BerandaDaerahTransformasi Digital Bali Banjir Penghargaan Nasional, Gubernur Koster Buktikan Kemajuan Teknologi dan...

Transformasi Digital Bali Banjir Penghargaan Nasional, Gubernur Koster Buktikan Kemajuan Teknologi dan Budaya Bisa Berjalan Beriringan

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menjadi keynote speaker pada 5th International Conference on Digital Humanities 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat pada Sabtu (18/7/2026).

Bandung, KabarBaliSatu

Di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, Bali dinilai sukses mengeksekusi strategi besar transformasi digital yang tidak hanya mutakhir, tetapi juga diakui lewat rentetan penghargaan bergengsi di tingkat nasional.

Pencapaian luar biasa ini dipaparkan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menjadi keynote speaker pada 5th International Conference on Digital Humanities 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, Sabtu (18/7/2026).

Forum global bertema “AI, Digital Ethics, and the Future of Geotourism” ini mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara.

Fokus utama dari keberhasilan tata kelola digital Bali bersandar pada penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Berlandaskan Peraturan Gubernur Bali Nomor 44 Tahun 2021, Pemprov Bali berhasil mengintegrasikan pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

Kerja keras ini membuahkan hasil monumental. Pemprov Bali meraih peringkat “Sangat Baik” dalam evaluasi SPBE dengan raihan indeks 4,07 dari skala 5.

“Angka ini menjadi capaian indeks SPBE tertinggi di antara seluruh pemerintah daerah di Indonesia, melonjak signifikan jika dibandingkan dengan data tahun 2021,” ujar Koster dalam paparannya.

Atas prestasi gemilang tersebut, Bali dianugerahi penghargaan pencapaian indeks SPBE terbaik dalam ajang Digital Government Award. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia.

Selain digitalisasi birokrasi, ekosistem ekonomi digital di Pulau Dewata juga tumbuh masif. Bank Indonesia menganugerahkan BI Award kepada Provinsi Bali sebagai Provinsi dengan Implementasi QRIS Terbaik Secara Nasional pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia.

Keberhasilan ini didukung oleh data riil di lapangan yang menunjukkan perputaran ekonomi digital Bali telah meresap ke aktivitas harian masyarakat

“Data terkini menunjukkan lebih dari 1 juta merchant QRIS aktif di Bali dengan 172 juta transaksi digital sepanjang 2025 dan lebih dari 1,1 juta pengguna aktif, merupakan bukti bahwa transformasi digital Bali telah meresap ke dalam kehidupan ekonomis sehari-hari masyarakat Bali, ” tambah Koster yang juga alumni ITB ini.

Tak hanya itu, riset dari East Ventures dalam Digital Competitiveness Index 2025 menempatkan Bali di peringkat ke-6 secara nasional. Posisi ini sekaligus menobatkan Bali sebagai provinsi dengan daya saing digital terbaik di antara seluruh provinsi di luar Pulau Jawa.

Gubernur Koster menegaskan bahwa lompatan teknologi di Bali memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan daerah lain. Digitalisasi di Bali wajib menjaga keharmonisan alam dan kebudayaan setempat.

“Kami bersyukur masyarakat Bali sangat melek dan cepat dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Kesemua capaian ini membuktikan bahwa pendekatan Bali dalam transformasi digital menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi, bukan hambatan, melahirkan pendekatan yang tepat, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Koster di hadapan peserta konferensi.

Koster menambahkan, seluruh strategi transformasi digital ini bergerak selaras dan berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal yang tertuang dalam visi pembangunan daerah, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Melalui pendekatan yang terukur ini, Bali membuktikan bahwa modernisasi teknologi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan demi kesejahteraan masyarakat.

Menutup paparannya, Gubernur Koster mengajak kalangan akademisi, peneliti, pemerintah, dan dunia industri menjadikan Bali sebagai laboratorium riset dalam pengembangan talenta digital yang tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan budaya.

“Masa depan bukan hanya milik mereka yang menguasai teknologi, tetapi juga milik mereka yang mampu menjaga nilai-nilai kearifan lokal sebagai warisan adiluhung,” tegas Koster.

Ia menambahkan bahwa inovasi digital akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila dikembangkan dengan landasan budaya dan etika.

“Ketika inovasi digital dibimbing oleh nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, kemajuan tidak sekadar menghasilkan kecanggihan teknologi, tetapi juga membangun peradaban yang harmonis, bermartabat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain Gubernur Koster, konferensi tersebut turut menghadirkan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman sebagai keynote speaker.

Kepercayaan yang diberikan kepada Gubernur Koster menjadi salah satu indikator bahwa pendekatan pembangunan Bali yang mengintegrasikan transformasi digital dengan pelestarian budaya semakin mendapat perhatian, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bali dinilai mampu menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan selaras dengan perlindungan budaya, lingkungan, dan identitas lokal. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini