BerandaDaerahSatgas Gajah Sena Jadi Simbol Kekuatan Baru PSI Bali, Siap Dikonsolidasikan hingga...

Satgas Gajah Sena Jadi Simbol Kekuatan Baru PSI Bali, Siap Dikonsolidasikan hingga Kabupaten/Kota

PSI Bali Naik Kelas Dipimpin Wayan Suyasa

Foto: Ketua DPW PSI Bali terpilih periode 2025–2030, I Wayan Suyasa, S.H., didampingi jajaran pengurus DPW dan DPD PSI Kabupaten/Kota se-Bali saat memberikan keterangan pers di Badung pada Kamis 22 Januari 2026.

Badung, KabarBaliSatu

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali meneguhkan langkah konsolidasi politiknya dengan menghadirkan Satgas Gajah Sena sebagai simbol kekuatan, identitas, dan transformasi partai. Gagasan ini disampaikan Ketua DPW PSI Bali terpilih periode 2025–2030, I Wayan Suyasa, menjelang pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan pelantikan pengurus PSI se-Bali.

Suyasa menjelaskan, Satgas Gajah Sena merupakan salah satu divisi strategis di tubuh PSI yang tidak hanya dibentuk di tingkat provinsi, tetapi juga akan diperluas hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Bali. Kehadiran satgas ini dimaknai sebagai representasi kekuatan kolektif PSI yang terus dipersiapkan untuk menjadi kekuatan besar dalam peta politik nasional.

“Satgasnya PSI namanya Gajah Sena. Ini cukup menarik bagi kami. Kami sudah siapkan kurang lebih ada seratus anggota satgas yang tentunya bagian dari simbolis kekuatan gajah itu sendiri,” kata Suyasa saat memberikan keterangan pers di Badung pada Kamis 22 Januari 2026.

Menurutnya, Satgas Gajah Sena merupakan simbolisasi kekuatan “gajah” yang kokoh, solid, dan berdaya tahan tinggi. Semangat Gajah Sena ini juga akan dihadirkan dalam fragmentasi secara tematik dalam rangkaian pelantikan pengurus DPW, DPD, dan DPC PSI se-Bali yakan berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, di The Trans Resort Bali, Kabupaten Badung, sebagai penegasan arah baru dan identitas politik partai.

Makna filosofis Gajah Sena turut diperjelas Ketua Panitia Rakorwil dan Pelantikan Pengurus PSI se-Bali, Komang Suarsana. Ia menerangkan bahwa Gajah Sena diambil dari nama tokoh pewayangan yang sarat nilai perjuangan dan transformasi. Filosofi tersebut tidak hanya disampaikan secara naratif, tetapi juga akan diekspresikan secara artistik melalui pertunjukan tari dalam agenda pelantikan dan penugasan Satgas Gajah Sena.

Suarsana memaparkan ringkasan kisah Gajah Sena yang berakar dari cerita kelahiran Bima, ksatria Pandawa. Dikisahkan, Bima lahir dalam kondisi terbungkus cangkang atau ari-ari yang sangat kuat dan tidak dapat dihancurkan oleh siapa pun, termasuk orang tuanya, Dewi Kunti dan Pandu. Hingga akhirnya Bathara Guru menurunkan putranya, Gajah Sena, untuk memecahkan cangkang tersebut. Setelah berhasil, jiwa dan raga Gajah Sena menyatu dengan Bima, melahirkan sosok Bimasena dengan kekuatan baru.

Filosofi ini kemudian dimaknai PSI sebagai simbol kebangkitan dan transformasi. Dari kekuatan lama, lahir energi baru yang lebih utuh dan berdaya, yang dalam istilah Sanskerta disebut Udaya Nawa Sakti. Nilai-nilai itulah yang ingin diinternalisasi PSI: menjadi kekuatan politik yang kokoh, berani, bijak, serta setia pada kebenaran dan kepentingan rakyat.

Sejalan dengan itu, DPW PSI Bali bersiap menggelar Rakorwil sekaligus pelantikan pengurus DPW, DPD, dan DPC PSI se-Bali pada Sabtu, 24 Januari 2026, di The Trans Resort Bali, Kabupaten Badung. Agenda ini diposisikan bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat struktur, konsolidasi kader, dan identitas politik PSI di Bali.

Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang PSI Bali dalam menyongsong kontestasi politik 2029. Kehadiran Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep beserta jajaran elite DPP PSI dalam acara ini menegaskan pentingnya Bali sebagai wilayah strategis dalam peta penguatan nasional PSI.

Dengan mengusung filosofi Gajah Sena, PSI Bali menandai babak baru perjalanannya: membangun kekuatan politik yang terorganisir, berakar pada nilai budaya, dan siap tampil sebagai kekuatan yang diperhitungkan di masa depan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini