Foto: Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih (Demer) kini dipercaya sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Badung, KabarBaliSatu
Karir politik politisi senior Partai Golkar asal Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer kian cemerlang dan bersinar di kancah panggung politik nasional. Kini Anggota Komisi VI DPR RI resmi mengemban jabatan strategis sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI per tanggal 18 Agustus 2026.
Wakil rakyat yang dikenal dengan leadership yang teruji tersebut menggantikan posisi Sari Yuliati sebagai bagian dari penyegaran struktur internal fraksi. Pengumuman penunjukan Demer disampaikan langsung di sela-sela arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam rangka perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Aula Lt. 1 Grha GOLKAR, Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni 11 A, Kemanggisan, Jakarta Barat.
Demer menegaskan bahwa tugas utama sekretaris fraksi berfokus pada tata kelola dan manajemen internal untuk menunjang kerja-kerja legislatif.
“Ya kemarin ada pengarahan dari Pak Bahlil, saya ditunjuk menjadi Sekretaris. Memang Sekretaris ini fungsinya lebih banyak kepada mengatur management ke dalam, management fraksi termasuk mengurus surat-surat ke DPR,” ujar Demer ditemui di kediamannya di Kerobokan Kelod, Kabupaten Badung pada Jumat 21 Agustus 2026 di sela-sela acara tiga bulanan putranya Agung Jayananda Linggih.
Demer menjelaskan adanya pembagian peran yang jelas antara Ketua dan Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI dalam menjalankan roda organisasi parlemen. Menurutnya, Ketua Fraksi lebih banyak berfokus pada kebijakan, hubungan antarfraksi, serta komunikasi dengan pihak eksekutif, sementara sekretaris mengawal seluruh aktivitas operasional di lingkup internal Fraksi Golkar DPR RI.
Sebagai sosok penting di struktur Fraksi Golkar DPR RI, Demer menganggap amanat baru ini sebagai sebuah tantangan yang harus diimbangi dengan rasa tanggung jawab tinggi. Internal “Partai Beringin” di Parlemen di Senayan Jakarta pun diyakini makin kompak dan solid dalam menjalankan tugas-tugas sebagai anggota legislatif.
“Ya saya merasa syukur sekali karena diberikan kepercayaan, tentu kepercayaan ini harus diimbangi juga dengan tanggung jawab. Karena fraksi Golkar cukup besar, ada 102 anggota dengan berbagai tipe orang, dengan berbagai strata pendidikan, strata komunitas berasal. Jadi ini tentu kalau dibilang berat, bagi saya sebenarnya merupakan tantangan,” tambah Demer yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu.
Lebih lanjut, Demer yang sudah lima periode sebagai wakil rakyat di DPR RI itu menyampaikan adanya penugasan khusus dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia terkait penataan ulang keanggotaan komisi demi memaksimalkan penyerapan aspirasi publik.
Bahlil meminta agar penyusunan komisi disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing anggota fraksi, selaras dengan slogan “Suara Golkar Suara Rakyat”.
Menurut Demer, untuk menyalurkan aspirasi dengan baik dan efektif, kunci utamanya adalah menempatkan orang pada posisi yang tepat (right man on the right place).
Di sisi lain, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa rotasi di tubuh fraksi maupun alat kelengkapan dewan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi politik demi mencapai target kinerja.
“Jangankan di fraksi, jangankan di alat kelengkapan dewan, di kabinet aja bisa terjadi rolling kalau itu dianggap tidak memenuhi apa yang menjadi target,” ungkap Bahlil saat memberikan arahan.
Bahlil menganalogikan susunan Fraksi Partai Golkar ibarat sebuah tim sepak bola yang membutuhkan komposisi terbaik untuk menang. Ia mengisyaratkan tidak menutup kemungkinan akan terus melakukan perombakan berkala apabila target-target politik dan pelayanan masyarakat belum tercapai.
“Jadi kalau komposisi yang lama belum bisa mencapai target, kita ubah lagi komposisinya,” tegas Bahlil. (kbs)

