Foto: Gubernur Koster meresmikan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, pada Rabu (15/7).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerintah Provinsi Bali secara resmi meluncurkan gerakan kolosal yang mempertemukan dunia akademik dengan pembangunan akar rumput. Gubernur Bali, Wayan Koster, meresmikan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, pada Rabu (15/7).
Langkah strategis ini dirancang untuk mempercepat pembangunan berbasis desa sebagai implementasi nyata dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.
Dalam pidatonya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, serta seluruh pimpinan perguruan tinggi di Bali. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk membumikan visi pembangunan daerah. Pembangunan Bali, lanjutnya, harus bergerak merata dan tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan atau pariwisata.
“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berpusat di kota atau kawasan pariwisata saja, melainkan tumbuh subur dari akar rumputnya yaitu dari desa,” tegas Gubernur Koster.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya guna mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara niskala dan sakala. Upaya besar ini menuntut keterlibatan aktif dari formula pentahelix.
“Pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita memerlukan sinergi seluruh komponen bangsa melalui kolaborasi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media,” ujarnya.
Bagi Gubernur Koster, desa adalah pondasi utama Bali tempat kebudayaan dirawat, alam dijaga, dan manusia Bali dibentuk. Melalui program ini, nilai-nilai luhur Sad Kerthi diintegrasikan ke dalam program kerja nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung, sekaligus menyelaraskan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan arah kebijakan pemprov agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Kekuatan intelektual yang dikerahkan tahun ini terbilang fantastis. Sebanyak 39 perguruan tinggi di Bali terlibat, menerjunkan 12.942 mahasiswa yang didampingi oleh 953 dosen pembimbing lapangan untuk mengabdi di desa-desa seluruh Bali.
Secara khusus, Gubernur Koster menitipkan empat pesan penting kepada belasan ribu mahasiswa tersebut untuk menjadi pembelajar yang rendah hati, problem solver, inovator, serta future leader yang berintegritas dan bergotong royong.
“Titiang berharap semua mahasiswa mampu meninggalkan jejak pengabdian yang nyata, bukan sekadar laporan kegiatan,” pesan Gubernur Koster secara mendalam.
Secara teknis, para mahasiswa dan dosen pendamping akan diarahkan menjadi mitra strategis pemerintah desa dan desa adat untuk mempercepat program prioritas Pemprov Bali. Fokusnya meliputi; Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber & Gerakan Bali Bersih Sampah, Pembatasan sampah plastik sekali pakai, Pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut, Penguatan sistem pertanian organik serta pemasaran produk lokal Bali, Penguatan UMKM, ekonomi desa, dan Program Satu Keluarga Satu Sarjana,nPelestarian adat, seni, budaya, bahasa, aksara, serta kain tenun Bali.
Menutup arahannya, Gubernur Koster optimistis gerakan kolaboratif ini akan menjadi kekuatan besar bagi masa depan Bali.
“Titiang percaya, apabila gerakan ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, maka kita akan mampu mewujudkan desa yang maju, masyarakat yang sejahtera, lingkungan yang lestari, economy yang berdikari, dan kebudayaan Bali yang semakin kokoh,” tutup Gubernur Koster.
Program inovatif bentukan Pemprov Bali ini mendapat respons positif dan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek RI, Prof. I Ketut Adnyana, menyatakan bahwa program ini sangat sejalan dengan kebijakan direktoratnya yang mendorong pengabdian masyarakat berdampak nyata.
Prof. Adnyana mengungkapkan bahwa Kemendiktisaintek dalam waktu dekat juga akan meluncurkan program ‘Mahasiswa Berdampak’ untuk transformasi sosial. Selain itu, melihat fokus pengelolaan sampah yang menjadi perhatian besar pemerintah pusat, pihak kementerian siap mengoptimalkan program-program pusat demi mendukung penuh kebijakan di Bali.
“Kami mendukung penuh program Bapak Gubernur karena program ini sejalan dengan program yang ada di direktorat kami. Pemerintah pusat juga sangat peduli terhadap persoalan sampah. Kami siap memanfaatkan seluruh program yang kami miliki untuk mendukung berbagai program pembangunan di Bali,” ujar Prof. I Ketut Adnyana. (kbs)

