa Bakti 2025–2029 dalam sebuah seremoni di Auditorium Dwi Tunggal Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Minggu (25/1/2026).
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada Insan Gateball Bali serta instansi pendukung pengembangan olahraga gateball di Bali, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi dalam memajukan cabang olahraga tersebut.
Dalam pidatonya, Diana Kusumastuti menegaskan bahwa pengurus baru didorong untuk mempercepat pembentukan dan penyempurnaan kepengurusan PERGATSI di seluruh kabupaten/kota se-Bali, sekaligus fokus meningkatkan prestasi atlet gateball Bali di tingkat nasional maupun internasional.
“Gateball adalah olahraga yang unik, perpaduan antara golf dan catur. Butuh ketelitian dan strategi, sama seperti membangun infrastruktur. Dalam Asta Cita Presiden Prabowo, salah satunya adalah memperkuat prestasi olahraga. Gateball harus ikut mengambil peran,” ujar Diana.
Ia menekankan bahwa gateball merupakan olahraga inklusif dan ramah semua usia, dari anak-anak hingga lansia, sehingga sangat potensial dikembangkan sejak usia dini. Selain itu, Bali dinilai strategis untuk menjadi tuan rumah berbagai event gateball internasional, sekaligus pusat pembinaan atlet nasional.
Diana secara khusus menargetkan prestasi emas bagi Bali pada PON NTB 2028. “PON NTB 2028 harus bisa emas. Kita targetkan emas, ayo semangat,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Selain PON, gateball juga didorong tampil lebih kompetitif di ajang internasional seperti SEA Games, dengan harapan atlet-atlet Bali semakin sering mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
Dalam nada yang cukup tegas, Diana juga menyinggung minimnya infrastruktur gateball di Bali. Ia menyebut dirinya mendapat laporan bahwa hingga kini Bali belum memiliki lapangan gateball representatif.
“Saya berharap kepada Gubernur Bali dan Ketua KONI Bali agar segera dibuatkan lapangan gateball, idealnya di depan Kantor Gubernur Bali. Ini penting untuk menguatkan ekosistem gateball di Bali,” ujarnya.
Diana menegaskan PB PERGATSI pusat akan terus memberikan dukungan penuh, baik melalui pelatihan atlet, pembinaan wasit, hingga penguatan organisasi, agar gateball Bali semakin maju di bawah kepengurusan baru.
Sementara itu, Ketua Pengprov PERGATSI Bali periode 2025–2029, Prof. Dr. I Ketut Sudiana, S.Pd., M.Kes., menyampaikan bahwa saat ini kepengurusan PERGATSI telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Bali, kecuali Kabupaten Bangli yang masih dalam proses.
Ia memaparkan bahwa gateball Bali telah mencatatkan berbagai prestasi membanggakan. Pada PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara, Bali sukses meraih tiga medali emas dari nomor tunggal putri, ganda campuran, dan triple campuran, serta satu perak dari tunggal putra.
“Prestasi ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, KONI, serta masyarakat dan pihak swasta. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para tokoh senior gateball Bali yang telah membesarkan PERGATSI, dan pada kesempatan ini kami berikan penghargaan Lifetime Achievement,” kata Sudiana.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Bali melalui KONI Bali dan Dinas PUPRKIM Bali, termasuk penyediaan fasilitas lapangan dan kantor sebagai pusat pengembangan gateball Bali, serta Undiknas Denpasar yang memfasilitasi kegiatan pelatihan dan pelantikan.
Ketua Umum KONI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, turut memberikan apresiasi atas kontribusi gateball yang dinilai signifikan pada PON terakhir di Aceh dan Sumatera Utara. “Di PON kemarin kita hanya mengirim lima nomor, tapi hasilnya luar biasa. Banyak yang masuk final dan menghasilkan emas,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi organisasi yang solid di bawah kepengurusan baru, serta mengingatkan bahwa prestasi atlet adalah hasil dari proses panjang, berkelanjutan, berjenjang, dan berkecukupan. Oka Darmawan juga mengapresiasi kualitas pengurus PERGATSI Bali yang disebut telah memiliki kompetensi level 4.
Sementara itu, Penasihat Pengprov PERGATSI Bali, Dr. Gung Tini Gorda, menilai pelantikan langsung oleh Ketua Umum PB PERGATSI yang juga Wakil Menteri PU sebagai momentum strategis bagi gateball Bali. Ia mendorong agar gateball masuk ke ranah perguruan tinggi negeri dan swasta, sehingga dapat terintegrasi dengan BAPOMI (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia).
“Dengan begitu, pembinaan atlet dari tingkat SD hingga perguruan tinggi bisa terakomodasi secara utuh. Gateball Bali untuk Indonesia, Indonesia untuk internasional,” ujarnya.
Gung Tini Gorda juga optimistis kepemimpinan Diana Kusumastuti selaku Ketua Umum PB PERGATSI akan membawa gateball lebih maju, mengingat keterkaitan olahraga ini dengan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang sejalan dengan arah pembangunan Bali dan nasional.
“Saya yakin Gateball Bali lebih berkembang dan lebih maju. Gateball Bali untuk Indonesia, Indonesia untuk Internasional,” pungkas tokoh perempuan yang juga akademisi dan Kepala Pusat Studi Undiknas itu.
Dr. I Wayan Ekadina selaku Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian Setda Provinsi Bali mengungkapan Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi berbagai prestasi membanggakan yang diraih Gateball Bali seperti sukses meraih tiga medali emas pada PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Hal tersebut membuktikan pembinaan gateball di Bali sudah berjalan dengan baik dan perlu terus ditingkatkan ke depannya. Hal tersebut juga menjadi tantangan bagi para pengurus baru yang baru saja dilantik dan dikukuhkan untuk terus meningkatkan torehan prestasi dari gateball.
“Lima atlet yang dikirim sampai mendapatkan tiga emas itu artinya apa, pembinaan gateball di Bali sangat luar biasa. Kebanggan ini tidak boleh berhenti, prestasi harus ditingkat. Ini jadi tantangan besar untuk meningkatkan prestasi lebih maju lagi. Apalagi gateball itu lahir dari Bali. Tentu saja kita wajib berbangga, selain menjadi pariwisata terbaik kita juga menelurkan olahraga gateball,” ujar Ekadina lantas berharap para pengurus yang baru dilantik agar terus mengkobarkan semangat perjuangan di olahraga gateball.
Dengan kepengurusan baru dan dukungan lintas sektor, gateball Bali kini menatap target yang lebih besar: mengukuhkan prestasi, memperkuat organisasi, dan membawa Indonesia lebih kompetitif di arena olahraga internasional. (kbs)

