BerandaDaerahPosyandu Tegal Darmasaba Jadi Episentrum Penguatan Layanan Dasar, Ny. Putri Koster Tegaskan...

Posyandu Tegal Darmasaba Jadi Episentrum Penguatan Layanan Dasar, Ny. Putri Koster Tegaskan Tata Kelola Harus Lebih Akuntabel

Foto: Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Provinsi Bali bersama Ketua TP Posyandu, Ny. Putri Koster, saat menggelar Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” pada Rabu (10/12). 

Badung, KabarBaliSatu 

Posyandu Desa Adat Tegal Darmasaba, Abiansemal, Badung, menjadi pusat perhatian ketika Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Provinsi Bali bersama Ketua TP Posyandu, Ibu Putri Koster, menggelar Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” pada Rabu (10/12). Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menguatkan arah kebijakan pembinaan Posyandu sebagai garda terdepan layanan dasar masyarakat di tingkat akar rumput.

Dalam arahannya, Ibu Putri Koster menekankan perlunya reformasi tata kelola Posyandu agar lebih terstruktur, transparan, dan akuntabel. Ia menilai penataan organisasi yang baik akan menjadi fondasi keberhasilan Posyandu dalam menopang kesejahteraan warga, terutama untuk memastikan kualitas tumbuh kembang generasi muda menuju generasi emas Indonesia.

“Pengurus Posyandu harus memiliki kemampuan, pengetahuan, dan inovasi dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembangunan desa sesuai standar pelayanan minimal,” ujarnya.

Ia menguraikan bahwa pengurus Posyandu memegang peran strategis dari hulu ke hilir, mulai penyusunan rencana, penyampaian usulan kegiatan kepada pemerintah desa/kelurahan, hingga koordinasi dengan Tim Pembina Posyandu tingkat desa. Posyandu bukan lagi sekadar layanan kesehatan dasar, tetapi entitas yang terintegrasi dalam pembangunan desa.

Mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, ia menegaskan bahwa transformasi Posyandu menempatkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai acuan kerja, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta urusan sosial. Dengan standar tersebut, Posyandu diharapkan mampu memperluas perannya sebagai simpul layanan masyarakat.

Tak hanya menitikberatkan pada tata kelola, Ibu Putri Koster juga mengangkat isu strategis lain: pengelolaan sampah. Ia mengajak warga Desa Tegal Darmasaba mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah sebagai upaya memutus pola lama buang-angkut yang selama ini membebani TPA, khususnya TPA Suwung di kawasan Badung–Denpasar.

“Setiap rumah tangga wajib memilah sampah. Desa yang tidak masuk wilayah regional TPA harus mampu mengelola sampahnya sendiri—sampah organik selesai di sumber, sampah anorganik diselesaikan di TPS3R, dan residu ditangani di TPST,” tegasnya.

Selepas kegiatan Aksi Sosial, Ketua TP Posyandu Ibu Putri Koster bersama tim melanjutkan kunjungan lapangan ke TPS3R Pudak Sari di Desa Darmasaba. Peninjauan ini bertujuan melihat secara langsung kesiapannya dalam pengolahan sampah desa sebagai bagian dari implementasi kebijakan lingkungan berbasis sumber. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini