BerandaDaerahPON Beladiri 2026 Jadi Batu Uji 71 Atlet Bali Menuju PON 2028

PON Beladiri 2026 Jadi Batu Uji 71 Atlet Bali Menuju PON 2028

Gung Cok: PON Beladiri Momentum Uji Kekuatan Atlet Bali

Foto: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali saat melakukan rapat koordinasi pada Rabu (19/8/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali terus mematangkan persiapan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Sebanyak 71 atlet Bali akan diterjunkan dengan didampingi 20 pelatih dan official. Kontingen Bali akan ambil bagian pada tujuh cabang olahraga (cabor), yakni Muaythai, Kickboxing, Hapkido, Shorinji Kempo, Tinju, Mix Martial Arts (MMA), dan Yongmoodo.

Sementara itu, dari total delapan cabor yang dipertandingkan pada PON Beladiri 2026, Bali tidak mengikuti Anggar. Keputusan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian dan efisiensi anggaran.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau Gung Cok, mengatakan persiapan atlet kini memasuki tahap pemantapan. Salah satu fokus utama adalah mengevaluasi kondisi fisik dan kesehatan atlet sebagai dasar penyusunan program latihan.

KONI Bali sebelumnya telah melaksanakan tes fisik dan kesehatan pada 2 Agustus 2026. Hasil tes tersebut kemudian dibahas bersama para pelatih dalam rapat koordinasi pada Rabu (19/8/2026).

“Dari evaluasi tes fisik ini, kita ingin memberikan acuan bagi pelatih untuk mengisi kekurangan atlet,” ujar Gung Cok.

Menurutnya, hasil evaluasi tersebut penting untuk mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki dari masing-masing atlet. Pelatih kemudian dapat menyesuaikan program latihan agar persiapan menuju pertandingan lebih terarah.

Tak hanya melakukan evaluasi, KONI Bali juga akan turun langsung ke lapangan. Monitoring dijadwalkan dilakukan mulai pekan depan dengan menyambangi cabang-cabang olahraga yang akan bertanding.

“Kami akan turun langsung melakukan monitoring ke lapangan agar bisa bertemu atlet, memberikan motivasi, serta mengevaluasi perkembangan mereka,” katanya.

Tujuh Cabor Jadi Andalan Bali

Pada PON Beladiri 2026, Bali mengandalkan tujuh cabor untuk bersaing di tingkat nasional.

Ketujuh cabor tersebut adalah Muaythai, Kickboxing, Hapkido, Shorinji Kempo, Tinju, Mix Martial Arts (MMA), dan Yongmoodo.

Keikutsertaan dalam tujuh cabor tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi KONI Bali untuk melihat sejauh mana perkembangan pembinaan atlet selama ini.

Tidak tampilnya Bali pada cabor Anggar merupakan bagian dari penyesuaian anggaran. Meski demikian, KONI Bali tetap berharap tujuh cabor yang diikuti mampu memberikan hasil maksimal.

PON Beladiri juga memiliki arti penting dalam proses pembinaan jangka panjang. Ajang ini dipandang sebagai test case untuk mengukur kekuatan atlet sekaligus menjadi bagian dari pematangan menuju agenda olahraga yang lebih besar.

Ajang Promosi-Degradasi Menuju PON 2028

Selain mengejar prestasi, PON Beladiri 2026 juga menjadi ajang evaluasi bagi para atlet yang diproyeksikan memperkuat Bali pada PON 2028.

Performa atlet di ajang tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan komposisi atlet yang dipersiapkan menghadapi kompetisi berikutnya. Dengan demikian, para atlet tidak hanya dituntut tampil maksimal, tetapi juga harus mampu menunjukkan konsistensi dan perkembangan performanya.

Gung Cok mengatakan proses pembinaan dilakukan secara berjenjang. Setelah PON Beladiri, para atlet akan kembali menjalani proses evaluasi melalui Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali, sebelum kemudian diarahkan menuju Babak Kualifikasi (BK) PON.

“Iya, kita pematangan. Kita mengawali dari PON Beladiri, yang kedua dari hasil Porprov nanti. Karena persiapan Porprov langsung mereka ke BK PON. Ini berjenjang,” jelasnya.

Dengan pola tersebut, PON Beladiri 2026 tidak hanya menjadi tujuan jangka pendek. Hasil pertandingan diharapkan memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan atlet Bali sekaligus menjadi dasar untuk memperkuat persiapan menuju PON 2028.

Bidik Prestasi dan Posisi Lima Besar

KONI Bali juga memasang target untuk menjaga posisi Bali tetap berada dalam jajaran elite olahraga nasional.

Gung Cok menegaskan seluruh atlet harus memiliki semangat juang tinggi ketika membawa nama Bali di kancah nasional. Ia meminta atlet menanamkan semangat puputan dan berjuang maksimal hingga pertandingan berakhir.

“Harapannya pastinya harus tetap semangat. Harus memiliki daya juang puputan. Bagaimana caranya mempertahankan kehormatan Bali, karena target kita tetap ada di peringkat kelima di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, dalam proyeksi yang disampaikan KONI Bali, PON Beladiri 2026 juga diarahkan untuk memburu 15 medali emas dan menempatkan Bali di empat besar klasemen.

Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi 71 atlet yang akan bertanding. Di sisi lain, ajang ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk membuktikan kualitas sekaligus mengamankan peluang masuk dalam proyeksi tim Bali menuju PON 2028.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan melalui tes fisik, evaluasi kesehatan, monitoring, pembinaan mental dan pemetaan kekuatan, KONI Bali berharap kontingen yang terdiri atas Muaythai, Kickboxing, Hapkido, Shorinji Kempo, Tinju, MMA, dan Yongmoodo mampu memberikan performa terbaik di PON Beladiri 2026.

Bagi Bali, pertarungan di Oktober nanti bukan sekadar mengejar medali. PON Beladiri 2026 menjadi panggung evaluasi, ajang penyaringan atlet, sekaligus batu loncatan untuk membangun kekuatan Bali menuju PON 2028. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini