BerandaDaerahPelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 Resmi...

Pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 Resmi Dimulai! Gubernur Koster: Ini Tanggung Jawab Lintas Generasi

Foto : Gubernur Koster bersama 9 kepala daerah kabupaten/kota se-Bali resmi memulai Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru sebagai Pondasi Masa Depan Bali hingga 2125, dengan pemukulan kentongan berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Denpasar, Senin (22/12/2025).

Denpasar, KabarBaliSatu

Bali resmi memasuki babak baru pembangunan jangka panjang. Pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan: 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 secara resmi dimulai pada Senin (Soma Pon, Pahang), 22 Desember 2025, bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar. Momentum ini menandai dimulainya arah pembangunan Bali yang terpola, menyeluruh, terencana, dan terintegrasi untuk satu abad ke depan.

Peresmian tersebut dihadiri jajaran tokoh strategis Bali, mulai dari Ida Shri Bhagawan Putra Natha Wangsa Pamayun, Wakil Gubernur Bali, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Bali, Forkopimda Provinsi Bali, Ketua TP PKK Provinsi Bali, para bupati dan wali kota se-Bali, pimpinan DPRD kabupaten/kota, instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi, hingga berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Haluan Pembangunan Bali Era Baru bukan sekadar dokumen teknokratis, melainkan pedoman ideologis dan filosofis yang dirancang untuk menjaga keberlanjutan Bali lintas generasi.

“Haluan Pembangunan Bali Masa Depan ini adalah pangeling-eling dan pedoman hidup bersama bagi Krama Bali. Ini bukan program lima tahunan, melainkan arah peradaban Bali hingga tahun 2125,” tegas Koster.

Disahkan Secara Niskala dan Sakala

Koster menjelaskan, Haluan Pembangunan Bali telah disahkan melalui dua dimensi penting: Niskala (spiritual) dan Sakala (nyata). Secara Niskala, pengesahan dilakukan melalui upacara pasupati di Pura Penataran Agung Besakih pada 19 Agustus 2023 sebagai Dharma Pamiteket Besakih. Secara Sakala, haluan ini ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023.

Pelaksanaan baru dimulai pada 2025, menurut Koster, sebagai momentum yang tepat secara sekala-niskala, agar pembangunan Bali berjalan selaras antara tuntunan leluhur dan kebutuhan zaman.

Berlandaskan Pancasila dan Kearifan Lokal Bali

Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru berakar pada nilai-nilai Pancasila yang telah hidup dan teraktualisasi dalam keseharian masyarakat Bali. Nilai tersebut dipadukan dengan filosofi Sad Kerthi sebagai landasan menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali secara utuh.

“Pembangunan Bali tidak boleh memisahkan manusia dari alam dan kebudayaannya. Manusia adalah bagian dari alam itu sendiri. Ketika alam dirusak, kehidupan manusia Bali ikut terancam,” ujar Koster.

Wejangan leluhur Bali yang tertuang dalam Lontar Batur Kelawasan kemudian dirumuskan dalam enam pilar Sad Kerthi: Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi, sebagai fondasi filosofis pembangunan Bali.

Menjadi Arah Tunggal Pembangunan Se-Bali

Haluan Pembangunan Bali Era Baru kini menjadi dasar penyusunan RPJPD Semesta Berencana 2025–2045 dan RPJMD Semesta Berencana 2025–2029, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Bahkan, visi-misi kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 telah sepenuhnya menjabarkan arah haluan ini.

“Siapa pun kepala daerahnya, pembangunan Bali harus satu arah, satu pola, dan satu tata kelola. Tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri,” tegas Gubernur Koster.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Arah Peradaban Satu Abad

Arah pembangunan Bali satu abad ke depan merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dengan tujuan mewujudkan Bali yang kawista, tertata, damai, sejahtera, dan bahagia. Visi ini juga menegaskan kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, serta kepribadian budaya Bali, sejalan dengan prinsip Trisakti Bung Karno.

Berbagai kebijakan strategis menjadi penopang, mulai dari pelestarian alam dan pengendalian alih fungsi lahan, kedaulatan pangan dan energi bersih, transformasi ekonomi melalui Ekonomi Kerthi Bali, penguatan industri berbasis budaya dan produk lokal, hingga pariwisata budaya yang berkualitas dan bermartabat. Tak kalah penting, pemuliaan desa adat, subak, manuskrip lontar, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali menjadi fondasi utama pembangunan.

Komitmen Lintas Generasi

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk menanggalkan ego sektoral dan bersatu menjalankan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan sebagai tanggung jawab lintas generasi.

“Haluan Pembangunan ini adalah subhakti kita kepada Hyang Widhi Wasa, para leluhur, dan generasi Bali di masa depan. Mari kita jalankan dengan spirit gotong royong, gilik-saguluk, salunglung sabayantaka, demi kemuliaan Bali sepanjang zaman,” pungkasnya.

Dengan dimulainya implementasi Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru, Bali menapaki jalan pembangunan yang berakar pada ideologi, budaya, dan kearifan lokal, sebuah ikhtiar kolektif untuk memastikan Bali tetap ajeg, lestari, dan bermartabat hingga satu abad ke depan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini