Foto: Peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peningkatan intensitas hujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Denpasar, KabarBaliSatu
Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan lebat yang diperkirakan mengguyur sejumlah wilayah di Pulau Dewata pada Selasa hingga Kamis, 16–18 September 2025.
Instruksi ini disampaikan menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peningkatan intensitas hujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
“Selamat malam, bersama ini saya sampaikan pemberitahuan dari Kepala BMKG RI agar melakukan antisipasi bersama BPBD, serta menyampaikan kepada masyarakat untuk siaga dan waspada. Suksema, rahayu. Salam sehat,” ujar Koster dalam keterangannya, Senin (15/9/2025) malam.
Berdasarkan data BMKG, pada Selasa, 16 September 2025, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, dan Tabanan.
Sementara pada Rabu, 17 September 2025, cakupan wilayah terdampak diperkirakan lebih luas, mencakup Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, dan Tabanan.
Khusus untuk Rabu (17/9), pembaruan data model cuaca IFS menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Tabanan dan Badung bagian utara. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
BMKG bersama Pemerintah Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Warga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama di wilayah rawan bencana.
“Potensi hujan dengan intensitas tinggi harus diantisipasi sejak dini. Kesiapsiagaan BPBD dan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan agar dampak yang mungkin ditimbulkan bisa diminimalisir,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda bencana, seperti aliran sungai yang meluap, tanah yang mulai retak, atau pohon yang rawan tumbang.
Pemerintah daerah bersama BPBD Bali diinstruksikan untuk menyiagakan personel, peralatan darurat, hingga tempat evakuasi apabila dibutuhkan. Peringatan ini juga menjadi peringatan bagi warga di kawasan perbukitan, bantaran sungai, serta pesisir pantai untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan mengurangi potensi kerugian yang ditimbulkan. (kbs)

