BerandaNasionalDemer Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan di Tengah Gejolak Global, Dorong Bulog Manfaatkan...

Demer Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan di Tengah Gejolak Global, Dorong Bulog Manfaatkan Digitalisasi dan AI

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih—akrab disapa Demer dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani pada Rabu (21/1/2026).

Jakarta, KabarBaliSatu

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih akrab disapa Demer menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global dan kondisi domestik yang dilanda bencana alam di sejumlah daerah. Penegasan itu disampaikan Demer dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani pada Rabu (21/1/2026).

Menurut Demer, situasi internasional saat ini kerap memunculkan rasa waswas. Di saat bersamaan, Indonesia juga menghadapi tantangan internal berupa banjir dan ancaman bencana lain di berbagai wilayah, khususnya di Sumatera. “Kondisi ini membuat kita seperti terus berada dalam ketegangan. Karena itu, peran Bulog menjadi sangat strategis,” ujarnya.

Demer menyoroti komitmen Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal menaruh perhatian besar pada isu ketahanan pangan, bahkan sebelum gejolak global terjadi. Ia menilai penunjukan figur berlatar belakang militer untuk memimpin Bulog sebagai langkah tepat.

“Saya rasa tidak salah pilih. Karakter kepemimpinan yang taktis dan strategis itu menyatu. Dalam kondisi mendesak, kesiapan dan kecepatan sangat dibutuhkan,” kata Demer yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu.

Meski demikian, Demer mengingatkan bahwa kekuatan taktis harus berjalan seiring dengan kemajuan zaman. Ia mendorong Bulog untuk mengakselerasi digitalisasi, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), demi meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan ketepatan sasaran program pangan.

“Integrasi data penerima bantuan harus jelas. KTP bisa dikaitkan dengan teknologi pengenalan wajah agar tidak terjadi penerima fiktif atau bantuan salah sasaran,” tegasnya.

Wakil rakyat yang sudah lima periode di DPR RI ini juga menyinggung potensi penyimpangan di lapangan yang bisa diminimalisir dengan sistem digital yang transparan dan terintegrasi.

Selain penyaluran bantuan, Demer menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan gudang Bulog. Dengan AI, pergerakan stok—mulai dari barang masuk, keluar, hingga daya tahan penyimpanan—dapat dipantau secara real time. “Tidak boleh lagi ada barang busuk di gudang. AI bisa memberi peringatan dini jika stok mendekati kedaluwarsa,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa otomatisasi dan teknologi berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Namun, Demer menilai hal itu sebagai konsekuensi yang tak terhindarkan dari kemajuan. Pemerintah, kata dia, sudah mengantisipasi persoalan pengangguran melalui pemisahan kementerian terkait tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk lewat sekolah-sekolah unggulan.

Demer juga mengapresiasi capaian swasembada pangan yang mulai dirasakan. Menurutnya, kondisi ini menjadi bantalan penting ketika dunia sedang tidak stabil. “Dengan pangan yang relatif aman, kita punya ketahanan lebih kuat menghadapi situasi global yang tidak baik-baik saja,” katanya.

Menutup pernyataannya, Demer kembali menggarisbawahi urgensi transformasi digital di Bulog. Tujuannya jelas: menekan kerugian, mencegah penyimpangan, dan memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. “Teknologi adalah kunci agar kebijakan pangan tepat sasaran dan kepercayaan publik tetap terjaga,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini