Foto: Ilustrasi meningkatnya pelayanan Kesehatan yang ada di Bali.
Denpasar, KabarBaliSatu
Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Bali sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan berbasis visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-28 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di DPRD Bali, Rabu (25/3). Koster menekankan, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam memastikan kesejahteraan masyarakat.
“Kualitas layanan kesehatan harus terus ditingkatkan di seluruh fasilitas, agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal,” tegasnya.
Perluas Layanan Kesehatan Tradisional Bali
Salah satu program unggulan yang terus dikembangkan adalah perluasan layanan kesehatan tradisional Bali di rumah sakit. Koster menilai, pendekatan ini menjadi kekuatan lokal yang mampu melengkapi layanan medis modern.
“Pelayanan kesehatan berbasis kearifan lokal harus kita perkuat sebagai identitas sekaligus nilai tambah Bali,” ujarnya.
Pertahankan Cakupan UHC 95 Persen
Pemprov Bali juga berkomitmen mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) di angka 95 persen. Capaian ini dinilai penting untuk memastikan seluruh masyarakat Bali memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang merata dan terjangkau.
“Cakupan UHC harus tetap dijaga, bahkan ditingkatkan kualitas pelayanannya,” kata Koster.
Revitalisasi RS Dharma Yadnya
Dalam upaya memperkuat infrastruktur kesehatan, pemerintah mengambil alih Rumah Sakit Dharma Yadnya yang sebelumnya mengalami kendala operasional dan persoalan hukum.
Langkah ini dilakukan untuk menyelamatkan aset sekaligus mengoptimalkan fungsi rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik. Ke depan, RS Dharma Yadnya akan dikembangkan menjadi rumah sakit tematik guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Bali.
“Pengambilalihan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan dan akan kita kembangkan menjadi layanan kesehatan yang lebih baik,” jelasnya.
Tingkatkan Kualitas Layanan Menyeluruh
Koster menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya fokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga mencakup peningkatan mutu layanan di seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
Ia berharap, dengan langkah-langkah tersebut, sistem kesehatan di Bali semakin kuat, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kesehatan adalah fondasi utama kesejahteraan. Kita pastikan layanan di Bali semakin berkualitas dan merata,” pungkasnya. (kbs)

