BerandaDaerahGubernur Koster Genjot PLTS Atap di Bali, Dorong Energi Bersih Sekaligus Hemat...

Gubernur Koster Genjot PLTS Atap di Bali, Dorong Energi Bersih Sekaligus Hemat Biaya Listrik

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster.

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali, Wayan Koster, mendorong percepatan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap sebagai bagian dari strategi besar transisi energi bersih di Pulau Dewata. Program ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-28 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali, Rabu (25/3/2026). Dalam kesempatan itu, Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali tetap berlandaskan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali serta Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Hemat Hingga 30 Persen, Tanpa Biaya Pemasangan

Program PLTS atap ini hadir dengan skema baru yang memudahkan masyarakat. Pemasangan hingga pemeliharaan panel surya sepenuhnya ditangani oleh penyelenggara, yakni anak usaha PT PLN (Persero), yaitu PT PLN Icon Plus.

“Sekarang PLN yang membeli, memasang, sekaligus merawat. Masyarakat tidak dikenakan biaya apa pun. Ini sangat menguntungkan,” ujar Koster.

Selain tanpa biaya awal, penggunaan PLTS atap juga mampu menghemat biaya listrik hingga sekitar 30 persen per bulan. Bahkan, sistem ini tetap dapat menyuplai listrik saat terjadi gangguan dari jaringan utama.

Target 250 MW dan Sosialisasi Masif

Pemerintah Provinsi Bali menargetkan pembangunan PLTS atap dengan total kapasitas mencapai 250 megawatt (MW). Rinciannya, 100 MW dikelola oleh PLN Icon Plus, 20 MW oleh PLN Indonesia Power, dan 130 MW dari sektor swasta.

Pemanfaatannya akan diperluas ke berbagai sektor, mulai dari gedung pemerintah, BUMN/BUMD, fasilitas komersial, hingga pasar modern dan tradisional.

Koster menegaskan, percepatan program ini juga akan diiringi dengan kampanye masif kepada masyarakat. Ia bahkan mencontohkan langsung penerapan PLTS atap di rumah pribadinya di Desa Sembiran yang terbukti mampu menekan biaya listrik secara signifikan.

Kurangi Ketergantungan dan Perkuat Energi Bersih

Menurut Koster, penggunaan PLTS atap menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan Bali terhadap pembangkit listrik konvensional. Selain itu, program ini juga sejalan dengan komitmen Bali dalam mengembangkan energi ramah lingkungan.

Ia pun mendorong sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk bersama-sama mengadopsi teknologi ini.

“Semua pihak harus bergerak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Ini momentum untuk Bali beralih ke energi bersih,” tegasnya.

Jadi “Fashion” Baru Pariwisata Bali

Lebih jauh, Koster melihat pemanfaatan PLTS atap sebagai peluang untuk memperkuat citra Bali di mata dunia. Menurutnya, bangunan dengan panel surya dapat menjadi simbol gaya hidup ramah lingkungan yang justru menarik bagi wisatawan.

“Kalau PLTS atap digunakan luas di Bali, ini akan menjadi ‘fashion’ baru—menunjukkan Bali sebagai destinasi yang peduli lingkungan. Wisatawan sangat menyukai hal seperti ini,” ujarnya.

Dengan percepatan program ini, Bali diharapkan tidak hanya mandiri secara energi, tetapi juga semakin kokoh sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan berbasis energi bersih. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini