Foto: Ilustrasi.
Denpasar, KabarBaliSatu
Memasuki usia ke-64 tahun, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menegaskan langkah besarnya untuk naik kelas menjadi bank kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 pada 2026. Target tersebut menjadi tonggak penting dalam transformasi Bank BPD Bali untuk memperkuat perannya sebagai garda terdepan penggerak ekonomi daerah sekaligus memperluas dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berkembang dan berdaya saing.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengatakan momentum HUT ke-64 menjadi refleksi atas perjalanan panjang perusahaan sekaligus pijakan untuk melangkah ke level yang lebih tinggi. Melalui tema “Harmoni Bertumbuh Menjaga Stabilitas”, Bank BPD Bali berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan penguatan fundamental perusahaan.
“Bank BPD Bali berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menggerakkan ekonomi Bali. Kami ingin terus hadir membantu masyarakat dan memberdayakan UMKM agar dapat naik kelas serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Optimisme menuju status KBMI 2 didukung oleh penguatan permodalan yang signifikan. Pada 2026, pemegang saham melakukan penambahan modal sebesar Rp746 miliar sehingga total modal disetor mencapai Rp3,63 triliun. Sementara itu, modal inti Bank BPD Bali kini telah mencapai Rp5,98 triliun, melampaui ambang batas yang dipersyaratkan untuk masuk kategori KBMI 2.
Selain ditopang oleh permodalan yang kuat, kinerja perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Hingga Mei 2026, total aset Bank BPD Bali mencapai Rp43,12 triliun atau tumbuh 8,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp25,63 triliun atau meningkat 8,46 persen secara tahunan. Yang menarik, kredit UMKM tumbuh lebih tinggi hingga 12,55 persen menjadi Rp13,51 triliun. Capaian ini mempertegas komitmen Bank BPD Bali dalam mendukung sektor usaha produktif yang menjadi tulang punggung perekonomian Bali.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp35,40 triliun atau tumbuh 5,68 persen. Sementara laba perusahaan hingga Mei 2026 mencapai Rp670 miliar, meningkat 16,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi kesehatan bank juga tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 30,34 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL Gross) hanya 0,96 persen. Angka tersebut menunjukkan fondasi bisnis yang kuat untuk menopang ekspansi dan transformasi perusahaan ke jenjang yang lebih tinggi.
Target menjadi bank KBMI 2 dinilai akan membuka peluang yang lebih luas bagi Bank BPD Bali untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat layanan perbankan, memperluas pembiayaan sektor produktif, serta memperbesar kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Bali.
Kinerja positif tersebut bahkan mendapat apresiasi di tingkat nasional. Dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri di Jakarta, Anggota Komisi II DPR RI Wahyudin Noor Aly menilai capaian profitabilitas Bank BPD Bali membuktikan bahwa bank daerah dapat dikelola secara profesional dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
Dengan modal yang semakin kuat, kinerja yang terus tumbuh, dan fokus pada pemberdayaan UMKM, Bank BPD Bali optimistis dapat mewujudkan target naik kelas menjadi KBMI 2 sekaligus memperkokoh posisinya sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi Bali. (kbs)

