BerandaDaerahSinergi HIPPI, PENDOPO, KemenPPPA RI, SMKN1 Mas Ubud Dorong UMKM Berdaya Saing...

Sinergi HIPPI, PENDOPO, KemenPPPA RI, SMKN1 Mas Ubud Dorong UMKM Berdaya Saing dan Naik Kelas

Foto: Suasana rangkaian kegiatan “Karya untuk Ibu sebagai Pelestari Budaya dan Ruang Tumbuh UMKM Perempuan”, dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, di Pendopo Living World Denpasar, Minggu (28/12/2025).

Denpasar, KabarBaliSatu

Rangkaian kegiatan bertajuk “Membangun Ekosistem Pengusaha: Dari Embrio, UMKM, hingga Naik Kelas” melalui program “Karya untuk Ibu sebagai Pelestari Budaya dan Ruang Tumbuh UMKM Perempuan”, dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, kembali berlanjut di Pendopo Living World Denpasar, Minggu (28/12/2025).

Kegiatan inspiratif ini digelar oleh Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Bali berkolaborasi dengan Pendopo dan SMK Negeri 1 Mas Ubud, serta mendapat dukungan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. Acara ini menjadi wadah apresiasi terhadap peran perempuan, sekaligus upaya pelestarian budaya dan penguatan UMKM perempuan di Bali.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan organisasi pengusaha, pengelola ruang publik, dunia pendidikan, dan pemerintah pusat, kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan ruang ekspresi kreatif yang inklusif dan edukatif bagi masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPD HIPPI Bali, Dr. Gung Tini Gorda, bersama jajaran pengurus DPD HIPPI Bali lainnya.

Rangkaian acara diawali dengan Podcast HIPPI Bali yang diselenggarakan sebagai ruang diskusi terbuka untuk mengangkat isu pemberdayaan UMKM perempuan serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya.

Podcast HIPPI Bali menghadirkan narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, yakni Asisten Deputi Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Wilayah III Kementerian PPPA RI, Dr. Dra. Dewa Ayu Laksmiadi Janapriati, M.Par. Kehadiran narasumber dari pemerintah pusat tersebut memberikan perspektif kebijakan sekaligus arah strategis dalam mendorong UMKM perempuan agar semakin berdaya dan berdaya saing. Podcast dipandu oleh Githa Adnyani, alumni SMK Negeri 1 Mas Ubud, bersama tim dari SMK Negeri 1 Mas Ubud.

Terkait dengan materi podcast, Dr. Dewa Ayu Laksmiadi Janapriati menjelaskan bahwa pengembangan tanaman kelor memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya perempuan.

“Kelor merupakan tanaman yang perlu terus kita kembangkan karena peluangnya sangat besar, terutama dalam mendukung upaya ketahanan pangan,” ujar Dr. Dewa Ayu. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan kelor di tingkat rumah tangga dengan mendorong setiap keluarga menanam minimal dua hingga tiga pohon kelor di pekarangan rumah.

“Jika setiap keluarga memiliki dua sampai tiga pohon kelor, itu sudah sangat cukup untuk membantu pemenuhan gizi keluarga sekaligus menjadi langkah awal pencegahan stunting dari lingkungan rumah tangga,” jelasnya.

Selain manfaat gizi, kelor juga dinilai memiliki nilai ekonomis yang tinggi, baik di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Potensi ekonomi tersebut akan semakin besar apabila kelor dikembangkan menjadi berbagai produk turunan dengan beragam varian.

“Kelor tidak hanya dikonsumsi sebagai sayuran, tetapi bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Di sinilah peluang ekonomi terbuka lebar, terutama bagi perempuan dan UMKM,” ungkapnya.

Menurutnya, di Indonesia, khususnya di Bali, kelor sangat mudah dibudidayakan dan dikembangbiakkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi pengembangan kelor sebagai komoditas unggulan sangat menjanjikan.

“Bali memiliki kondisi alam yang sangat mendukung. Kelor bisa tumbuh dengan baik dan mudah dikembangkan. Ke depan, ketika produk kelor mampu menembus pasar global, tren masyarakat yang kembali ke alam atau back to nature akan semakin memperkuat permintaan terhadap produk herbal dan alami, termasuk kelor,” pungkasnya.

Dr. Dewa Ayu Laksmiadi Janapriati juga mengapresiasi peran Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Bali dalam mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya melalui upaya menaikkan kelas UMKM lokal.

“Saya sangat mengapresiasi peran HIPPI Bali yang secara konsisten mendorong pemberdayaan perempuan dan penguatan UMKM lokal agar bisa naik kelas,” ujarnya.

Dalam pandangannya, HIPPI Bali dinilai sebagai salah satu pemangku kepentingan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam pengembangan UMKM, mengingat tantangan pembangunan saat ini tidak memungkinkan lagi untuk bekerja secara parsial dan terpisah.

“Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Tantangan pembangunan hari ini menuntut kolaborasi lintas sektor agar hasilnya bisa berdampak nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pengembangan komoditas unggulan seperti kelor, menurutnya, menjadi contoh konkret pentingnya sinergi multipihak. Setiap unsur memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari sektor pertanian yang fokus pada budidaya, akademisi yang berperan dalam riset dan pengembangan, pelaku usaha yang mengolah produk menjadi bernilai tambah, hingga tenaga profesional yang menangani kemasan dan pemasaran.

“Petani fokus pada budidaya, akademisi melakukan riset, pelaku usaha mengolah produk agar memiliki nilai tambah, dan tenaga profesional mengurus kemasan serta pemasaran. Semua harus bergerak bersama,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah memiliki peran strategis dalam mendukung akses permodalan agar pengembangan usaha dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Pemerintah hadir untuk memperkuat ekosistem ini, salah satunya melalui dukungan akses permodalan agar usaha masyarakat bisa tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dr. Dewa Ayu Laksmiadi Janapriati menilai penguatan jejaring dan kemitraan akan menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar serta mempercepat perputaran ekonomi masyarakat. Sebaliknya, pengembangan yang dilakukan secara sendiri-sendiri dinilai tidak akan menghasilkan pertumbuhan yang signifikan.

“Dengan jejaring yang kuat, peluang ekonomi akan semakin besar dan perputaran ekonomi masyarakat bisa lebih cepat. Jika berjalan sendiri-sendiri, pertumbuhannya tidak akan signifikan,” ungkapnya.

Ke depan, ia berharap HIPPI Bali terus memperkuat perannya sejalan dengan program nasional Astacita, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.

“HIPPI Bali memiliki peran strategis untuk mendukung Astacita, terutama dalam penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Sebagai bangsa agraris, nilai-nilai kearifan lokal dan budaya berbasis pertanian dinilai perlu terus dijaga dan dikembangkan. Melalui peran aktif organisasi pengusaha seperti HIPPI Bali, pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, dan pembangunan ekonomi berbasis budaya diharapkan dapat berjalan secara selaras dan berkelanjutan.

“Kita harus menjaga kearifan lokal dan budaya pertanian sebagai identitas bangsa. Jika ekonomi, budaya, dan pemberdayaan berjalan beriringan, pembangunan akan jauh lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

Kepala Sekolah SMKN 1 Mas Ubud, I Komang Purwata, S.Pd., M.Pd., menyambut positif kolaborasi antara HIPPI Bali, Pendopo, dan SMKN 1 Mas Ubud yang dinilainya telah membuka ruang nyata bagi pengembangan kewirausahaan siswa.

“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini karena benar-benar memberikan ruang nyata bagi siswa untuk belajar dan mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak dini,” ujar I Komang Purwata.

Menurutnya, kegiatan kolaboratif tersebut menjadi kesempatan berharga bagi sekolah untuk menampilkan produk-produk hasil karya siswa, khususnya di bidang produk kreatif dan kewirausahaan.

“Melalui kegiatan ini, produk-produk hasil karya siswa bisa ditampilkan langsung kepada masyarakat luas. Ini sekaligus menjadi ajang pembuktian dari proses pembinaan kewirausahaan yang selama ini kami jalankan di sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan, karya siswa yang diperkenalkan kepada publik bukan sekadar hasil praktik belajar, tetapi telah melalui proses pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Siswa kami memang mendapatkan pembinaan khusus di bidang kewirausahaan, termasuk pendampingan langsung dari HIPPI Bali. Selain itu, sekolah juga memberikan pembelajaran mulai dari pemahaman proses bisnis, pengolahan produk, hingga analisis kelayakan usaha,” ungkapnya.

Kegiatan kolaboratif ini, lanjutnya, menjadi tonggak penting bagi SMKN 1 Mas Ubud untuk semakin serius mengembangkan kewirausahaan siswa secara berkelanjutan.

“Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus mendorong kewirausahaan siswa agar tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi benar-benar berkelanjutan,” tegasnya.

Terkait keberlanjutan program, sekolah menargetkan pada tahun 2026 setidaknya terbentuk 10 tim atau kelompok usaha siswa yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Saat ini sudah ada lima tim usaha siswa yang terdaftar di sistem Online Single Submission atau OSS, sehingga telah mengantongi NIB dan izin edar. Ke depan, kami menargetkan jumlah tersebut terus meningkat, bahkan bisa mencapai 15 tim usaha,” paparnya.

Ke depan, sinergi dengan HIPPI Bali akan terus diperkuat, termasuk dalam pengembangan jenis usaha siswa. Jika selama ini siswa lebih banyak bergerak di sektor produk, sekolah mulai mengarahkan pengembangan kewirausahaan ke sektor jasa.

“Kami ingin pengembangan kewirausahaan siswa tidak hanya di produk, tetapi juga merambah sektor jasa. Dengan dukungan HIPPI Bali, kami optimistis siswa bisa lebih siap menghadapi dunia usaha dan dunia kerja,” pungkasnya.

Sementara itu, Bidang Perdagangan, Perindustrian, dan UMKM DPD HIPPI Provinsi Bali, Ir. Hj. Nimmi Gulam, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung serta menyediakan sarana dan media bagi para pelaku UMKM agar dapat berkreasi dan mempromosikan produknya secara lebih luas.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai ruang bagi para pelaku UMKM untuk berkreasi, berinovasi, sekaligus mempromosikan produk mereka agar dikenal lebih luas oleh masyarakat,” ujar Nimmi Gulam.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM didorong untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan semangat entrepreneurship yang diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya berjualan, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat sehingga usahanya bisa tumbuh dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan internal UMKM menjadi faktor penting dalam menopang sekaligus memperkuat sendi-sendi perekonomian Bali di tengah dinamika dan tantangan ekonomi yang terus berkembang.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian Bali. Jika internal UMKM kuat, maka daya tahan ekonomi daerah juga akan semakin kokoh menghadapi berbagai tantangan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pendopo atas dukungan serta kerja sama yang telah terjalin dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara organisasi pengusaha dan pengelola ruang publik memiliki peran strategis dalam membuka akses pasar bagi pelaku UMKM.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pendopo atas dukungan dan kolaborasi yang telah terjalin. Harapannya, sinergi seperti ini dapat terus berlanjut melalui kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang,” pungkasnya.

Bidang Organisasi DPD HIPPI Bali, Gung Mas, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan inspiratif bertajuk “Karya Untuk Ibu” yang digelar HIPPI Bali bekerja sama dengan Pendopo dan SMK Negeri 1 Mas Ubud di Pendopo Living World Denpasar.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Karya Untuk Ibu. Ini adalah kegiatan yang inspiratif dan menjadi ruang nyata bagi UMKM lokal binaan HIPPI Bali untuk tampil di hadapan publik,” ujar Gung Mas.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 UMKM binaan HIPPI Bali yang telah melalui proses kurasi ditampilkan dan dipamerkan kepada masyarakat. Menurutnya, hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi organisasi karena UMKM lokal binaan HIPPI Bali dapat hadir dan menampilkan produknya di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Denpasar.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena UMKM binaan HIPPI Bali bisa tampil di pusat perbelanjaan besar di Denpasar. Ini bukan hanya soal pameran, tetapi tentang kepercayaan dan pengakuan terhadap kualitas produk lokal,” jelasnya.

Ia menilai kehadiran UMKM binaan di lingkungan mal memberikan pengalaman berharga sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pelaku usaha. Terlebih, penempatan area display UMKM yang berada di bagian depan dinilai sangat strategis karena langsung terlihat oleh pengunjung.

“Penempatan display di bagian depan sangat strategis karena langsung terlihat oleh pengunjung. Ini memberi peluang besar bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat luas dan meningkatkan eksposur produk,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antara HIPPI Bali, Pendopo, dan berbagai pihak terkait merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam memperjuangkan UMKM lokal agar mampu bersaing dengan produk non-lokal.

“Kolaborasi seperti ini menunjukkan komitmen kami untuk terus memperjuangkan UMKM lokal agar bisa bersaing dan tidak kalah dengan produk-produk non-lokal,” tegasnya.

Ke depan, HIPPI Bali berharap UMKM binaan, khususnya 19 UMKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut, dapat terus berkembang, semakin maju, dan semakin bersemangat dalam meningkatkan kualitas produk serta daya saing.

“Kami berharap UMKM binaan HIPPI Bali, khususnya yang terlibat dalam kegiatan ini, bisa terus berkembang, meningkatkan kualitas produk, dan semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Para pelaku UMKM binaan HIPPI Bali yang lolos kurasi di Pendopo Living World Denpasar menyampaikan apresiasi kepada HIPPI Bali dan Pendopo atas kesempatan yang diberikan untuk berkembang serta memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.

Salah satunya disampaikan oleh Ni Luh Putu Kasiani dari Tim Jeleni (Brown Siam). Ia mewakili timnya mengucapkan terima kasih kepada HIPPI Bali atas pembinaan dan pendampingan yang telah diberikan hingga mereka berhasil lolos kurasi di Pendopo Living World Denpasar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada HIPPI Bali atas pembinaan dan pendampingan yang selama ini diberikan kepada kami, sehingga Tim Jeleni bisa lolos kurasi dan tampil di Pendopo Living World Denpasar,” ujar Ni Luh Putu Kasiani.

Apresiasi juga ia sampaikan kepada pihak Pendopo yang telah menyediakan ruang berkreasi bagi pelaku UMKM, sehingga produk yang ditawarkan dapat diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat luas.

“Kami juga berterima kasih kepada Pendopo yang telah memberikan ruang berkreasi bagi UMKM. Kesempatan ini sangat berarti bagi kami untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran UMKM lokal di ruang publik seperti pusat perbelanjaan tidak hanya meningkatkan eksposur produk, tetapi juga menambah kepercayaan diri pelaku usaha untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas.

“Bisa tampil di tempat seperti ini tentu menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk dan berkembang ke depan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Lindawati dari UMKM Ikebana Handycraft. Ia mengaku, sejak bergabung dengan HIPPI Bali, telah menerima berbagai bimbingan dan pelatihan yang berdampak nyata terhadap pengembangan usahanya.

“Sejak bergabung dengan HIPPI Bali, kami banyak mendapatkan bimbingan dan pelatihan yang sangat membantu dalam pengembangan produk,” ujar Lindawati.

Menurutnya, pendampingan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperkuat pemahaman pelaku UMKM terhadap standar pasar dan strategi pemasaran.

“Dengan pembinaan yang kami terima, produk Ikebana Handycraft akhirnya bisa lolos kurasi dan tampil di Pendopo Living World Denpasar. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ungkapnya.

Ia menilai, kesempatan untuk tampil di ruang publik seperti pusat perbelanjaan memberikan kepercayaan diri yang lebih besar bagi pelaku UMKM lokal untuk terus berinovasi dan bersaing.

“Kesempatan ini membuat kami semakin percaya diri untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Nuansa seni dan budaya Bali semakin terasa melalui berbagai penampilan, seperti Tari Cendrawasih yang dibawakan Lina Septiani dan Meilinda Rahayu, vokal solo oleh Cinta Ary Utami, serta penampilan bondres dari Aksamayang Bondres. Acara kemudian ditutup manis dengan penampilan band akustik dari Stava Band. Ragam pertunjukan seni tersebut sukses menarik perhatian pengunjung Living World Denpasar. Bahkan, wisatawan mancanegara turut ikut ngibing dalam pertunjukan joged.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum HIPPI Bali, Dr. Gung Tini Gorda, turut memborong berbagai produk UMKM lokal yang ditampilkan. Tindakan ini menjadi bukti nyata bahwa HIPPI Bali tidak hanya berperan dalam membimbing dan membina para pelaku UMKM, tetapi juga memberikan dukungan langsung dengan membeli dan mempromosikan produk-produk lokal. Komitmen tersebut sekaligus menegaskan keberpihakan HIPPI Bali dalam mendorong UMKM agar terus tumbuh, naik kelas, dan semakin percaya diri bersaing di pasar yang lebih luas.

Rangkaian kegiatan “Karya untuk Ibu” ini tidak hanya menjadi perayaan Hari Ibu ke-97, tetapi juga menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis budaya. Melalui sinergi antara HIPPI Bali, Pendopo, SMKN 1 Mas Ubud, pemerintah, serta para pelaku UMKM, kegiatan ini menghadirkan ruang nyata bagi perempuan dan generasi muda untuk bertumbuh, berkreasi, dan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal Bali.

Ke depan, kolaborasi lintas sektor semacam ini diharapkan terus berlanjut dan diperluas, sehingga UMKM perempuan tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas. Pribumi Berkarya Indonesia Jaya! (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini