Foto: Bupati Klungkung, I Made Satria bersama PYP Group menyerahkan bantuan sosial bagi anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu di Kecamatan Nusa Penida, Sabtu (14/2/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Momentum Hari Valentine dimaknai berbeda oleh Bupati Klungkung, I Made Satria. Alih-alih sekadar seremoni, hari kasih sayang itu diwujudkan dalam aksi nyata kepedulian sosial bagi anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu di Kecamatan Nusa Penida, Sabtu (14/2/2026).
Didampingi Ny. Eva Satria dan Komunitas Sosial Peduli Yatim Piatu (PYP), Bupati Satria menyerahkan paket sembako kepada keluarga prasejahtera serta bantuan uang sekolah sebesar Rp1,6 juta bagi anak-anak yatim piatu.
Penyaluran bantuan dipusatkan di Kantor Camat Nusa Penida dan Kantor Desa Ped.
Total penerima manfaat dalam kegiatan tersebut mencapai puluhan warga.
Bantuan pendidikan diberikan kepada anak-anak yatim piatu, sementara paket sembako disalurkan kepada keluarga kurang mampu sebagai upaya membantu kebutuhan dapur sehari-hari.
Tak berhenti di wilayah kepulauan, kepedulian itu berlanjut ke daratan Klungkung. Bupati Satria mengunjungi kediaman Ni Kadek Ayu Serladewi di Desa Nyanggelan, Kecamatan Banjarangkan. Ia menyerahkan bantuan langsung kepada keluarga korban meninggal dunia akibat tersambar petir—sebuah kunjungan yang sarat empati dan dukungan moral.
Dalam sambutannya, Bupati Satria mengapresiasi peran aktif PYP Group yang konsisten menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan berbagai aksi kemanusiaan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas menjadi kunci dalam memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami tidak bisa bergerak sendiri. Kehadiran PYP Group hari ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu, masih sangat kuat. Bantuan ini mungkin belum menyelesaikan semua persoalan, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban dapur dan memberi semangat bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Bupati Satria.
Ia juga berpesan kepada para penerima bantuan, terutama anak-anak, agar memanfaatkan bantuan pendidikan tersebut sebaik mungkin untuk menunjang kebutuhan sekolah, mulai dari perlengkapan hingga biaya penunjang belajar.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, langkah kecil yang dilakukan bersama ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. (kbs)

